Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

“Padang Kurusetra” Kini Bergeser ke LCS

Foto: Net

Jakarta (Samudranesia) – Eskalasi konflik yang semakin meningkat di Laut China Selatan (LCS) saat ini memungkinkan terjadinya perang besar di kemudian hari. Kawasan yang berada di antara Asia Timur dan Asia Tenggara ini diprediksi akan menjadi Padang Kurusetra ke depannya.  

Hal itu sebagaimana dinyatakan oleh Guru Besar Universitas Pertahanan (Unhan) Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr Marsetio. Ia mengulas beberapa analisa yang menjadi faktor-faktor terjadinya perang di kawasan Laut China Selatan.

“Pasca Perang Dunia kedua, perang laut ke depan bukan lagi di Eropa dan Timur Tengah tetapi sudah bergeser ke kawasan Asia Pasifik khususnya Laut China Selatan,” ucap Marsetio dalam BKI Webinar Marathon yang diselenggarakan oleh BKI Academy via Zoom dengan tema “Geopolitik Mariti Pasca Pandemi Covid-19”, Selasa (12/5).

Kasal tahun 2012-2015 ini menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi hal tersebut dikarenakan potensi sumber daya alam yang sangat melimpah di kawasan LCS. Selanjutnya hal tersebut didukung oleh adanya pengerahan kekuatan secara besar-besaran baik oleh China maupun Amerika Serikat beserta sekutunya.

Marsetio menyatakan sejak diluncurkannya program One Belt One Road (OBOR) yang kini menjadi Belt and Road Initiative (BRI) oleh China, negeri yang dipimpin oleh Xi Jinping itu ingin menguasai kawasan strategis di Asia Pasifik hingga ke Timur Tengah dan Afrika.

“Hadirnya China bukan dengan kekuatan bersenjatanya tapi juga dengan menguasai pelabuhan-pelabuhan di sepanjang Asia Pasifik hingga ke Timur Tengah dan Afrika. Selain itu kekuatan angkatan lautnya juga sudah mengarah dari green water navy ke blue water navy,” ulasnya.

Keberadaan Navy dan Coast Guard China itu untuk mengamankan nine dashed line di Laut China Selatan dan Maritime Silk Road (Jalur Sutra Maritim).

“Jadi China ingin menguasai dunia lewat dagang. China ingin mengajak dan mensejahterakan negara-negara lain membangun ekonominya. Saat ini sudah ada 159 negara yang mengikuti program OBOR,” jelasnya.

Bahkan, peraih Bintang Andi Makayasa tahun 1981 ini menyebut Naval Base terbesar di luar China sudah mulai dibangun seperti misalnya di Sri Lanka dan Djibouti. Sehingga prediksi China di tahun 2024 akan menguasai dunia saat ini sudah mendekati kenyataan.

Penasihat Ahli Menko Maritim dan Investasi untuk Pertahanan dan Keamanan ini juga menyatakan walaupun kedua negara adidaya itu (AS dan China) mengerahkan kekuatannya namun tidak ada pernyataan resmi dari mereka soal akan terjadinya perang.

“Adanya perang itu hanya disampaikan oleh analis secara individu. Kalau dilihat dari Ken Booth theory, angkatan laut memiliki peran military, diplomacy dan constabulary, nah sekarang semuanya sedang menjalankan peran diplomacy untuk menghindari perang,” pungkasnya. (Tyo)

 

Article Link: http://samudranesia.id/padang-kurusetra-kini-bergeser-ke-lcs/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published