Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Soal Kajian LBM PBNU, Menteri Edhy: Kita Ikuti dan Dengarkan

Menteri KP Edhy Prabowo

Jakarta (Samudranesia) – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui surat Hasil Kajian Bahtsul Masail PBNU Nomor 06 Tahun 2020 tentang Kebijakan Ekspor Benih Lobster yang ditandangani oleh Ketua Bahtsul Masail, Nadjib Hassan, berisikan soal permintaan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menghentikan ekspor benih lobster karena tidak sesuai ajaran Islam.

Menanggapi hal itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan pihaknya sangat berterima kasih kepada Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU atas masukan tersebut.

“Kita ikuti, kita dengar masukannya, kita terima kasih atas masukannya,” jawabnya singkat saat ditemui Samudranesia, di kantornya, Senin (10/8).

Menteri Edhy ditemui usai menghadiri acara ulang tahun ketiga Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) yang dilangsungkan di Gedung Mina Bahari III, KKP.

Dalam pertemuan tersebut, Edhy menyatakan bahwa setiap kebijakan yang dikeluarkannya merupakan hasil kajian ilmiah dari para pakar, bukan berdasarkan perasaan.

Ia juga menegaskan bahwa antara sustainability (keberlanjutan) dan prosperity (kesejahteraan) tidak boleh dipertentangkan. Keduanya harus berjalan bersamaan dan tidak boleh ada yang ditinggalkan.

“Ini harus berjalan keduanya. Kita terus menjaga keberlanjutan tapi juga harus memperhatikan ekonomi. Dua-duanya harus dijalankan, dua-duanya tidak boleh ditinggalkan. Saya percaya dengan Aspeksindo dengan kepala-kepala daerah yang ada di dalamnya untuk bahu-membahu agar keduanya bisa terus kita kawal,” bebernya.

Sebelumnya, LBM PBNU menilai kebijakan KKP melalui Permen KP 12/2020 itu merugikan nelayan dan mengancam kepunahan lobster di perairan Indonesia. LBM PBNU pun menghendaki agar pemerintah menitikberatkan pada budidaya, bukan ekspor benih. (Tyo)

 

 

Article Link: http://samudranesia.id/soal-kajian-lbm-pbnu-menteri-edhy-kita-ikuti-dan-dengarkan/

 


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published