Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Momen HUT Kota Semarang, KNTI Minta Pemkot Serius Bangun Masyarakat Pesisir

Potret pesisir Semarang. Foto; Net

Semarang (Samudranesia) – Dalam momentum Dirgahayu Kota Semarang ke-473, pembangunan pesisir dan masyarakat nelayan menjadi sorotan para aktivis nelayan dan penggiat laut.

Humas Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kota Semarang Hendra Wiguna berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menaruh erhatian kepada nelayan dan pembudidaya yang sedikit banyaknya telah menyumbang pendapatan daerah.

“Semoga ke depan Kota Semarang dapat menjadi percontohan dalam membangun kota pesisir dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Pemkot juga dapat mendorong peningkatan sektor industri dan perdagangan di bidang perikanan,” ujar Hendra dalam keterangannya, Sabtu (2/5).

Menurut dia, Kota Semarang merupakan kota tua di pesisir Pantai Utara Jawa yang jauh sebelum Indonesia merdeka, aktivitas perekonomian maritimnya sudah ramai. VOC juga telah menjadikan Kota Semarang ini sebagai pelabuhan dagangnya di Jawa Tengah.

“Jadi tidak heran kalau sampai sekarang aktivitas transportasi, akomodasi, mobilitas orang hingga aktivitas perdagangan ramai di wilayah pesisir. Mulai dari pelabuhan petikemas, Bandara, hingga terminal bus dan kereta turut membentuk budaya masyarakat pesisir yang dinamis,” ulasnya.

Hendra menyampaikan bahwa harapan masyarakat tentu menginginkan adanya aktivitas ekonomi, perdagangan dan transportasi yang baik di pesisir. Pemerintah juga harus memberi perhatian pada kehidupan masyarakat pesisir, terutama nelayan dan pembudidaya ikan yang telah turun temurun hidup dan menghidupi Kota Semarang.

“Apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang belum pasti kapan akan berakhir ini. baik nelayan maupun pembudidaya perlu didukung oleh sarana dan prasarana yang dapat menunjang aktivitas mereka, termasuk penyerapan atau pemasaran hasil produksinya juga jangan sampat luput dari perhatian,” imbuhnya.

Usai berdiskusi dengan Dinas Perikanan Kota Semarang beberapa waktu lalu, Hendra optimis bahwa pembangunan sarana penunjang aktivitas nelayan yakni Tempat Pelelangan Ikan (TPI) mulai dirancang oleh pemerintah. Hal ini mengingat TPI yang ada sekarang kurang begitu mendukung aktivitas nelayan.

Padahal dengan adanya TPI yang layak, lanjut Hendra, aktivitas perikanan bisa berkontribusi lebih kepada pendapatan daerah.

“Dibangunnya TPI perlu juga untuk menghadirkan SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan-red) di dekat sandar perahu nelayan. Kedua sarana ini harus berada dekat dengan sandar perahu nelayan, agar nelayan mudah mengaksesnya,” tegas Hendra. 

Masih kata dia, selain nelayan, anggota dari keluarga nelayan juga bisa didorong untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi sektor perikanan kota semarang. Misalnya dengan pemberdayaan istri atau anak-anak nelayan dalam pengolahan hasil perikanan.

“Jika dikembangkan, hal ini dapat menambah pendapatan keluarga nelayan,” tandasnya. (Tyo)

 

Article Link: http://samudranesia.id/momen-hut-kota-semarang-knti-minta-pemkot-serius-bangun-masyarakat-pesisir/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published