Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Menyamar Sebagai Nelayan, Tim Patroli KKP Bekuk Pelaku Destructive Fishing di Kawasan Konservasi Kapoposang

Berita PRL, Kapoposang - Lindungi Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN) dari praktek Destructive Fishing (DF), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar patroli pengawasan di Taman Wisata Perairan (TWP) Kapoposang, Sulawesi Selatan. 

Patroli pengawasan dilakukan oleh Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang selaku pengelola TWP Kapoposang bersama dengan Direktorat Pemantauan dan Operasi Armada (POA), pada Rabu (30/9).

Ada yang unik dari patroli kali ini. Tim menyamar sebagai nelayan sehingga tidak menimbulkan kecurigaan saat bertugas. Tim yang terdiri dari 3 personil Tim Quick Response Wilker TWP Kapoposang dan 2 personil AKP Hiu Macan 03 berangkat patroli dengan menggunakan kapal kayu dari Pulau Kapoposang menuju ke Taka Pallekko. Strategi penyamaran dengan kapal kayu digunakan agar nelayan yang dicurigai sedang melakukan praktek DF tidak melarikan diri ketika hendak disergap.

Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL), Hendra Yusran Siry saat memberikan keterangan di Jakarta, Selasa (6/10) menjelaskan bahwa praktek DF tidak hanya melanggar hukum namun juga merusak lingkungan.

“Kegiatan merusak seperti penggunaan bom dan bius ikan dalam penangkapan ikan adalah kegiatan yang melanggar hukum dan sangat merusak ekosistem perairan khususnya ekosistem terumbu karang. Banyak ikan dari berbagai ukuran mati sehingga proses regenerasi mereka terganggu, hasilnya sumber daya pesisir khususnya perikanan akan semakin sedikit dan susah untuk ditangkap,” jelas Hendra.

Lebih lanjut, Hendra menegaskan bahwa KKP terus berkomitmen untuk memberantas praktek DF agar pemanfaatan sumber daya pesisir dapat dijalankan secara berkelanjutan.

“Guna menjaga kelestariran sumber daya pesisir dan laut, KKP akan meningkatkan pengawasan terhadap kegiatan pemanfaatan di Kawasan Konservasi Perairan, khususnya di KKPN” pungkasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala BKKPN Kupang Imam Fauzi menyampaikan pentingnya sinergi antar instansi terkait dalam kegiatan pengawasan wilayah pesisir khususnya di KKPN.

“Kegiatan pengawasan wilayah pesisir khususnya di KKPN tidak bisa dilakukan oleh 1 atau 2 pihak saja namun membutuhkan peran berbagai pihak mulai dari Instansi pengelola kawasan, PSDKP, POLAIR, TNI hingga masyarakat pesisir diwilayah KKPN. Perlu ada kesadaran dan tanggung jawab bersama untuk menjaga laut kita agar praktek DF dapat diminimalisir atau bahkan dapat dihilangkan,” kata Imam di Kupang.

Dari hasil patroli, tim berhasil mengamankan 2 kapal nelayan yang dicurigai sedang melakukan praktek DF dalam bentuk bius ikan. Terduga pelaku praktek DF yang berjumlah 5 orang diamankan di Pulau Kapoposang beserta barang bukti berupa botol vixal (alat bius), speargun, kapal, kompresor, selang, masker, fins dan GPS.

Guna penyidikan lebih lanjut para terduga pelaku langsung dijemput oleh Kapten Kapal Pengawas Hiu Macan 03 untuk diserahkan kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan.

 

Article Link: https://kkp.go.id/djprl/artikel/23698-menyamar-sebagai-nelayan-tim-patroli-kkp-bekuk-pelaku-destructive-fishing-di-kawasan-konservasi-kapoposang


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published