Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Menanti Kebangkitan Kontainer Indonesia

Ilustrasi

 

Jakarta (Samudranesia) – Setelah Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut me-launching program Kontainer Masuk Desa, aktivitas kargo Indonesia kian menimbulkan asa yang positif untuk kemajuan bangsa.

Sebagaimana disampaikan oleh Direktur Usaha Angkutan Kargo dan Tol Laut PT Pelni Harry Budiarto dalam keterangannya menyebutkan bahwa sudah seharusnya kontainer milik bangsa bisa maju seiring dengan adanya azas cabotage.

“Salah satu kegiatan beyond cabotage sehrsnya juga menyentuh kepada kontainer sebagai bagian dari kapal sesuai pasal 149 UU 17/2008 ayat 1. Di mana saat ini kontainer milik pelayaran asing bisa masuk ke pelabuhan-pelabuhan yang tidak terbuka bagi perdagangan luar negeri, padahal sesuai azas cabotage seharusnya tidak boleh,” ucap Harry, Senin (27/5).

Ia menyatakan bahwa saat ini peredaran kontainer di dalam negeri sebanyak 12 juta kontainer. Yang benar-benar milik bangsa Indonesia menurut data Asdeki hanya sekitar 400 ribu unit. Hal itu yang perlu didorong agar ke depan kontainer milik Indonesia bisa berjaya di negeri sendiri.

“Padahal membuat kontainer jauh lebih mudah dibandingkan membuat kapalnya, ini juga merupakan tantangan bagi kita semua,” imbuhnya.

Melihat dinamika saat ini, Harry melihat benih kebangkitan kargo mulai tampak hingga ke Indonesia timur. Hal itu seiring dengan adanya perkembangan industri dan ketersediaan energi sehingga bermanfaat untuk muatan balik ke Jawa. Selain itu juga juga adanya produk perikanan dari wilayah timur yang merupakan potensi muatan balik paling efektif.

“Saran juga untuk perlunya kebijakan soft policy dari perdagangan seperti untuk barang impor untuk konsumsi ke pulau Jawa sebaiknya diarahkan untuk dikonsolidasikan di pelabuhan-pelabuhan Indonesia Timur atau juga ditetapkan satu pelabuhan di barat seperti penetapan pelabuhan hub Kuala Tanjung dan Bitung.

 Dengan seperti itu, sambungnya, otomatis industri sejenis dengan barang impor konsumsi di pulau Jawa juga terlindungi dan ada kebangkitan kargo dari pelabuhan-pelabuhan impor komoditi yang ditetapkan.

“Sehingga frekuensi kapal ke timur dan muatan balik bisa terisi. Dalam jangka menengah akan terjadi pergeseran perkembangan yang selama ini terkonsentrasi di Jawa mulai bergeser keluar Jawa, mungkin seperti itu,” pungkasnya.

Kehadiran kontainer di Indonesia timur yang terus meningkat eskalasinya seiring dengan program Tol Laut yang dilaksanakan pemerintah diharapkan mampu menggenjot pertumbuhan ekonomi di pelosok.

Menteri Perhubungan Budi Karya menilai peningkatan biaya angkut kontainer dianggap bakal meningkatkan harga-harga bahan pokok di Indonesia bagian timur. Lewat Tol Laut, pemerintah sudah berupaya untuk mengurangi disparitas harga antara Indonesia bagian barat dan timur. (Tyo)

Editor : Rahman

Article Link :http://samudranesia.id/menanti-kebangkitan-kontainer-indonesia/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published