Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Tambak Udang Kaum Milenial Jiwai Semangat Revolusi Industri 4.0

Menteri Edhy Prabowo mengunjungi tambak udang milenial di Situbondo, Jawa Timur, Kamis (9/7)

Situbondo (Samudranesia) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya menggenjot produksi udang nasional. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melibatkan kaum milenial untuk mulai mencoba mengembangkan budidaya udang melalui program millenial shrimp farming Cluster.

Selama perjalanan yang saya lakukan dalam sebulan ini, saya melihat baik di Sulawesi dan Jawa Barat serta di Jawa tengah maupun Jawa Timur untuk budidaya udang memiliki peluang dan potensi sangat besar untuk dikembangkan dan didorong untuk menjadi industri, ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo saat melakukan peletakan batu pertama aktualisasi program tersebut di Desa Gundil, Situbondo Jawa Timur, Kamis (9/7).

Menteri Edhy menjelaskan kenapa udang, karena kebutuhan dunia akan udang sangat tinggi, sehingga mampu menjadi salah satu komoditas yang menjadi primadona ekspor dan sangat diandalkan untuk meraup devisa.

Terkait pembiayaan, pemerintah pusat dalam hal ini KKP menyediakan akses pemodalan melalui kredit usaha rakyat (KUR) yang memiliki bunga 6 persen dan BLU-LPMKP dengan bunga 3 persen. Di samping itu, KKP akan mendampingi kaum milenial yang akan mengembangkan tambak udang milenial untuk menerapkan prinsip ramah lingkungan dan keberlanjutannya.

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto bahwa konsep tambak milenial ini tetap memperhitungkan keberlanjutan lingkungan dan juga keberlanjutan usaha. Karena dalam satu klasternya harus memiliki unit pengolahan limbah, kolam tandon dan juga kolam sedimentasi.

“Para kaum milenial memiliki kreatifitas dan inovasi yang tinggi terutama dalam dunia industri 4.0. Ini potensi SDM yang akan kami tangkap agar mereka bisa diberdayakan untuk menciptakan terobosan baru dalam bisnis akuakultur, utamanya bisnis budidaya udang nasional. Kita ini punya potensi besar, sehingga perlu kita libatkan kaum milenial ini untuk mengenal dan terjun langsung dalam dunia akuakultur,” papar Slamet.

Slamet berharap program millenial shrimp farming Cluster bisa menjadi peluang untuk kaum milenial. Keterlibatan kaum pemuda, menurutnya, bisa menjamin keberlanjutan program dari generasi ke generasi. Dengan begitu, dia optimis target peningkatan produksi udang sebesar 250 persen dalam lima tahun mendatang bisa tercapai.

Sementara itu, Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo Nono Hartanto memaparkan digitalisasi di tambak udang milenial meliputi pengecekan kualitas air, biomass, pakan harian, serta pertumbuhan harian. Dengan begitu, pembudidaya tak perlu lagi melakukan pengecekan secara manual. Digitalisasi ini juga didukung oleh aplikasi budidaya berbasis data (smart farming).

“Budidaya udang vaname dengan padat tebar 250 ekor/m2 dan diameter kolam 20 meter diharapkan mampu menghasilkan 1,2 ton/siklus, sehingga dengan akan dibangun kolam sebanyak 40 unit akan menghasilkan 48 ton/siklus,” harap Nono. (Tyo)

 

 

Article Link: http://samudranesia.id/tambak-udang-kaum-milenial-jiwai-semangat-revolusi-industri-4-0/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published