Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Satu Lagi ABK WNI Meninggal di Kapal Ikan China, Posisi Kapal Belum Diketahui

Foto: ABK Indonesai yang meninggal di kapal ikan China. Dok: Anwar Abdul Dalewa

Jakarta (Samudranesia) – Permasalahan Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia di kapal ikan China tak pernah usai. Setelah beberapa hari lalu ditemukan satu jenazah ABK Indonesia di kapal China Lu Huang Yuan Yu 117 dan Lu Huang Yuan Yu 118, kini berdasarkan informasi yang diperoleh dari Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) Sulawesi Utara, satu lagi ABK Indonesia meninggal di kapal China Fu Yuan Yu 054.

Jenazah atas nama Daroni asal Brebes itu dikabarkan bekerja di kapal FV Hanrong 363 dan kemudian jasadnya dipindahkan ke kapal Fu Yuan Yu 054 secara manual dan sempat tercebur ke laut dalam proses pemindahannya.

Keberadaan kapal kini belum diketahui posisinya. Sementara pihak keluarga juga belum mengetahui keberadaan jenazah. 

“Berdasarkan informasi yang saya peroleh, almarhum meninggal sekitar tanggal 19 Mei 2020 dan jenazah dipindahkan ke Kapal Fu Yuan Yu 054 dan sampai detik ini jenazah belum dikembalikan kepada keluarga,” ucap Ketua DPD PPI Sulut Anwar Abdul Dalewa kepada Samudranesia, Minggu (12/7).

Mendengar informasi itu, Anwar mencoba mengontak ABK Indonesia yang berada di kapal itu namun belum merespons. Ia pun mengontak pihak KJRI di China untuk mengecek keberadaan kapal tersebut.

Informasi terakhir yang ia peroleh dari sumber terpercayanya, kapal berada di sekitar perairan Singapura atau Batam pada Sabtu (11/7).

“Barusan saya dikontak oleh pejuang SBMI (Serikat Buruh Migran Indonesia) bahwa kasus sudah dikuasakan ke teman-teman SBMI oleh pihak keluarga disertakan bukti,” jelasnya.

Ia menyebut almarhum Daroni diberangkatkan oleh PT Puncak Jaya Samudra yang bermarkas di Tegal. Anwar meminta agar pihak perusahaan turut bertanggung jawab atas peristiwa ini, termasuk menemui pihak keluarga.

Anwar percaya kekuatan media sosial yang mem-viralkan informasi ini bisa membantu dalam mengusut tuntas kasus serta menyelesaikan masalah yang terus berulang menimpa ABK Indonesia.

Sama halnya dengan kasus ABK Indonesia di kapal China Lu Huang Yuan Yu 117 dan Lu Huang Yuan Yu 118. Anwar menyebut sempat mem-viralkan informasi ini, sehingga akhirnya pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan petugas gabungan RI yang terdiri dari TNI AL, Polair, Bakamla, KPLP dan Bea Cukai langsung bergerak cepat mencegat dua kapal itu.  

“Makannya atas nama kemanusiaan, saya mohon bantuan teman-teman semua untuk mem-viralkan berita ini agar bisa terdeteksi oleh seluruh stakeholder yang memonitor,” pungkasnya. (Tyo)

 

Article Link: http://samudranesia.id/satu-lagi-abk-wni-meninggal-di-kapal-ikan-china-posisi-kapal-belum-diketahui/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published