Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Susi Bantah Keterlibatan Dirinya di Salah Satu Perusahaan Penerima Izin Ekspor Benih Lobster

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (dok. Humas KKP)

Jakarta (Samudranesia) – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam berita sebelumnya disebutkan berada balik di salah satu perusahaan yang mendapatkan izin ekspor benih lobster dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Namun dirinya tetap berkicau mempertanyakan keistimewaan 9 perusahaan yang mendapat izin ekspor tersebut di dalam akun twitter pribadinya.

Redaksi menelusuri ke nelayan lobster di Lebak, Banten yang dahulu biasa menyuplai benih lobster untuk diekspor. Berdasarkan pengakuan mereka, salah satu perusahaan yang kini mendapat izin ekspor dari KKP yakni PT Royal Samudera Nusantara dikelola oleh orang-orang dekat Susi.

“PT Royal orang-orangnya Bu Susi. Mereka juga nawarin ke pengepul buat jual barang ke mereka,” kata salah seorang nelayan lobster di Banten.

 

Maka dari itu, redaksi mengistilahkan sebagai perusahaan binaan karena dikelola oleh orang-orang yang memiliki hubungan dengan Susi Pudjiastuti. Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih mencoba untuk menghubungi pihak perusahaan tersebut.

Susi pun membantah keras adanya tudingan tersebut. Ia menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki perusahaan binaan yang mendapat izin ekspor benih lobster tersebut.

“Fitnah dan tidak ada perusahaan binaan,” tegas Susi dalam salah satu grup Whatsaap, Minggu (31/5).

Selanjutnya wanita asal Pangandaran ini meminta untuk membedah DJPT yang terbit tanggal 11 Mei 2020. Ia pun mempertanyakan apakah perusahaan-perusahaan yang mendapatkan izin tersebut 100 persen sesuai dengan persyaratan sustainable aquaculture?

Apalagi dengan adanya Work From Home (WFH) yang berlaku sejak awal April 2020 banyak personel KKP yang berada di rumah, sehingga ia mempertanyakan proses verifikasi dokumen serta inspeksi di 10 perusahaan tersebut.

Peraturan teknis mengenai persyaratan perusahaan dari Permen KP 12/2020 tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting dan Rajungan di Wilayah Negara Republik Indonesia.dijelaskan melalui Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap No.48/Kep-DJPT/2020 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Benih Bening Lobster (Puerulus) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia dan Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap No.51/Kep-DJPT/2020 tentang Kuota Penangkapan Benih Bening Lobster (Puerulus) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.

Informasi yang dilansir dari Kompas, kesembilan perusahaan yang mendapat kuota izin ekspor benih bening lobster itu ialah PT Samudera Bahari Sukses (Jakarta Barat), PT Indotama Putra Wahana (Jakarta Timur), PT Natura Prima Kultur (Jakarta Barat), PT Royal Samudera Nusantara (Tangsel), PT Tania Asia Marina (Kab. Pandeglang, Banten), PT Grahafoods Indo Pasifik (Kab. Berau, Kaltim), CV Setia Wildata (Kabupaten Buleleng, Bali), PT Aquatic Salautan Rejeki (Kabupaten Nias Selatan, Sumatra Utara) dan PT Bahtera Damai Internasional (Tangerang Selatan). (Tyo)

 

Article Link: http://samudranesia.id/susi-bantah-keterlibatan-dirinya-di-salah-satu-perusahaan-penerima-izin-ekspor-benih-lobster/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published