Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Sering Makan Ikan, Nelayan dan Pembudidaya di Sulsel Yakin Tak Terkena Corona

Pembudidaya ikan di Sulsel. Foto: Rusdianto Samawa

Makassar (Samudranesia) – Pandemi Covid-19 yang telah mendunia telah menimbulkan dampak sosial dan ekonomi kepada seluruh negara. Indonesia termasuk negara yang tengah berjuang menghadapi penyebaran virus berbahaya ini.

Berbagai upaya sudah dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Daerah untuk menahan penyebaran Covid-19. Begitu juga dengan masyarakat Indonesia yang sudah melakukan berbagai cara agar tidak terjangkit virus ini.

Di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), para masyarakat pesisir yang menggantungkan hidupnya dari laut turut menyikapi bencana nasional ini. Sedikit banyak mereka terdampak dari adanya wabah Covid-19 ini.

Kendati demikian mereka yakin bahwa virus Corona tak sampai hinggap ke badannya. Alasannya sepele, karena setiap hari mereka memakan ikan yang mengandung protein tinggi. Hal tersebut berdasarkan penuturan Ketua Front Nelayan Indonesia (FNI) Rusdianto Samawa yang sudah tiga pekan berkunjung ke pesisir Sulsel.

“Tiga minggu ini, sejak tanggal 21 Maret hingga 3 April 2020 saya telah berkeliling pesisir Sulawesi Selatan dalam program mandiri “Petualang Pesisir Indonesia”. Saya mencoba mengamati seluruh sumber pendapatan dan penghidupan pesisir. Masalah Covid-19 di kelas bawah seperti nelayan tidak terlalu panik menghadapinya,” ujar Rusdianto kepada Samudranesia, Selasa (7/4).

“Karena mereka yakin sekali dengan memakan ikan, lobster, rumput laut, kepiting, kerang, tiram, udang, termasuk gurita. Covid-19 bakal mati sendiri ke pesisir. Itu kata mayoritas nelayan dan pembudidaya,” terangnya.

Baca Juga:

Cegah Covid-19, Rokhmin Dahuri Ingatkan untuk Makan Ikan

Di Tengah Wabah Corona, KKP dan Kommari Terus Sosialisasikan Gemarikan untuk Cegah Stunting

Cegah Covid-19, Fraksi PKS Minta Pemerintah Cukupkan Kebutuhan APD dan Asupan Nutrisi

Rusdianto berkeliling melihat aktivitas nelayan dan pembudidaya di Makassar, Gowa, Cikoang Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, Bone, Barru, Pare-Pare, Pinrang, Palopo, dan Mamuju (Sulbar). Mereka semua tetap beraktivitas seperti biasa walaupun berbagai kasus Corona terus meningkat di Indonesia.

“Jadi dengan makan ikan dan hasil laut lainnyanya mereka yakin imun tubuh mereka kuat. Saya kira ini perlu dicontoh juga oleh seluruh rakyat Indonesia untuk gemar makan ikan sebagaimana Kementerian Kelautan dan Perikanan kita terus mengampanyekan,” tandas Rusdianto.

Sebelumnya di tempat terpisah, Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan Prof. Rokhmin Dahuri juga sudah menyebut bahwa dengan makan ikan, imun tubuh dapat meningkat sehingga kekebalan terhadap penyakit lebih terjaga.

“Ini salah satu upaya karena makan ikan bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Makan ikan itu menyehatkan dan buat tubuh kita kuat. Kami punya alat deteksi virus canggih. Dipastikan konsumi ikan bebas virus Corona,” ujar Rokhmin di Cirebon beberapa waktu lalu.

Dampak Covid-19 yang dirasakan oleh para nelayan dan pembudidaya di Sulsel di antaranya ialah sulitnya akses logistik untuk mengirim hasil ikan dan memperoleh pakan ikan bagi para pembudidaya. Namun demikian, pemerintah daerah setempat melalui Dinas Kelautan dan Perikanan sudah bergerak cepat untuk menyelesaikan kesulitan tersebut.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo juga sudah menginstruksikan kepada jajarannya untuk mempermudah akses logistik bagi para nelayan dan pembudidaya ikan. Hal itu juga sudah disinergikan dengan seluruh Kementerian dan Lembaga lainnya. (Tyo)

 

Article Link : http://samudranesia.id/sering-makan-ikan-nelayan-dan-pembudidaya-di-sulsel-yakin-tak-terkena-corona/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published