Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Pengusaha Ikan Diminta Komitmennya untuk Bagi Hasil Keuntungan dengan ABK

Menteri Edhy Prabowo saat meninjau pelabuhan perikanan dan bertemu ABK perikanan. Foto: KKP

Jakarta (Samudranesia) – Awak kapal perikanan atau Anak Buah Kapal (ABK) perikanan perlu ditingkatkan kesejahteraannya. Terkait itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo meminta kepada para pengusaha ikan atau pemilik kapal ikan untuk membagi hasil keuntungan dengan para ABK.

“Nah ABK sekarang kami minta untuk semua pengusaha ikan kita harus membikin komitmen. Kami membikin komitmen kepada mereka jangan lagi mengandalkan UMR (Upah Minimum Regional-red). Harus ada bagi hasil kalau dia panennya bagus (ABK) mendapat berapa persen. Alhamdulillah dari komunikasi dua arah yang kami lakukan, pengusaha-pengusaha ini bersedia,” kata Menteri Edhy Prabowo saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IVmelalui Zoom, Rabu (22/4).

Hal tersebut merupakan respons Edhy terhadap pertanyaan yang diajukan oleh Anggota Komisi IV DPR Ono Surono. Anggota Fraksi PDIP ini meminta pemerintah untuk memperhatikan kesejahteraan ABK perikanan di Indonesia.

Menurut Edhy, karena ini suatu bentuk komitmen maka tidak perlu pengusaha disurati. Karena pada prinsipnya karyawan merupakan aset yang berharga, jika karyawan sejahtera maka majikan akan tambah kaya.

“Secara prinsip mereka (pengusaha) siap, mereka minta asal semua dipermudah (izinnya). Dan itu sudah kita mudahkan tinggal kita lakukan penguatan-penguatan,” tambahnya.

Pihanya juga mengupayakan adanya pelatihan yang intensif dalam menyiapkan ABK perikanan yang andal. Selain kesejahteraannya, kemampuan dan kualifikasi ABK juga harus ditingkatkan berdasarkan standar dan ketentuan International Maritime Organization (IMO).

“Yang jadi masalah kita sekarang dengan percepatan ijin kapan yang sangat mudah, banyak pengusaha kesulitan mencari ABK,” jelasnya.

Edhy juga meminta Ono untuk membantu KKP soal peningkatan kualitas ABK perikanan. Mantan Ketua Komisi IV DPR itu juga menegaskan bahwa pelatihan merupakan bagian yang penting dalam proses peningkatan tersebut.

‘Mudah-mudahan nanti Pak Ono dengan jaringan yang dimilikinya untuk bersedia didaftarkan ABK-nya. Kenapa pelatihan penting sudah ada pengurangan dari 32.000 (perizinan) tinggal 10.000, nanti belajarnya dengan online. Kita juga sudah punya penyuluh-penyuluh pendamping, penyuluh dari dinas, penyuluh kontrak dan penyuluh swadaya,” pungkas Edhy. (Tyo)

 

Article Link: http://samudranesia.id/pengusaha-ikan-diminta-komitmennya-untuk-bagi-hasil-keuntungan-dengan-abk/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published