Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Terkait Tol Laut, INSA Tidak Ingin Bersaing dengan Pemerintah

Kapal Tol Laut

Jakarta (Samudranesia) – Program Tol Laut yang sudah berjalan sejak tahun 2015 perlu dioptimalisasikan untuk mencapai tujuannya yakni menurunkan disparitas harga barang-barang kebutuhan pokok di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).

Terkait hal itu, Indonesian National Shipowners Association (INSA) yang merupakan partner dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sejak program ini bergulir hingga sekarang tetap ingin bersinergi untuk mencapai tujuan tersebut.

Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto menyatakan bahwa program Tol Laut tidak bisa dipisahkan dari pelayaran nasional. Sehingga INSA siap berjalan bersama pemerintah untuk menjalankan tugas transportasi laut dan logistik di jantung pelayaran Indonesia.

“Sejak diluncurkan tahun 2015 terdapat 26 jumlah trayek lalu, semester kedua ini juga rencananya ada rute-rute baru, yakni rute 13 dan 14 ke NTT yang mengoptimalkan kapal-kapal swasta yang sudah punya jalur ke Kupang sebagai hub port dan pelabuhan-pelabuhan lain di NTT sebagai spoke atau pelabuhan pengumpan, sehingga kapal Tol Laut hanya berfungsi sebagai feeder ke Kupang,” kata Carmelita dalam webinar bertajuk “Transportasi untuk Merajut Keberagaman” yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bekerja sama dengan Detikcom, Senin (24/8).

Carmelita menyadari untuk menekan harga disparitas tidak bisa dilakukan oleh Kemenhub sendiri, melainkan dengan melibatkan banyak institusi.

“Perlu difikirkan juga bagaimana mengalihkan sebagian subsidi untuk membangun potensi industri di daerah sehingga muatan kapal-kapal Tol Laut bisa optimal baik outbound maupun inbound-nya,” ungkap Carmelita.

Wanita yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kadin bidang Transportasi ini menyatakan dalam pelaksanaan Tol Laut harus kembali lagi mengacu kepada Perpres 106/2015.

“(Barang) yang diangkut oleh Tol Laut yakni barang kebutuhan pokok, barang industri dan barang penting lainnya. Pasalnya, jika barang kelontong saat ini bisa diangkut Tol Laut maka akan timbul persaingan tidak bebas. Akibatnya kapal swasta yang saat ini melayani jalur-jalur tersebut akan kehilangan muatan,” bebernya.

“Kita tidak ingin bersaing dengan pemerintah. Selain itu pasti tidak selamanya pemerintah mensubsidi jalur-jalur yang dilayari swasta. Alangkah bijaknya jika kita bersinergi dalam hal muatan dan rute Tol Laut,” tegasnya.  

Dalam momentum 75 tahun Indonesia merdeka, Carmelita juga mengajak agar pelayaran nasional dengan azas cabotage bangkit untuk menopang ekonomi nasional. Begitupun pada saat masa pandemi Covid-19 ini, industri pelayaran juga harus tetap bertahan untuk menyukseskan program pemerintah.

“Transportasi laut sangat dibutuhkan dalam merajut semua sektor baik ekonomi, sosial, budaya dan sektor lainnya. Bahkan dalam pandemi saat ini berguna untuk mewujudkan kedaulatan NKRI dan ekonomi bangsa,” tandasnya.

Bertindak sebagai keynote speaker dalam diskusi tersebut ialah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Kemudian para narasumber lainnya antara lain Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Agus Purnomo, Dosen ITS sekaligus pengamat transportasi laut Saut Gurning, dan Bupati Morotai Benny Laos. Acara tersebut dimoderatori oleh komika Abdur Rasyad. (Tyo)

 

 

Article Link: http://samudranesia.id/terkait-tol-laut-insa-tidak-ingin-bersaing-dengan-pemerintah/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published