Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Mau Budidaya Ikan, tapi Lahannya Sempit? Di-budikdamber aja!

Dok. makassar.terkini.id

Jakarta (Samudranesia) – Gak punya lahan atau lahan sempit memang sering jadi kendala buat mereka yang hobi bercocok tanam, juga pelihara ikan. Sebab, jika dihitung-hitungsejatinya kedua kegiatan tersebut butuh tanah yang relatif luas. Lantas, bagaimana dong kalau seandainya lahan yang kita punya sempit, tapi ingin sekali mewujudkan hobi tersebut? Gak usah khawatir. Sekarang kan ada “budikdamber”.

Budikdamber atau budidaya ikan dalam ember, menerapkan metode aquaponik. Budidaya ikan yang dibarengi dengan kegiatan hidroponik ini merupakan hasil temuan Dosen Politeknik Negeri Lampung, Juli Nursandi, S.Pi, M.Pi. Lewat metode ini seseorang bisa mewujudkan dua hobi sekaligus dalam satu wadah. Budidaya ikan dan bercocok tanam. Tak berlebihan, jika budikdamber disebut menjadi solusi buat mereka yang hobi budidaya ikan dan cocok tanam, tapi lahannya sempit. Karenanya, cara ini diklaim ideal diterapkan di kota yang notabene lahannya rata-rata terbilang minim.

Kelebihan lain dari budikdamber, metodenya yang serbasimpel, baik dalam hal material maupun pembuatannya. Begitu pula soal perawatannya. Alat dan material pembuatan misalnya hanya perlu: ember kapasitas 80 liter, gelas plastik 12 – 15 buah, arang batok kelapa, kawat, tang dan solder. Lantas ikannya, bisa dipilih: lele, patin, sepat, betok, gabus atau gurame. Sedang tanamannya, selain kangkung, bisa juga genjer atau bayam brazil.

Proses pembuatannya dimulai dengan melubangi semua bawah gelas plastik menggunakan solder. Lalu, potong kawat untuk alat kait sekitar 12 cm. Dan, potong juga kangkungnya, masukkan ke dalam gelas plastik itu. Lantas, gelas diisi arang batok kelapa kira-kira 50-80 persennya. Selesai itu, isi ember dengan 60 liter air dan diamkan 1-2 hari. Barulah, masukkan benih lele 5-12 cm sebanyak 60-100 ekor (jika ikan ini yang dipilih) dan biarkan 1-2 hari. Terakhir, rangkai atau tata dengan baik gelas berisi kangkung di sisi ember.

Perawatan tentu sangat diperlukan agar hasilnya optimal. Untuk ikan sebaiknya diberi pakan 2-3 sehari. Sedang kangkung yang biasanya setelah tiga hari sudah mulai tumbuh bisa dikontrol. Jika terdapat kutu, segera dibuang. Karena, ini akan membuat kangkung jadi keriting dan mati. Lalu, air bisa diganti tiap 10-14 hari sekali. Penggantian itu bisa juga ditandai, airnya bau busuk, lele kehilangan nafsu makan. Dan, perilaku lele biasanya menggantung, kepala di atas air dan ekor dalam air.

Panennya? Tak lama kok. Untuk panen kangkung umumnya yang pertama antara 14-21 hari sejak ditanam. Panen kedua sudah bisa dilakukan 10-14 hari kemudian. Dan, khusus kangkung masih bisa dipanen selama 4 bulan. Panen ikan lele juga relatif singkat. Hanya butuh waktu 2 bulan sejak ditebar, ikan tersebut sudah bisa dipanen. Bagaimana simpel kan? Tertarik dengan metode budikdamber? Coba saja praktikkan! (Guss)

 

Article link: http://samudranesia.id/mau-budidaya-ikan-tapi-lahannya-sempit-di-budikdamber-aja/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published