Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Membangun ‘Leadership’ Menuju Pelabuhan Berkelas Dunia dalam Bingkai Negara Maritim

Dirut PT PMLI Chiefy Adi Kusmargono (tengah).

Bogor (Samudranesia) – Berkunjung ke Corporote University IPC Learning & Consulting yang terletak di gerbang tol Ciawi, Bogor, menghadirkan suasana sejuk pegunungan yang cocok sebagai tempat pendidikan. Lahan seluas 3000 meter persegi yang dikelola oleh PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI) itu dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memadai.

Mulai dari gedung pertemuan Pendulum Nusantara, gedung Pusat Simulasi, gedung Simulasi Pelabuhan dan Logistik, gedung IPC Residence, gedung Management Office, gedung Learning & Innovation Center, hingga arena outbond, dapat ditemukan di sini.

Direktur Utama PT PMLI Chiefy Adi Kusmargono dengan penuh keramahan langsung menemani kunjungan reporter Samudranesia ke lokasi tersebut. Ia menceritakan secara detail mengenai lokasi dan sepak terjang perusahaannya.

“Ini merupakan rumah bersama bagi seluruh stakholder kemaritiman dan logistik untuk menimba ilmu dan berdiskusi bertukar pikiran untuk kemajuan sektor maritim dan logistik kita,” ujar Chiefy, Rabu (19/8).

Ia yakin dengan menggandeng banyak pihak maka akan tercipta suatu harmoni dalam mencapai tujuan bersama. Di mana tujuan itu sejalan cita-cita membangun negara maritim yang besar melalui sistem pelabuhan dan logistik yang baik.

“Ibarat pelangi, suatu hasil cipta, karsa dan karya tak mungkin bisa berwujud sempurna jika hanya terdiri dari satu pemikiran dan perbuatan. Jika hanya segelintir orang saja yang berupaya, mungkin akan menghasilkan sesuatu tapi pasti tidak akan sempurna. Maka dari itu wujudkanlah harapan dengan melibatkan banyak orang, melibatkan banyak ide, melibatkan banyak gagasan, dan melibatkan banyak pemikiran,” tambahya.

PT PMLI didirikan pada 10 Juli 2013, berdasarkan Akta Pendirian No. 26 Tanggal 10 Juli 2013 dan Akta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-45955.AH.01.01 tahun 2013.

Pendirian PMLI tak terlepas dari transformasi PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC menjadi operator pelabuhan berkelas dunia. Oleh karena itu diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) pelabuhan yang andal dan berkompetensi.

Sambung Chiefy, demi memenuhi kebutuhan tenaga kerja berstandar internasional itu, PMLI berkomitmen menjadikan dirinya sebagai pusat pengembangan kompetensi unggul yang melahirkan pegawai dan kader pemimpin yang profesional di bidang kepelabuhanan, maritim, logistik, manajemen, dan kepemimpinan.

Oleh karena itu, selain kompetensi mengenai pelabuhan dan logistik, PMLI juga menitikberatkan dengan pembangunan karakter dan leadership di bidang maritim yang unggul dan komprehensif.

“Jangan jadi yang biasa saja, kita harus bisa menjadi pribadi yang hebat dan kuat serta dapat bermanfaat bagi sekitar kita. Namun tentu sehebat apapun diri dan kemampuan kita, kita harus tetap bersikap sederhana,” ungkapnya.


Pilar Leadership. Dok PT PMLI

Dengan menjabarkan motto dari Kementerian BUMN yaitu AKHLAK, yang merupakan singkatan dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif, PT PMLI mengusung leadership sebagai tujuan pembangunan SDM.

“Menjadi nakhoda atau pemimpin dalam perusahaan bukanlah suatu perkara yang mudah. Memang sudah menjadi salah satu tugas utama seorang nakhoda untuk melindungi para penumpang ketika kapal menghadapi gelombang, badai, atau cuaca buruk sekalipun yang menerjang,” ulasnya.

Dari berbagai kondisi buruk itulah, Chiefy menyebut proses pembelajaran bisa diambil sebagai modal bagi seorang nakhoda untuk memimpin perusahaan agar semakin maju. Terlebih ketika masa pandemi Covid-19 ini mengguncang sendi-sendi perekonomian bangsa, sektor logistik termasuk yang terkana imbasnya.


Dirut PT PMLI Chiefy Adi Kusmargono

Kendati demikian, Chiefy tetap menggelorakan optimisme di tengah pandemi ini. Justru dengan adanya ujian ini, para pelaku usaha kita semaikin matang dan terlatih dalam menghadapi setiap tantangan zaman.

“Karena jika sebuah perusahaan tidak dihadapkan pada berbagai kondisi terburuk yang datang dari luar maupun dari dalam, bisa dipastikan perusahaan tidak faham akan kemajuan yang dialami oleh pesaingnya sehingga tanpa disadari sudah tertinggal jauh di belakang,” jelasnya.

Di sinilah, lanjut dia, peran besar seorang nakhoda atau pemimpin sangat diandalkan. Nahkoda inilah yang bisa memberi komando serta menjaga ketenangan dan fokus untuk bisa keluar dari badai yang ditemui.

“Semakin banyak badai yang ditemui maka akan semakin banyak pula ilmu yang didapatkan. Dari ilmu tersebut, nakhoda akan dapat menemukan cara terbaik untuk bisa menyandarkan kapal ke dermaga dalam keadaan selamat,” pungkasnya. (Tyo)

 

 

Article Link: http://samudranesia.id/membangun-leadership-menuju-pelabuhan-berkelas-dunia-dalam-bingkai-negara-maritim/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published