Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Merancang World Class Navy lewat SSM Based AR

Jakarta (Samudranesia) – Soft Systems Methodology Based Action Research (SSM Based AR) adalah suatu metolologi penelitian yang tujuannya untuk menyelesaikan masalah-masalah yang sifatnya kompleks-pluralist dimana unsur kualitatif dan ketidakpastian cukup dominan. Terutama dalam ranah kemaritiman dan militer saat ini, di mana lingkup kajian serta fenomena glabal semakin berkembang dan dinamis.

Guru Besar Universitas Pertahahan (Unhan) Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr Marsetio mengupas tuntas SSM Based AR dari karya-karya yang ditulisnya. Salah satunya ialah buku “World Class Navy yang ditulisnya pada tahun 2014 sewaktu dirinya menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal).

“Ini (World Class Navy) adalah buku kedua setelah buku pertama berjudul Sea Power Indonesia untuk panduan menuju World Class Navy. Saat itu memang belum ada referensi atau literatur tentang ap aitu Indonesian Sea Power,” ucap Marsetio dalam webinar bertajuk “Aplikasi SSM-Based AR Pada Riset Kemaritiman/Militer Dalam Penulisan Buku dan Jurnal” yang diselenggarakan oleh BKI Academy, Jumat (5/6).

Pada kesempatan itu, Kasal periode 2012-2015 ini menggugah para guru besar dan dosen untuk terus berpijak pada Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam prinsip itu, penelitian menjadi faktor terpenting agar para akademisi ini bisa membangun bangsa dan negara.

Sebelumnya ia menjabarkan mengenai tahapan SSM itu yakni menemukan masalah, memformulasikan definisi akar, membangun model konseptual, membandingkan model konseptual dengan realita, menentukan perubahan dan mengambil tindakan. Sedangkan Action Research/AR adalah suatu metodologi penelitian yang berfokus langsung pada tindakan sosial dan kebanyakan bersifat kualitatif.

Menurutnya, AR merupakan suatu metode yang didasarkan pada tindakan masyarakat yang seringkali diselenggarakan pada bidang luas seperti sekolah, rumah sakit, kesatuan dan lainnya.

Terkait World Class Navy, penerima Bintang Andi Makayasa tahun 1981 itu menyatakan bahwa niatnya menulis buku ini sebagai sumbangsih dirinya dalam membangun TNI Angkatan Laut yang berkelas dunia.

Ia menuturkan dalam buku itu diawali oleh adanya testimoni dari pimpinan Angkatan laut negara lain mengenai pandangannya terhadap TNI AL. Menurut mereka, matra laut kebanggaan Indonesia layak menerima status sebagai World Class Navy.

“Pada saat simposium mengenai Sea Power mereka (para pimpinan Angkatan laut negara lain) mengatakan your navy really world class navy,” tuturnya.

Sambungnya, untuk menjadikan TNI AL sebagai World Class Navy terdapat empat elemen yang harus dipenuhi. Antara lain SDM, teknologi, organisasi dan operasi yang unggul. Seluruhnya harus selalu ditampilkan dan diimplementasikan secara konsisten dari waktu ke waktu.

“Apabila keempat elemen World Class Navy itu dijalankan maka seperti apa yang disampaikan oleh para chief angkatan laut dari negara-negara bahwa kita akan menjadi World Class Navy,” pungkasnya.

Hadir sebagai pembicara dalam webinar itu antara lain Rektor Unhan Laksdya TNI Dr Amarulla Octavian, Dirut PT BKI Rudiyanto, mantan Kabakamla Laksdya TNI (Purn) A. Taufiqoerrachman, Guru Besar FISIP UI Prof Dr Sudarsono Hardjosoekarto, Dekan FISIP UI Dr Arie Setiabudi Soesilo, Dosen Unhan Laksda TNI (Purn) Dr Sulistyanto, dan Dosen Pascasarjana FIA UI Dr Rachma Fitriati.

Bertindak sebagai moderator dalam acara tersebut ialah Kepala BKI Academy Arief Bijaksana Prawira Negara. (Tyo)

 

Article Link: http://samudranesia.id/merancang-world-class-navy-lewat-ssm-based-ar/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published