Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Sejumlah Pelaut Minta Kepolisian Segel Kantor Pusat KPI

Jakarta (Samudranesia) – Pernyataan sikap Presiden KPI (Kesatuan Pelaut Indonesia) Prof. Dr. Mathias Tambing, SH. MSi 18 Juni 2020 kemarin, intinya menolak Pelaut KPI untuk menemuinya karena berdasarkan alasan klise yang justru nenabrak ketentuan UU No. 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh.

Namun karena sudah diagendakan dan surat pemberitahuan kepada Kapolri, Kapolda Metro Jaya, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Dirjen Hubla Kemenhub serta Dirjen Binapenta & PKK Kemenaker sudah dilayangkan lima hari sebelumnya, maka Pelaut KPI tetap menyambangi kantor PP KPI sesuai agenda.

Jurubicara Pelaut KPI Teddy Syamsuri dalam rilisnya kepada pers menyatakan sudah menduga bahwa kehadiran Pelaut KPI sudah dipastikan tidak bakal diterima.

Ketika didatangi, Wakapolsek Metro Menteng Jakarta Pusat menyampaikan bahwa Pengurus Pusat (PP) KPI tidak berada di tempat, di kantor PP KPI tersebut. Koordinator Pelaut KPI Tonny Pangaribuan menolak jika kehadiran Pelaut KPI bisa dikondisikan oleh pengacara dari kantor hukum milik Mathias Tambing yang berkantor juga di kantor KPI Pusat Cikini.

 

Karena kedatangan Pelaut KPI memang untuk itikad baik meskipun tidak bisa masuk ke dalam gedung kantor KPI Pusat yang merupakan Rumah Besar Pelaut Indonesia dan tidak sedikitpun merasa geram. Padahal kantor KPI Pusat Cikini itu dibeli dan dibangun dari keringat serta kerja keras Pelaut KPI saat bekerja di kapal-kapal asing di luar negeri.

“Sebelum Mathias Tambing terpilih menjadi Sekjen merangkap Bendahara KPI di Munaslub KPI tahun 2001, kantor KPI Pusat Cikini itu sudah ada pada tahun 1987. Artinya, begitu ironisnya arogansi yang Presiden KPI Mathias Tambing tampilkan,” ujar Teddy Syamsuri.

Kemudian pelaut senior dari HAL (Holland America Lines) Andi Muslich membacakan naskah aspirasi Pelaut KPI yang telah ditandatangani oleh 10 orang pelaut, setelah diijinkan oleh Wakapolsek Metro Menteng.

“Mohon dengan segala hormat eksistensi PP KPI sudah tidak bisa dipertahankan lagi dan tidak bisa dibiarkan berlanjut. Atas terjadinya kerusakan organisasi KPI yang terstruktur, sistematis, dan masif, yang diperbuat oleh PP KPI selama berkuasa unlimited tersebut,” demikian kutipan dari naskah aspirasi yang dibacakan oleh Andi tersebut.

“Untuk nenyalurkan kehendak bebas pelaut Indonesia yang memegang kedaulatan sah di organisasi KPI, meminta kantor dikosongkan dan tidak ada lagi kantor lembaga hukum numpang di kantor KPI Pusat Cikini karena gedung itu milik sah pelaut Indonesia,” tambahnya.

Mereka juga meminta demi kepentingan ketertiban dan keamanan serta kehendak pelaut Indonesia agar tetap dalam situasi kondusif, Pelaut KPI memohon agar pihak kepolisian bisa menyegel atau memasang kantor KPI Pusat Cikini.

Selanjutnya untuk memenuhi tuntutan regenerasi kepengurusan KPI yang dikehendaki pelaut Indonesia, pihak Pelaut KPI yang dipercaya akan segera menyusun Caretaker agar kelangsungan roda organisasi KPI tetap jalan. Dan hanya untuk mengantarkan sampai digelarnya forum secara bebas, terbuka, mandiri, demokratis dan bertanggungjawab hingga terpilihnya PP KPI definitif.

“Untuk ini semua, Pelaut KPI meminta saran, arahan dan petunjuk dari yang berkompeten seperti Dirjen Hubla dan Dirjen Binapenta sebagai Pembina KPI eks officio, termasuk saran, arahan dan petunjuk dari pihak yang berwajib dari tingkat Kapolri, Kapolda Metro Jaya, hingga Kapolres Metro Jakarta Pusat, Wakapolsek Metro Menteng Jakarta Pusat menerima copy naskah aspirasi Pelaut KPI dan akan diteruskan ke jenjang pengambil kebijakan,” terang Andi.

Sebelum Andi membacakan do’a untuk kesehatan bersama, Koordinator Pelaut KPI Tonny Pangaribuan menyampaikan permintaan untuk pihak kepolisian memfasilitasi bertemu dengan Presiden KPI.

“Kami mohon bapak aparat kepolisian bisa memfasilitasi untuk kami bertemu dan bertatap muka dengan Mathias Tambing selaku Presiden KPI. Mohon dalam waktu yang tidak lama. Jika ada alasan yang macam-macam lagi, mungkin kami akan datang kembali dengan jumlah pelaut Indonesia yang lebih banyak. Apa yang terjadi nanti, tentu akan kami lakukan sesuai dengan maksud dan tujuan aspirasi kami tersebut,” pungkas Tonny. (Tyo)

 

Article Link: http://samudranesia.id/sejumlah-pelaut-minta-kepolisian-segel-kantor-pusat-kpi/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published