Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Organisasi Nelayan dan Petani Bergotong Royong ‘Back Up’ Pemerintah Atasi Isu Pangan

Ilustrasi Foto: Net

Jakarta (Samudranesia) – Terkait ancaman ketersediaan pangan di tengah pandemi Covid-19 ini, langkah strategis pemerintah menjadi sorotan dari banyak kalangan. Pasalnya ketersediaan pangan berkaitan erat dengan kedaulatan dan ketahanan pangan bangsa saat ini.

Atas dasar itu Serikat Petani Indonesia (SPI) dan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menggelar diskusi publik via zoom dengan tajuk “Melawan Covid-19 dengan Menegakan Kedaulatan Pangan” pada Kamis (23/4).

Ketua Harian DPP KNTI Dani Setiawan saat membuka diskusi menyatakan bahwa kedua organisasi ini, KNTI dan SPI berinisiatif untuk mengurai permasalahan pangan yang tengah dihadapi oleh bangsa kita di tengah pandemi ini.

“KNTI dan SPI berinisiatif untuk mengadakan diskusi ini. Ada tatanan yang harus dijawab. Kami sebagai organisasi petani dan nelayan yang merupakan tulang punggung produsen pangan perlu ada langkah-langkah yang disiapkan bersama pemerintah dalam mengatasi isu pangan ini di tengah pandemi,” ungkap Dani.

Ia yakin pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tak bisa bekerja sendiri. Sehingga perlu semangat gotong royong dari setiap elemen bangsa khususnya organisasi petani dan nelayan.

“Tentu dalam menanggapi perkembangan terkini perlu gotong royong, kolaborasi dan berkomunikasi agar organisasi nelayan dan petani ini bisa mendorong inisiatif untuk membantu Kementerian Pertanian dan KKP agar terjadi ketersediaan pangan,” jelasnya.

Salah satu narasumber yakni Kepala Ketersediaan Pangan, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Andriko Noto Susanto menyebut bahwa diskusi ini sangat penting dalam mengulas situasi, tantangan dan strategi ketahanan pangan kita.

“Mengacu dari UU No.18/2012 tentang Pangan, bahwa kedaulatan dan kemandirian pangan itu ditentukan oleh keterjangkauan, ketersediaan dan pemanfaatan pangan. Ujungnya ialah mewujudkan individu yang sehat, aktif dan produktif,” kata Andriko.

Ia menambahkan sejauh ini Menteri Pertanian telah menegaskan mengenai pentingnya membangun industri pertanian dan menyelamatkan pangan rakyat. Terutama dalam menghadapi wabah Covid-19 ini.

“Industri pertanian harus menjadi pemenang dan pangan rakyat kita tidak bersoal atau aman,” tandasnya.

Sementara itu, Dirjen Perikanan Tangkap (KKP) M. Zulficar Mochtar yang juga bertindak sebagai pembicara dalam diskusi itu menyatakan produksi perikanan selama 3 bulan ke depan masih aman.

“Dari sisi produksi perikanan, kita cukup stabil untuk 3 bulan ke depan. Kita punya 1,6 juta ton stok ikan,” ungkap Zulficar.

Sambungnya, KKP tengah mengantisipasi masalah-masalah yang menimpa nelayan kecil. Di mana nelayan kecil sangat besar mencapai 95 persen dari jumlah nelayan keseluruhan di Indonesia.

“95 persen nelayan kita adalah nelayan kecil, mereka butuh akses permodalan, fasilitas dan bantuan lainnya,” jelas dia.

Kemdian permasalah jalur logistik hasil perikanan juga menjadi sorotannya. Dampak yang paling besar dirasakan oleh pelaku usaha kelautan dan perikanan ialah sulitnya alur logistik karena banyak yang terhambat.

“Ada beberapa daerah yang membatasi diri sehingga rantai logistik jadi bermasalah sehingga ikan nelayan tidak terserap. Untuk itu kita bersinergi dengan seluruh stakeholder terutama BUMN. Lalu upaya beli ikan juga kita dorong,” pungkasnya. (Tyo)

 

Article Linkhttp://samudranesia.id/organisasi-nelayan-dan-petani-bergotong-royong-back-up-pemerintah-atasi-isu-pangan/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published