Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Utamakan Pengawasan, Menko Luhut Dukung Edhy Prabowo soal Ekspor Benih Lobster

Menko Maritim dan Investasi Luhut B Pandjaitan bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Foto: Humas Kemenko Marves

Jakarta (Samudranesia) – Kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang akan membuka ekspor benih lobster sebesar-besarnya menimbulkan polemik di berbagai kalangan. Tentunya kebijakan ini sangat bertolak belakang dengan kebijakan menteri sebelumnya, Susi Pudjiastuti yang menerbitkan larangan ekspor benih lobster.

Mantan menteri itu pun dalam akun media sosialnya berkicau “Lobster yang bernilai ekonomi tinggi tidak boleh punah, hanya karena ketamakan kita untuk menjual bibitnya, dengan harga seperseratusnyapun tidak. Astaghfirullah, karunia Tuhan, tidak boleh kita kufur akan nikmat dari-Nya,” tegas Susi.

Kendati demikian dukungan juga mengalir kepada Menteri Edhy untuk meneruskan upaya membuka ekspor benih lobster seluas-luasnya. Dukungan itu datang dari atasan Edhy dalam hal koordinasi, yaitu Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut mendukung langkah Edhy Prabowo karena duduk perseolannya ada pada pengawasan. Walaupun dilarang ternyata tetap saja ada penyelundupan benih lobster ke luar negeri.

“Apa nanti dengan gini enggak ada masalah? Ya nggak lah, ada masalah tapi masalahnya makin kecil, kalo pengawasan lebih bagus dan jelas,” tegas Luhut di kantornya, Jakarta, Kamis (12/12).

Maka dari itu, Luhut justru menilai ada dampak ekonomi yang besar dari rencana tersebut dibandingkan harus ditutup keran ekspornya. Asalkan pengawasan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

“Nilai tambah juga, daripada sekarang ini diselundupkan 80 persen, lebih bagus dikontrol. Kan ujung-ujungnya pengawasan,” tegasnya.

Dalam beberapa tahun masa kepemimpinan Susi Pudjiastuti sebagai Menteri KKP di periode sebelumnya, ada aturan yang melarang benih lobster untuk diekspor khusus ukuran di bawah 200 gram.

Namun, Edhy menemukan penyelundupan hingga ke Vietnam meski aturan tersebut berlaku. Keyakinan Luhut untuk mendukung wacana program Edhy itu dikarenakan peluang hidup benih lobster juga tidak besar, bahkan kurang dari 1 persen bila di alam bebas.

Namun, bukan berarti semua benih akan diekspor. Artinya prinsip sustainability tetap diprioritaskan sekaligus memungkinkan untuk diadakan budidaya lobster dalam skala besar.

“Sebagian tetap dilepaskan, sekitar 5 persen ke habitatnya. Supaya benih nggak hilang. Sudah ada hitung-hitungan ilmiahnya lah, studinya sudah ada. Apapun studi itu, implementasi penting. Super penting pengawasan,” tandasnya.

 

Article Link : http://samudranesia.id/utamakan-pengawasan-menko-luhut-dukung-edhy-prabowo-soal-ekspor-benih-lobster/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published