Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Nelayan Lobster Butuh Alat Selam Pengganti Kompresor

Nelayan pengguna kompresor harus mendapat bantuan alat selam layak dari negara. Foto: Net

Jakarta (Samudranesia) – Banyaknya nelayan lobster di beberapa daerah di Indonesia yang masih menggunakan kompresor angin harus menjadi catatan tersendiri bagi pemerintah dalam penyediaan alat selam.

Menyelam dengan menggunakan kompresor jelas membahayakan tubuh. Padahal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah mengumumkan penggunaan mesin kompresor sebagai alat bantu pernafasan oleh para nelayan saat menyelam tidak dibenarkan. Cara ini bisa mengakibatkan efek negatif bagi nelayan penyelam, seperti lumpuh, tuli hingga meninggal dunia.

Beberapa bulan lalu, dua orang nelayan penangkap lobster Labuhan Mapin, Kabupaten Sumbawa, NTB ditangkap oleh Polairud. Mereka dituduhkan pada dua hal, yakni memakai Kompresor dan tidak memiliki surat izin kapal penangkapan sebagaimana syarat kapal penangkapan ikan.

Mereka kemudian dibebaskan oleh Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung karena penggunaan kompresor di sini sebagai alat bantu pernafasan bukan sebagai alat tangkap, sehingga atas penilaian lembaga yudikatif tersebut masih diperbolehkan.

Terkait hal itu, Ketua Asosiasi Nelayan Lobster Indonesia (ANLI) Rusdianto Samawa memandang fenomena ini harus dari dua sisi. Pertama terkait larangan penggunaan kompresor buat menyelam bagi nelayan tersebut, jika tidak ada bantuan untuk penggantinya maka akan berakibat terjadinya pengangguran.

Kedua berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan jiwa bagi nelayan penangkap lobster, yang juga harus diperhatikan oleh pemerintah.

“Yang perlu diingat pemerintah harus mengatur regulasi yang berpihak pada nelayan. Pemerintah wajib menjamin keselamatan dan kesehatan setiap warga negara. Sedangkan di sisi yang lain, jika himbauan dan larangan menggunakan kompresor dipertegas, secara tidak langsung mematikan mata pencaharian nelayan itu sendiri,” ujar Rusdianto kepada Samudranesia, Minggu (30/8).

Rusdianto menyatakan bahwa nelayan penangkap lobster di Labuhan Mapin itu memiliki argumentasi kuat dalam mempertahankan hak hidupnya. Jika mereka tidak menyelam menggunakan kompresor, mereka tidak dapat penghasilan dan keluarganya tidak bisa makan.

“Nelayan yang melakukan penyelaman dengan terpaksa mengabaikan keselamatan serta kesehatan mereka sendiri demi sesuap nasi. Ini terpaksa dikarenakan untuk mengisi perut,” jelas Rusdianto.

Ia menyebut di daerah Sumbawa, terutama para nelayan tradisional di Pulau Kaung, Labuhan Mapin, Pulau Bungin, Tarano, Maronge, dan bahkan di seluruh Indonesia masih banyak yang menggunakan kompresor sewaktu menyelam mencari lobster dan teripang.

“Aktivitas menggunakan kompresor setiap hari dilakukan oleh para nelayan. Bahkan mereka bisa menghabiskan waktu di dasar laut hingga berjam-jam setiap harinya. Dampak dari kegiatan penyelaman menggunakan kompresor ini sangat fatal, mereka bisa lumpuh bahkan alami kematian,” bebernya.

“Jadi memang harus ada solusi efektif melalui skema kebijakan yang pro pada kepentingan nelayan, tanpa ada diskriminasi pada hak-hak nelayan lobster,” pungkas Rusdianto.

Di tempat terpisah, Ketua Serikat Pekerja Perikanan Indonesia (SPPI) Achdiyat Ilyas Pangestu mengutarakan bahwa sudah seharusnya risiko tinggi nelayan lobster yang menyelam menggunakan kompresor diakhiri.

“Ini kan berisiko tinggi, jadi pemerintah wajib memberikan bantuan alat selam yang layak kepada nelayan lobster agar mereka tidak lagi menggunakan kompresor,” ujar Ilyas dalam keterangannya kepada Samudranesia beberapa waktu lalu.

Tegas dia, bantuan itu merupakan bentuk negara hadir kepada nelayan. Selain mengutamakan keselamatan dan kesehatan nelayan, negara juga harus mensejahterakan mereka dengan tidak menghilangkan pekerjaannya.

“Nelayan itu warga negara juga jadi wajib harus dilindungi oleh negara,” tandasnya.

Memang dalam beberapa kesempatan, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo pernah berjanji akan memberikan bantuan alat selam kepada nelayan penangkap lobster. Hal itu diutarakannya saat berdialog dengan nelayan di daerah Tapal Kuda, Jawa Timur.

“Nanti kita siap memberikan dukungan alat selam. Tinggal bapak ajukan saja. Ditjen PRL maupun Budidaya bisa membantu. Nanti pembinaannya akan kita bantu,” kata Menteri Edhy kepada nelayan penangkap lobster Jawa Timur. (Tyo)

 

 

Article Link: http://samudranesia.id/nelayan-lobster-butuh-alat-selam-pengganti-kompresor/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published