Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Sulitnya Ekspor Lobster di Tengah Badai Covid-19

Foto: Istimewa.

Makassar (Samudranesia) – Badai Covid-19 masih terus terjadi di dunia dan Indonesia. Dampaknya seluruh sektor perekonomian rakyat menjadi macet. Tak terkecuali para pelaku usaha lobster baik nelayan maupun pembudidaya.

Mereka kesulitan mencari pasar utamanya di luar negeri. Biasanya mereka bisa kirim ratusan kilogram ke negara-negara pengonsumsi lobster seperti China, Hongkong, Taiwan dan Jepang, namun akibat wabah ini, pengiriman ekspor itu terhambat.

Ketua Asosiasi Nelayan Lobster Indonesia (ANLI) Rusdianto Samawa yang sudah tiga minggu ini berada di pesisir Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk bertemu dengan para nelayan dan pembudidaya lobster, mendengar langsung soal kesulitan mereka.  

“Di tengah Covid-19 ini  kondisi kelautan dan perikanan terseok-seok. Di Sulsel seperti di Takalar, Jeneponto, Palopo, Barru dan lainnya sedang persiapan panen lobster dalam jumlah besar, namun pengepul bingung karena kosongnya pembeli,” ungkap Rusdianto kepada Samudranesia, Kamis (9/4).

Ia berharap agar para eksportir lobster yang biasa membeli dari nelayan dan pembudidaya untuk dikirim keluar negeri bisa membeli lagi ke mereka. Rusdianto juga meminta kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk memperlancar arus logistik lobster Indonesia ke luar negeri.  

“Mohon kiranya bisa difasilitasi pembeli lobster untuk ekspor, karena sangat banyak sekali, tidak terdistribusi,” imbuhnya.

Berdasarkan pengamatannya, di sekitar Takalar saja lobster tangkapan dan budidaya untuk jenis pasir dan mutiara bisa mencapai 500 kg. Ia memprediksi jika ditambah dengan daerah-daerah lain seperti Barru, Bulukumba, Sinjai, Palopo, Mamuju, dan lainnya bisa mencapai 5 ton.

“Kalau efektif pembeli bisa berinteraksi, kemungkinan Lobster bisa dikumpulkan sampai 5 ton untuk sekitar Sulsel,” jelasnya.

Sambung dia, belum lagi ditambah daerah penghasil lobster lainnya seperti Banten, Lampung, NTB, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Papua maka bisa diperoleh puluhan ton.

“Maka, kita Asosiasi Nelayan Lobster Indonesia (ANLI) memasang strategi mencari pembeli dan investor untuk ekspor dan konsumsi dalam negeri sehingga hasil budidaya para nelayan ini bisa terdistribusi dengan baik,” tandasnya.

Di tempat terpisah, eksportir lobster yang sudah menjalani bisnis ini lebih dari 25 tahun, Upi Apriyani, mengaku ekspor lobster ke negara-negara yang biasa menerima lobster Indonesia seperti China, Hongkong dan Taiwan kini sangat sulit.

“Ekspor lagi susah karena pasar mutiara ke China ndak ada pesawat langsung, yang transit Hongkong juga cuma 3 kali seminggu,” ungkap Upi.

Kendati demikian, Upi bersama para mitranya terus berupaya untuk melakukan pengiriman ke luar negeri.

“Kita terima lobster mutiara, cuma terima di Jakarta, meskipun susah. Kita lumayan banyak pasar, salah satunya di Hongkong,” pungkasnya. (Tyo)

 

Article Link : http://samudranesia.id/sulitnya-ekspor-lobster-di-tengah-badai-covid-19/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published