Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Pengamat: Pembentukan Kogabwilhan tidak Menjadi Beban Keuangan Negara

Ilustrasi Foto: ANTARA FOTO/Basri Marzuki/15

Jakarta (Samudranesia) – Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) merupakan salah satu sub organisasi TNI yang diaktifkan kembali dengan pertimbangan pencapaian tugas pokok TNI (Reaktivasi).

Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas NH Kertopati menyambut baik adanya Kogabwilhan ini guna memperkuat petahanan NKRI.

“Tentu saja output dan outcome Kogabwilhan sudah diperhitungkan melalui berbagai macam simulasi untuk melaksanakan berbagai macam OMP (Operasi Militer Perang) dan OMSP (Operasi Militer Selain Perang),” kata Nuning biasa disapa kepada redaksi, Kamis (5/12).

Mantan Anggota Komisi I DPR ini menyatakan pembentukan Kogabwilhan ini tidak menjadi beban keuangan negara. Di mana rencana ini sudah ada sejak tahun 2014 silam dan termasuk dalam kebutuhan Minimum Essensial Force (MEF) untuk menghadapi tingginya eskalasi ancaman di wilayah NKRI.

“Termasuk di dalamnya adalah simulasi penganggaran agar pembentukan dan operasionalisasi Kogabwilhan tidak menjadi beban keuangan negara. Beberapa perspektif dan teori keamanan nasional telah dikaji untuk menilai berbagai kriteria dan parameter efektifitas Kogabwilhan,” jelasnya.

“Awalnya Kogabwilhan dibentuk sesuai Strategi Pertahanan Semesta berdasarkan pembagian kompartemen strategis dalam mengimplementasikan strategi itu sendiri. Seiring dengan perjalanan waktu, maka dinamika politik melikuidasi Kogabwilhan dan bahkan mengkonsentrasikan gelar kekuatan TNI di Pulau Jawa (Java Centris),” tambah Nuning.

Sambung dia, dengan mencermati perkembangan lingkungan baik regional maupun global, maka kebutuhan kekuatan TNI harus digelar secara proporsional sesuai dengan eskalasi ancaman.

“Bahkan kebutuhan gelar kekuatan TNI juga ditujukan untuk mengantisipasi bencana alam di berbagai daerah sehingga dibutuhkan reaksi kecepatan TNI yang harus hadir minimal 4 jam pasca terjadinya bencana,” ungkapnya.

Peresmian Kogabwilhan ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 27 Tahun 2019 Tentang Pembentukan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan dan Peningkatan Status 23 Komando Resort Militer dari Tipe B menjadi Tipe A. Terdapa tiga Kogabwilhan yang berkedudukan di Tanjung Pinang (Kogabwilhan I), Balikpapan (Kogabwilhan II), dan Biak (Kogabwilhan III).

Menurut Nuning, dengan adanya Kogabwilhan ini maka konsep Tri Matra Terpadu dalam tingkatan operasi semakin massif. Begitu juga dengan pembagian wilayah Kogabwilhan untuk kawasan Indonesia barat, tengah dan timur sudah sangat tepat.  

“TNI diyakini telah melakukan kajian yang mendalam untuk meningkatkan interoperability ketiga matra TNI ke dalam Kogabwilhan. Luasnya wilayah Indonesia menjadi dasar pembentukan 3 Kogabwilhan agar rasio efektifitas dan efisiensi benar-benar mampu menjawab kebutuhan di lapangan. Saya juga mengucapkan Selamat Hari Armada 5 Desember kepada TNI AL, semoga semakin jaya!,” pungkasnya. (Tyo)

 

Article Link : http://samudranesia.id/pengamat-pembentukan-kogabwilhan-tidak-menjadi-beban-keuangan-negara/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published