Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Penuh Harapan, Geliat Udang Marguensis di Gresik

Dirjen Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto meninjau tambak udang marguensis di Gresik.

Gresik (Samudranesia) – Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, Kamis (26/9) melakukan kunjungan kerja ke Lokasi Pengembangan Budidaya Udang Jerbung (Penaeus merguensis) yang dikelola oleh kelompok Windu Rejo di Desa Sedagaran, Kec. Sidayu, Kab. Gresik, Jawa Timur.

Kelompok petani tambak Windu Rejo yang beranggotakan 10 orang dan memiliki luas lahan sebesar 83 ha tersebut awal tahun ini telah mendapatkan bantuan benih udang merguensis sebanyak 723 ribu ekor yang didatangkan dari Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara.

Sejauh ini BBPBAP Jepara telah berhasil memproduksi 20 juta benih udang merguensis. Sebanyak 12 juta benih diantaranya merupakan hasil dari induk yang bukan berasal dari tangkapan di alam. Pengembangan benih udang merguensis secara massal dilakukan dengan mengadopsi teknologi produksi udang windu.

“Udang merguensis merupakan udang asli Indonesia atau yang biasa disebut udang jerbung. Budidaya ini menjadi terobosan baru sebagai alternatif komoditas bagi para pembudidaya udang selain udang vaname ataupun udang windu,” ucap Slamet Soebjakto.

Udang merguensis sendiri memiliki keunggulan diantaranya siklus reproduksi yang relatif singkat dibandingkan dengan udang windu ataupun vaname.

Sementara pertumbuhan yang relatif baik dengan mengandalkan kadar protein pakan yang rendah yakni pada kisaran 24-28 persen dan lebih banyak memanfaatkan detritus, sehingga secara otomatis biaya produksi usaha akan lebih efisien. Selain itu jenis udang ini juga lebih tahan terhadap penyakit.

Selain di Gresik, budidaya udang merguensis ini telah dilakukan juga di Pemalang, Brebes, Demak dengan pembinaan langsung dari BBPBAP Jepara yang bekerjasama dengan penyuluh dan dinas perikanan setempat.

“Soal cita rasa, udang merguensis lebih enak dibanding dengan udang vaname. Sehingga pasar bagi udang ini cukup prospektif,” imbuh Slamet Soebjakto.

Ke depan, udang merguensis diharapkan dapat turut menopang kinerja ekspor produk perikanan Indonesia dimana udang menjadi salah satu komoditas andalan. Sebagaimana diketahui, volume ekspor udang pada tahun 2018 sebesar 197,42 ribu ton atau 17,53 persen dari total ekspor produk perikanan indonesia dengan nilai ekspor sebesar 1.74 miliar Dolar AS, yang merupakan 35,84 persen dari total nilai ekspor produk perikanan Indonesia atau memiliki nilai tertinggi diantara komoditas lainnya. (SF)

 

Article Link : http://samudranesia.id/penuh-harapan-geliat-udang-marguensis-di-gresik/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published