Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Memiliki Hari Nasional, Betapa Istimewanya Ikan di Indonesia

Foto: Ist

Jakarta (Samudranesia) – Setiap tanggal 21 November diperingati sebagai Hari Ikan Nasional (Harkannas). Penetapan itu  pertama kali ditetapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 24 Januari 2014 melaui Kepres No.3/2014.

Masih belum jelas apa yang melatarbelakangi tanggal 21 November ditetapkan sebagai Harkannas. Namun, asumsi kuat latar belakang dipilihnya tanggal tersebut ialah dipopulerkannya Gerakan Makan Ikan pada tanggal itu di tahun 2013.

Dengan demikian, ikan menjadi hewan yang sangat spesial di Indonesia, karena hanya hewan jenis ini yang memiliki hari khusus tersendiri. Sementara hewan pangan lainnya tak ada yang seistimewa ikan dengan memiliki hari nasional.

Hal tersebut sangat beralasan mengingat Indonesia merupakan negara yang lebih luas lautnya ketimbang daratan.

Ribuan jenis ikan pun hidup di perairan Indonesia yang membentang dari Laut Andaman hingga Arafuru (barat ke timur). Belum lagi untuk perikanan yang berada di darat, yang hidup di sungai, danau, hingga kolam-kolam pekarangan. Hal itu yang membuat seharusnya Indonesia tidak perlu khawatir dengan cadangan sumber protein.

Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan yang lalu Susi Pudjiastuti, Hari Ikan Nasional memiliki filosofi yang meniru India yaitu mengkampanyekan makan ikan. Di lain sisi juga sebagai momen untuk mengapresiasi para pembudidaya ikan, nelayan dan segala aktivitas yang berkaitan dengan perikanan.

“Tanpa mereka tidak mungkin ikan-ikan itu bisa sampai ke meja makan kita,” ungkap Susi.  

Dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan dan protein, ikan menjadi bagian terpenting sebagai sumber gizi nasional. Oleh karena itu keberadaanya menjadi penting dan aktivitas yang menyertainya juga menjadi utama, misalnya seperti usaha perikanan tangkap dan budidaya.

Dilansir dari Wikipedia, konsumsi ikan penduduk Indonesia pada 2013 tercatat hanya 35 kilogram per kapita per tahun atau sekitar 60 sampai 70 gram per hari. Angka ini terbilang rendah dibanding negara-negara lain. Dan tentunya menjadi ironis mengingat Indonesia melimpah dengan sumber daya perikanan.

                          Logo Harkannas (Sumber: KKP)

Dikutip dari buku My Fish My Life yang ditulis Letkol Laut (P) Salim (2016), jumlah produksi ikan pada tahun 2012 mencapai lebih dari 15 juta ton. Diperkirakan tiap tahunnya terus meningkat.

Sumber daya yang besar ini menjadikan ikan berpeluang tinggi dalam memberikan kontribusi di dalam memasok kebutuhan konsumsi protein Indonesia. Berdasarkan penelitian LIPI yang dilakukan di perairan laut selatan Jawa dan barat Sumatra antara 2004-2006 terungkap bahwa setidaknya terdapat 529 biota laut yang berpotensi untuk mendukung ketahanan pangan melalui diversifikasi produk pangan.

Oleh karena itu dengan program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk memasyarakatkan makan ikan melalui Gemarikan menjadi harapan bahwa kebutuhan protein masyarakat dapat terpenuhi.

Di mana hal itu dapat berimplikasi kepada meningkatnya permintaan terhadap ikan dan pendapatan nelayan. Pada tahun 2019 ini peringatan Harkanas mengambil tema “Konsumsi Ikan Meningkatkan Daya Saing Bangsa”. Peringatan ini dipimpin oleh Menteri KP Edhy Prabowo pagi tadi dengan membuka acara Dialog dan Makan Ikan Bersama di Area Parkir Gedung Mina Bahari 3 KKP, Jakarta, Kamis (21/11).

 

Article Link : http://samudranesia.id/memiliki-hari-nasional-betapa-istimewanya-ikan-di-indonesia/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published