Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Permen KP 12/2020 Dijamin akan Berpihak kepada Pembudidaya Lobster

Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto.

Jakarta (Samudranesia) – Tantangan budidaya lobster setelah keluarnya Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan (KP) Nomor 12 Tahun 2020 Tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting dan Rajungan, menjadi sorotan publik.

Pasalnya, para pendukung paradigma ekologi mempertanyakan kemampuan pemerintah dan pembudidaya dalam membudidayakan benih lobster hasil tangkapan di alam. Selain itu, banyak yang berpendapat bahwa Permen ini hanya berpihak kepada ekspor benih lobster.

Terkait hal itu, Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Dr Ir Slamet Soebjakto menjelaskan bahwa nilai produksi budidaya lobster di dunia masih sangat kecil termasuk Indonesia.

“Budidaya lobster masih bergantung pada pasokan benih alam dan untuk pakan budidaya lobster juga masih tergantung pada pakan rucah dan kurangnya pakan alternatif,” ungkap Slamet saat menjadi narasumber dalam webinar via zoom bertajuk “Quo Vadis Sumberdaya Lobster Kita”, yang diselenggarakan oleh Keluarga Alumni Undip, Selasa (14/7).

Selain masalah pakan, beberapa kendala yang dikemukakannya ialah lokasi dan infrastruktur pendukung, terbatasnya teknologi, kompetensi SDM dan permodalan, persaingan pasar serta aspek lintas sektornya.

Slamet juga menjabarkan soal Road Map Budidaya Lobster tahun 2020-2024 yang sudah disusunnya dengan berbagai perhitungan dari tahun ke tahun.

“Nilai produksi lobster dari Rp 330 M pada 2020 menjadi sebesar 1,73 T pada 2024, itu harapannya dan akan terus ditingkatkan untuk pemanfaatan potensi benih lobster. Kemudian volume produksi lobster dari 1.377 ton pada 2020 menjadi sebesar 7.220 ton pada 2024,” jelasnya.

Beberapa upaya juga sudah dilakukan oleh Ditjen Budidaya KKP di antaranya pembenahan tambak melalui penyusunan juknis yang siap diaplikasikan ke masyarakat.

“Untuk budidaya lobster ini kita bisa belajar dari budidaya lain, mengenai rantai pasok hulu hilirnya, termasuk kapal angkutnya. Saat ini sudah diperbolehkan kapal angkut untuk mengangkut komoditas hidup termasuk lobster,” jelasnya lagi.

“Dengan adanya Permen KP 12/2020 ini keberpihakan pada budidaya, jadi tiga bulan setelah Permen ini keluar kita akan keliling daerah untuk melihat perkembangan budidaya lobster ini,” pungkasnya.

Dalam diskusi itu juga menghadirkan para narasumber lainnya di antaranya Ketua Himpunan Pembudidaya Ikan Laut Indonesia (Hiplindo) Ir.Effendy Wong, Wakil Penasihat Perkumpulan Pengusaha Lobster Indonesia (PPNLI) Dr. Ir Agus Priyono dan Guru Besar FPIK Undip Prof Dr Ir Suradi. Bertindak sebagai moderator adalah Ketua Dewan Penasihat DPP Alumni Perikanan Undip Dr. Ir Widodo Farid Ma’ruf. (Tyo)

 

Article Link: http://samudranesia.id/permen-kp-12-2020-dijamin-akan-berpihak-kepada-pembudidaya-lobster/

 


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published