Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

PPI Kejar Agen Penyalur ABK WNI yang Meninggal di Pakistan

Pengurus DPD PPI Sulut terus mengejar pelaku TPPO ABK WNI. Foto: Dok Anwar.

Jakarta (Samudranesia) – Terkait meninggalnya Anak Buah Kapal (ABK) perikanan warga negara Indonesia (WNI) di kapal ikan berbendera China FV Jhin Shung beberapa waktu lalu, Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) tengah memburu agen penyalur yang diduga melakukan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Ketua DPD PPI Sulawesi Utara, Anwar Abdul Dalewa sudah mengantongi nama berinisial JAS yang turut berkolaborasi dengan PT Mitra Tunggal Bahari (MTB) yang berdomisili di Tegal, Jawa Tengah.

“JAS ini Ketua IFF, saya juga tidak tahu IFF itu apa? Serikat pelaut atau apa? Tapi saya baru dengar namanya. JAS dan PT MTB merupakan pihak yang merekrut dan memberangkatkan ABK WNI ke kapal ikan China FV Jhin Shung,” ungkap Anwar kepada Samudranesia, Jumat (29/5).

Menurut Anwar, 2 ABK WNI di kapal FV Jhin Shung yang bernama Hamdani dan Almarhum Eko Suyanto (ES) dipindahkan ke kapal Pakistan Ketika kapal itu hendak berlayar ke perairan Somalia. Akhirnya, kedua ABK WNI itu terlantar di suatu kapal yang sandar di dermaga di Karachi, Pakistan dengan kondisi yang memprihatinkan.

Mereka berdua mengaku mendapat penyiksaan selama berada di kapal ikan China. Akhirnya, ES menghebuskan nafas terakhirnya di Karachi akibat sakit dialaminya. Sementara, Hamdani berhasil dievakuasi oleh pihak KJRI di Karachi.

 

Selama 2 bulan terdampar, sambung Anwar, mereka menghubungi JAS. Namun oleh JAS nasib mereka berdua tidak direspons. Artinya JAS dan pihak MTB melakukan pembiaran dan lepas tanggung jawab terhadap ABK yang mereka salurkan.

“Selama berada di Karachi Pakistan. JAS dan pihak PT.MTB tidak peduli dan tidak menanggapi laporan yang dikirim Hamdani (ABK WNI) melalui pesan/WA dan video pada tanggal 11 Mei 2020, yang meminta pertolongan karena salah satu ABK (Alm. ES) dalam kondisi sakit parah tanpa pertolongan medis selama 1 bulan 23 hari di Karachi Pakistan. JAS dan pihak PT.MTB telah melakukan pembiaran dan tidak pernah mengupayakan pertolongan kepada Hamdani dan Alm. ES selama diterlantarkan di Karachi, Pakistan,” beber Anwar.

PPI pun meminta pihak berwajib untuk memeriksa JAS. Anwar menyebut bahwa JAS sudah melakukan kebohongan melalui video yang diunggahnya di akun media sosialnya. Dalam video itu JAS mengaku baru mendengar info tersebut.

“Kita akan membongkar kebohongan JAS, ketua IFF yang telah melakukan pembiaran bersama PT.MTB pihak perekrut yang memberangkatkan korban,” tandasnya. (Tyo)

 

Article Link: http://samudranesia.id/ppi-kejar-agen-penyalur-abk-wni-yang-meninggal-di-pakistan/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published