Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Masyarakat Penggerak Konservasi di Banyuwangi dapat Bantuan Alat dari KKP

Dok Foto: KKP

Banyuwangi (Samudranesia) – Penyerahan bantuan disampaikan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo kepada Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Banyuwangi pada Kamis (9/7). 

Pada kesempatan itu, Menteri Edhy menyampaikan bahwa bantuan berupa alat monitoring penyu diberikan sebagai upaya mendukung kelompok masyarakat pengawas kelautan dan perikanan (Pokmaswas) di bidang konservasi untuk lebih giat dan aktif dalam melakukan kegiatan-kegiatan konservasi.

Selain itu bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktifitas masyarakat dalam kegiatan konservasi yang dilakukan. Bantuan KOMPAK diserahkan langsung Menteri Kelautan dan Perikanan kepada Yayasan Penyu Banyuwangi (Banyuwangi Sea Turtle Foundation).

“KKP selalu aktif mendukung kelompok masyarakat di bidang konservasi sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem kelautan dan perikanan yang ada di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Edhy.

Selain menyerahkan bantuan, Menteri Edhy juga melakukan pelepasliaran tukik lekang sebanyak 25 ekor di Banyuwangi Under Water (Bunder) Pantai Bangsring, Kawasan Konservasi Perairan Bangsring di Kabupaten Banyuwangi. MKP juga berdiskusi dengan pengelola Bunder dan mengapresiasi upaya kelompok dalam melakukan edukasi dan wisata berbasis konservasi perairan dan biota laut. MKP meminta agar pengelola menjaga wilayah konservasi ini dan menata lokasi agar menjadi destinasi wisata.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Aryo Hanggono menjelaskan bahwa bantuan pemerintah bidang konservasi tahun 2020 diberikan kepada kelompok masyarakat untuk lebih menggiatkan aktivitas kelompok dalam konservasi pengelolaan penyu di Indonesia.

“Bantuan diberikan kepada kelompok masyarakat atas semangat yang tinggi dan kerja keras kelompok dalam melaksanakan kegiatan konservasi di wilayahnya, sehingga perlu mendapat dukungan dari pemerintah melalui penyaluran bantuan konservasi,” ujar Aryo.

“Kali ini dikhususkan kepada kelompok konservasi penyu karena penyu termasuk biota laut dilindungi dan termasuk dalam 20 target prioritas konservasi oleh KKP tahun 2020-2024. Semoga bantuan ini dapat mendukung upaya KKP dalam menjaga dan melestarikan penyu di habitatnya,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala BPSPL Denpasar Permana Yudiarso mengungkapkan bantuan konservasi yang diberikan berupa peralatan monitoring peneluran penyu yang terdiri dari HOBO USB Micro Station, Smart Temp Sensor 12-bit w/ 6m Cable, Soil Moisture – 10HS, HOBOware PRO v.3.x for PC & Mac, 6-to-1 Smart Sensor Consolidator Box, 4-20mA Input Adapter, Soil PH Sensor. Permana berharap Yayasan Penyu Banyuwangi dapat merawat dan memanfaatkan bantuan yang diberikan untuk mendukung dalam kegiatan-kegiatan konservasi.

Lebih lanjut, Permana menjelaskan Banyuwangi dikenal sebagai salah satu habitat penyu untuk bertelur dan berkembangbiak. Pemberian bantuan pemerintah bidang konservasi kepada Yayasan Penyu Banyuwangi (Banyuwangi Sea Turtle Foundation) sesuai dengan Peraturan Dirjen PRL No. 3 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Konservasi Tahun 2020 dan telah melalui tahapan seleksi dan penilaian yang dilakukan oleh tim verifikasi.

Kelompok Yayasan Penyu Banyuwangi dinyatakan lolos menjadi penerima bantuan, dengan pertimbangan kelompok tersebut berperan aktif dalam kegiatan konservasi penyu di wilayah Banyuwangi terutama di Pantai Marina Boom. Selain itu Yayasan Penyu Banyuwangi juga aktif melakukan sosialisasi pelestarian penyu di lingkungan masyarakat dan Pendidikan‘’ ujar Permana.

Atas bantuan KKP ini, Wiyanto Haditanojo mewakili Yayasan Penyu Banyuwangi pun menyampaikan terima kasih dan berkomitmen untuk mengoptimalkan pemanfaatan bantuan tersebut. (Tyo)

 

 

Article Link: http://samudranesia.id/masyarakat-penggerak-konservasi-di-banyuwangi-dapat-bantuan-alat-dari-kkp/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published