Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Upaya Pengusaha Perikanan Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

Foto Ilustrasi

Jakarta (Samudranesia) – Peringatan Hari Kartini tahun ini menjadi momentum yang luar biasa mengingat kondisi Indonesia yang tengah berada dalam situasi wabah pandemi Covid-19. Para perempuan pekerja, mulai dari sektor pelayanan hingga perikanan merasakan tekanan yang cukup berat dari wabah ini, sehingga membuat pelaku usaha perikanan mencari strategi pasar agar usahanya tetap produktif.

“Jika sebelum pandemi kami berpikir bagaimana menghadirkan informasi yang enak untuk dibaca dan memastikan agar program-program KKP tepat sasaran,” ujar Pemimpin Umum Samudranesia, Nelly Marinda, Dalam diskusi virtual yang digelar Kopi Pahit bertema “Kartini, Dari Pejuang Emansipasi Hingga Atasi Pandemi” Kamis (23/04). “Sekarang kami lebih berpikir bagaimana menciptakan peluang di sektor perikanan, seperti harus kreatif dalam menjual  ikan di tengah pandemi, dan bagaimana memastikan agar produk-produk ikan kita sampai ke end user.”

Menurut Nelly, banyak masalah yang sebenarnya masih perlu dibenahi di sektor perikanan. Pihak pekerja perikanan di lapangan, seperti para nelayan, misalnya, kerapkali menghadapi situasi sulit.

“Contoh, Coast Guard di Cina lebih melindungi nelayannya, sementara di Indonesia masih banyak para nelayan yang mengeluhkan adanya pungutan liar atau pungli yang dilakukan oleh oknum petugas di lapangan,” jelas Nelly.

Untuk itu, kata Nelly, pengusaha perikanan sudah seharusnya meningkatkan edukasi dan pengetahuan kepada para nelayan agar mereka memiliki kemampuan menghadapi oknum-oknum tak berkompeten saat di lapangan.

Produksi Tinggi, Harga Turun

Sementara itu di tengah situasi pandemi Covid-19, hasil tangkapan ikan nelayan masih cukup tinggi. Masalahnya, harga di pasar lokal maupun internasional mengalami penurunan yang cukup signifikan. “Sebagai pelaku usaha perikanan, kami harus mengambil langkah tanpa harus menekan para nelayan,” ujarnya.

“Contoh, biasanya kami menjual produk paket 10 ton ikan, namun di masa pandemi ini kami mulai menjual ikan secara ecer atau paket kiloan,” jelasnya. “Cara ini kami lakukan tentu agar tetap produktif di masa sulit karena tekanan harga karena kami, pelaku usaha, bagaimana pun juga merupakan mitra pemerintah  yang memiliki tanggung jawab meningkatkan produksi dan pendapatan hasil perikanan.”

Di kesempatan yang sama, Nelly mengajak kepada masyarakat di masa pandemi ini tetap mengkonsumsi ikan, karena dapat menjaga stamina dan mencerdaskan otak.(Ars)

 

Article Link : http://samudranesia.id/kartini-sektor-perikanan-di-tengah-pandemi-19/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published