Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Sektor Perikanan Budidaya Selalu Dapat Anggaran Fantastis

Foto Istimewa

Jakarta (Samudranesia) – Sektor perikanan budidaya termasuk sektor yang mendapatkan anggaran lebih besar dibandingkan dengan sektor perikanan tangkap di lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan. Hal tersebut disampaikan oleh ketua komisi IV DPR RI Sudin SE.

“Bagi kami perikanan budidaya menjadi hal yang paling utama, karena sumber daya ikan di laut, semakin lama semakin berkurang, dan wilayah tangkapannya pun akan jauh dari pantai, jadi anggaran untuk budidaya cukup besar sekali, yaitu mencapai 15,67 persen dari total anggaran 4,6 triliun”, kata Sudin SE, dalam webinar ISPIKANI TALK #4 dengan tema Menggagas Industri Akuakultur yang Efisien, bermutu & berkelanjutan.

Akan tetapi, lanjutnya, tahun ini dukungan untuk perikanan budidaya justru terbilang belum maksimal. Hal itu di karenakan adanya pemotongan anggaran yang cukup besar. “Saya berharap, mungkin di anggaran tahun 2021 kami bisa mendukung penuh sektor budidaya”, ungkap Sudin.

“Untuk itu, kami juga minta tolong kepada semua pihak atau stakeholder terkait untuk membantu kami membuat pakan yang murah dan mandiri”, tambah Sudin.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Dirjen budidaya Gemi Triastutik, S.Pi, M.Si mengatakan, terkait dengan produksi ikan budidaya sepanjang periode tahun 1990-2018 mengalami peningkatan yang cukup signifikan, khususnya perikanan budidaya.

“Ke depannya, perikanan budidaya akan tetap menjadi driving force peningkatan produksi perikanan global,” ungkap gemi.

Berdasarkan estimasinya, pada tahun 2030 produksi hasil perikanan budidaya diproyeksikan mencapai 108,5 juta ton dengan peningkatan 32 persen dari tahun 2018.

“Mudah-mudahan perikanan budidaya cenderung meningkat di bandingkan dengan perikanan tangkap yang cenderung stagnan”, tambah gemi.(Ars)

 

Article Link: http://samudranesia.id/sektor-perikanan-budidaya-selalu-dapat-anggaran-fantastis/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published