Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Masuki ZEEI Laut Natuna Utara, Kapal Coast Guard China Diusir Kapal Bakamla

Kapal CCG 5204 di Laut Natuna Utara. Dok Foto: Bakamla

Natuna (Samudranesia) – Area seluas lebih kurang 83 ribu kilometer persegi di Laut Natuna Utara yang menjadi overlapping dari nine dash line China di ZEE Indonesia merupakan zona abu-abu yang kerap menjadi sumber konflik antara Indonesia dengan China.

Nelayan China menganggap daerah itu menjadi traditional fishing ground-nya, sementara Indonesia yang tidak mengakui nine dash line, memandang bahwa aktivitas nelayan asing di area tersebut merupakan kegiatan ilegal.

Sering kali aktivitas nelayan China di area tersebut mendapat kawalan ketat dari kapal Coast Guard-nya. Oleh karena itu, kewaspadaan tingkat tinggi perlu dilakukan aparat Indonesia yang dipimpin oleh Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI selaku Coast Guard Indonesia dan leading sector keamanan maritim di masa damai.

Baru-baru ini, KN Nipah-321 milik Bakamla RI berhasil mengusir kapal Coast Guard China yang kedapatan berkeliaran di ZEEI Laut Natuna Utara, yang merupakan wilayah yurisdiksi Indonesia.

Kejadian bermula pada Sabtu (12/9), Kapal Coast Guard China dengan nomor lambung 5204 terdeteksi sekitar pukul 10.00 WIB di radar dan automatic identification system (AIS) KN Nipah pada jarak 9,35 NM. KN Nipah meningkatkan kecepatannya dan mengubah haluan melaksanakan intersep hingga jarak 1 Nm.

KN Nipah melalui radio VHF chanel 16 menanyakan kegiatan kapal Coast Guard China. Setelah dilakukan komunikasi melalui radio dan ditanyakan maksud dari keberadaan kapal di area tersebut, kapal CCG 5204 bersikeras bahwa mereka sedang berpatroli di area nine dash line yang merupakan wilayah teritorial Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Disampaikan personel KN. Pulau Nipah-321 bahwa berdasarkan UNCLOS 1982 tidak diakui keberadaan nine dash line, dan CCG 5204 sedang berada di area ZEEI. KN Pulau Nipah-321 meminta CCG 5204 segera keluar dari wilayah yurisdiksi Indonesia.

Perlu diketahui bahwa Laut Natuna Utara merupakan wilayah yurisdiksi Indonesia, dimana Indonesia memiliki hak berdaulat atas sumber daya alam di perairan tersebut. Kapal-kapal asing dibenarkan melintas dengan syarat tidak melakukan aktivitas lain yang bertentangan dengan hukum nasional.

Kedua kapal pun selanjutnya saling membayang-bayangi satu sama lain. KN Nipah 321 terus berupaya menghalau CCG 5204 keluar dari ZEEI. Bakamla RI sedang berkoordinasi dengan Kemenko Polhukam dan Kemenlu terkait hal ini.

Seperti yang terjadi dalam peristiwa-peristiwa sebelumnya, keberadaan kapal CCG merupakan suatu upaya untuk melindungi nelayannya yang sedang beraktivitas di zona tersebut. Dalam kaca mata hukum Indonesia, aktivitas nelayan China di zona tersebut merupakan kegiatan ilegal sehingga kapal patroli Indonesia berwenang menindaknya.

KN Nipah-321 adalah salah satu unsur Bakamla RI yang sedang melaksanakan operasi cegah tangkal 2020 di wilayah zona maritim barat Bakamla. Operasi itu dilepas 4 September 2020 lalu di dermaga JICT Tanjung Priok oleh Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia ini rencana akan berlangsung hingga akhir November mendatang.

Kapal Coast Guard China 5204 akhirnya bergerak keluar ZEE Indonesia dengan dibayang-bayangi KN Pulau Nipah 321 pada siang hari senin,(14/9) usai bersitegang melalui radio.

Setelah sempat berada di ZEE Indonesia Laut Natuna Utara sejak sabtu 13 September lalu, CCG 5204 terus berusaha di halau oleh KN Pulau Nipah 321. Kedua kapal melakukan komunikasi intensif, saling menegaskan posisi dan klaim atas wilayah laut tersebut.

CCG 5204 dipantau telah bergerak ke utara menjauhi ZEEI, KN Pulau Nipah 321 terus mengamati bersama KRI Imam Bonjol 383 yang juga melaksanakan patroli mem-backup di belakang kapal Bakamla pada jarak 2-3 nm.

Sinergitas Bakamla dan TNI/TNI AL sangat diperlukan untuk mengantisipasi strategi grey area yang mengedepankan kapal kapal non kombatan dalam konflik wilayah laut.

Bakamla sebagai leading sector keamanan laut di masa damai terus pasang badan, sementara TNI AL dengan kapal perangnya standby mendukung bila diperlukan.

Setelah CCG 5204 hilang dari pandangan, KN Pulau Nipah 321 melanjutkan patroli di wilayah perbatasan ZEEI Laut Natuna Utara untuk mengantisipasi sekaligus secara konsisten menunjukkan kehadirannya di ZEEI Laut Natuna Utara. (Tyo)

 

 

Article Link: http://samudranesia.id/masuki-zeei-laut-natuna-utara-kapal-coast-guard-china-diusir-kapal-bakamla/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published