Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Menengok Pembuatan Perahu Tradisional Seharga Rp 1 Miliar di Lamongan

Pembuatan perahu tradisional di Lamongan/Samudranesia

Lamongan (Samudranesia) – Kecamatan Paciran adalah wilayah Kabupaten Lamongan yang berada di pesisir pantai utara Jawa (Pantura). Tak heran jika mayoritas masyarakat di sana berprofesi sebagai nelayan.

Saat melewati wilayah tersebut kita akan disuguhi pemandangan pantai dengan hiasan aneka ragam jenis perahu tradisional yang dipergunakan nelayan untuk menangkap ikan.

Aneka ragam jenis perahu tradisional tersebut ada yang berukuran kecil hingga berukuran besar yang berkapasitas puluhan ton. Ada dua jenis perahu tradisional berkapasitas besar, umumnya masyarakat setempat menyebut Perahu dan Jonjon (Den Jon).

Menurut Fathur Rozi, tukang pembuat perahu tradisional di Desa Kandang Semangkon, Kecamatan Paciran, Lamongan, jenis perahu berkapasitas besar biasanya memiliki ukuran panjang antara 7 hingga 9 meter, lebar 4 hingga 6 meter dan tinggi 3 hingga 6 meter dengan kapasitas 30 hingga 50 ton.

“Ciri khas perahu nelayan jenis Perahu ujung depannya menjulang tinggi dan lancip. Sedang ciri khas Jonjon ujungnya papak dan sedikit lebih rendah. Untuk pengerjaannya butuh waktu sekitar 5 bulan,” jelas Fathur Rozi, Jumat (24/7/2020).

Fathur melanjutkan biaya pembuatan perahu tradisional ini bisa mencapai satu milyar rupiah. “Kalau untuk bodinya saja, harga Perahu sekitat Rp 600 juta lebih, sedang Jonjon Rp 700 juta lebih. Kalau lengkap dengan mesin dan isinya bisa mencapai satu milyar rupiah,” ungkap Fathur.

Harga tersebut dirasa wajar mengingat bahan yang digunakan merupakan jenis kayu jati pilihan yang dibeli secara langsung dari Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Perhutani.

“Kalau dari TPK kualitas kayunya lebih bagus. Selain seratnya lebih keras, kondisi kayunya juga lebih kering,” ujar Fathur.

Fathur menambahkan jika kekuatan perahu perikanan yang dibuatanya bisa mencapai 10 tahun. “Jika tidak terjadi tabrakan atau terkena bencana lain, perahu perikanan ini kekuatannya bisa mencapai 10 tahun. Setelah itu wajib direparasi,” ucapnya.

Reparasi perlu dilakukan setelah umur perahu perikanan itu telah mencapai 10 tahun. “Demi keselamatan perahu yang berumur 10 tahun harus direparasi karena kondisinya mulai rapuh,” pungkas Fathur. (Sah)

 

 

Article Link: http://samudranesia.id/menengok-pembuatan-perahu-tradisional-seharga-rp-1-miliar-di-lamongan/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published