Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Terdampak Covid-19, Ekonomi Nelayan Jadi Perhatian Serius Ganjar Pranowo

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/Foto: KNTI Kota Semarang.

Semaranag (Samudranesia) – Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kota Semarang bersama Koalisi Ketahanan Usaha Perikanan (Koalisi KUSUKA) menggelar diskusi publik dengan tema “Pemulihan Ekonomi Nasional Nelayan dalam Menghadapi Covid-19 dan Akses Nelayan Terhadap BBM Bersubsidi” yang dilaksanakan melalui Aplikasi Zoom Meeting, Selasa (4/8).

Bertindak sebagai narasumber dalam webinar tersebut adalah Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo; Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah, Siti Farida; Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah, Fendiawan Tiskiantoro; Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Tanjung Emas Semarang, Junaidi; Ketua KNTI Kota Semarang, Slamet Ari Nugroho; PLT Sekretaris Dinas Sosial Kota Semarang, Didik Wibowo; dan FITRA Jawa Tengah, Maulin Niam. Bertindak sebagai moderator ialah Ketua Divisi Volunteer dan Public Relation Earth Hour Semarang, Bening Shabilla Utami

Sekretaris Jendral DPP KNTI Iing Rohimin dalam sambutannya saat membuka diskusi menyebut permasalahan nelayan seluruh Indonesia saat ini ialah kesulitan akses BBM bersubsidi ditambah dengan kebijakan pemerintah yang banyak mengalami penyimpangan. Ia berharap diskusi ini tindak hanya sekadar wacana, namun ada tindak lanjut untuk kesejahteraan nelayan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah, Fendiawan Tiskiantoro memaparkan beberapa hal di antaranya pemanfaatan hasil produksi perikanan dan kelautan saat pandemi Covid-19 oleh nelayan yang semakin baik. Selain itu ada beberapa dampak di sektor perikanan dan kelautan saat pandemi covid-19 dan penanganannya oleh pemerintah.

“Setidaknya 91.700 Rumah Tangga Perikanan terdampak secara ekonomi dan menurunnya produksi perikanan yang disebabkan oleh beberapa faktor yakni tutupnya pasar ikan dan restoran, turunnya permintaan ikan, turunnya harga dan berkurangnya kegiatan perikanan,” ucap Fendiawan.

Sedangkan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Tanjung Emas Semarang, Junaidi menjelaskan beberapa persyaratan dan alur penerbitan PAS Kecil. Ia juga memparkan fungsi PAS Kecil dan pentingnya memperhatikan keselamatan pelayaran.

Slamet Ari Nugroho selaku Ketua KNTI Kota Semarang menyebut bahwa pengadaan SPBN dekat dengan perkampungan sangat diperlukan.

“Angka penerima bantuan sosial nelayan Tambak Lorok masih relatif rendah, padahal lebih dari 60 persen nelayan Tambak Lorok terdampak covid-19,” ungkap Ari.

Data ini didapatkannya setelah KNTI Kota Semarang melakukan Monitoring Nelayan pada bulan Juli 2020.

Maulin menambahkan pentingnya kejelasan prosedur, persyaratan, lama waktu, termasuk biaya layanan jika ada bagi nelayan kecil. “Selama ini nelayan kecil kesulitan mengakses BBM bersubsidi salah satunya karena kesimpangsiuran informasi untuk mendapatkan surat rekomendasi,” tegasnya.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah Siti Farida menyampaikan peran Ombudsman sebagai lembaga yang mengawasi Pelayanan Lembaga Pemerintah khususnya pembuatan dokumen kenelayanan. Ia juga menyampaikan pentingnya mencegah dan mengawasi pelayanan publik, maladministrasi dan korupsi di berbagai tingkatan.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang turut aktif mendengarkan berbagai keluhan nelayan Tambak Lorok mengapresiasi adanya diskusi ini. Ganjar menyarankan KNTI Kota Semarang untuk berkoordinasi dengan Dinas Perikanan Kota Semarang dalam menindaklanjuti berbagai permasalahan tersebut, termasuk terkait Kartu Nelayan dan KUSUKA serta rencana pembangunan TPI Tambak Lorok. (Rei)

 

 

Article Link: http://samudranesia.id/terdampak-covid-19-ekonomi-nelayan-jadi-perhatian-serius-ganjar-pranowo/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published