Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Permen KP 12/2020 Menjadi Angin Segar Buat Nelayan dan Pembudidaya Lobster

Politisi Gerindra Bambang Haryo Soekartono.

Jakarta (Samudranesia) – Hadirnya Permen KP 12/2020 tentang Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 12 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting, dan Rajungan di wilayah Republik Indonesia merupakan angin segar buat pengelolaan lobster kita.

Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh Wakil Ketua Bidang Maritim DPP Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono dalam webinar bertajuk “Kontroversi Kebijakan Lobster KKP, Apa Kata Masyarakat?” yang diselenggarakan oleh Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) bekerja sama dengan Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) dan Samudranesia, Jumat (10/7).

Bambang menyatakan bahwa perairan Indonesia memiliki benih lobster yang melimpah. Sehingga ketika ada yang mengatakan lobster bisa punah, menurutnya sangat kecil kemungkinannya.

“Benih lobster kita ini jumlahnya banyak sementara ketika dibiarkan di alam berdasarkan penelitian yang bisa bertahan hidup hanya satu persen. Kebijakan dulu yang hanya larangan-larangan, akhirnya potensi lobster yang melimpah itu tidak termanfaatkan,” ucap BHS biasa disapa.

Dengan keluarnya Permen tersebut, anggota DPR RI Periode 2014-2019 itu menyebut nelayan khususnya penangkap benih lobster saat ini sudah bernafas lega. Memang untuk budidaya lobster, sambung dia, saat ini menjadi tantangan yang harus diselesaikan secara bersama-sama.

“Kebijakan ini juga mensyaratkan untuk melibatkan masyarakat dalam budidaya. Kenapa lobster sulit dibudidayakan di Indonesia? Karena sejak cantrang dilarang, ikan rucah (pakan lobster) menjadi kurang, akhirnya kita terpaksa impor,” bebernya.

“Jadi kita saat ini menyempurnakan untuk budidaya lobster kita supaya berhasil dan Indonesia harus menjadi pusat lobster dunia,” tegas BHS.

Dari kebijakan ini, pria asal Sidoarjo itu yakin akan mendatangkan banyak devisa buat negara. Tentunya dapat berimplikasi baik terhadap pertumbuhan ekonomi bangsa yang saat ini terus merosot akibat pandemi Covid-19.

“Kalau benih bisa dibesarkan di Indonesia ini bisa menjadi devisa yang besar buat negara, belum lagi dari sektor pariwisata. Jadi nanti orang (warga dunia internasional) mau makan lobster, dia datang ke Indonesia sekalian berwisata. Terus kita juga menhadirkan menu-menu hidangan lobster yang khas Indonesia,” harapnya.

Soal tuduhan adanya nepotisme Partai Gerindra dalam kebijakan ini, BHS menyatakan bahwa semua warga negara memiliki hak untuk berusaha dan berbisnis. Hal itu menurutnya sudah diatur dalam UU Permodalan Negara.

“Dalam Pasal 4 ayat 2 disebutkan semua warga negara atau masyarakat boleh berusaha. Siapapun itu dan sudah dilindungi, lalu kenapa hal ini yang menjadi polemik? Paling tidak Pak Edhy Prabowo melalui Permen ini sudah berusaha untuk membuat nelayan dan pembudidaya sejahtera,” pungkasnya.

Bertindak sebagai keynote speaker dalam webinar itu ialah Ketua SNNU Witjaksono. Kemudian pembicara lainnya antara lain Ketua DPP Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Amin Abdullah dan Ketua Bidang Potensi Maritim APMI Yeldi S Adel. (Rei)

 

Article Link: http://samudranesia.id/permen-kp-12-2020-menjadi-angin-segar-buat-nelayan-dan-pembudidaya-lobster/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published