Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Libatkan Milenial, PT Garam Targetkan Tidak Ada Impor di Tahun 2021

Foto: Istimewa.

Jakarta (Samudranesia) – PT Garam (Persero) selaku BUMN yang bergerak di bidang garam baik hulu maupun hilir menargetkan adanya swasembada garam di tahun 2021. Hal itu disampaikan oleh Dirut PT Garam Budi Sasongko dalam seminar online bertajuk “Garam Nasional Sekarang Dan Masa Depan”, yang diselenggarakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia, Senin (27/4).

Dengan judul paparan “Garam, Tantangan dan Peluang di Era Industri 4.0”, Budi menyampaikan bahwa garam menjadi bagian dari generasi bangsa terutama kaum milenial yang jumlahnya sangat besar. Ia mengawali paparannya dengan mengupas 6 isu besar terkait garam yakni (1) keterbatasan lahan, (2) kuantitas dan kualitas, (3) Basis teknologi produksi dan sarana prasarana, (4) regulasi tata niaga garam, (5) penyerapan garam rakyat, dan (6) konsolidasi data.

“Pengurangan lahan dan penambahan lahan itu tidak sepadan, lebih banyak pengurangannya. Pak Luhut sudah sangat luar biasa membantu untuk bagaimana tahun 2021 harus wajib hukumnya untuk tidak impor. Ini adalah challenge untuk kita semua, generasi milenial harus turut terliat, saya harapkan dari diskusi ini ada strategi besar untuk kita lakukan,” ungkap Budi.

Ia menyebut secara kualitas dan kuantitas, produksi garam kita masih kalah dibandingkan dengan di Australia, India dan negara-negara penghasil garam lainnya. Sementara di Indonesia masih bergantung pada musim.

“Pertanian agraris kita terbesar adalah non garam, yang saat ini hanya ada di Pantura, Madura, NTT dan beberapa daerah lainnya,” ulasnya.

 

Mengenai regulasi tata niaga, Budi menyebut belum ada harga dasar garam saat ini. Kemudian tidak adanya harga eceran tertinggi sehingga terjadi adanya pematokan harga bebas.

“Karena perlakuan dari harga bebas inilah tidak ada kendali harga sehingga harga kalau anomali menjadi tinggi. Ketika musim kemaraunya bagus ditambah ada suplai impor sudah pasti harganya turun. Itu sudah menjadi isu rutin yang setiap tahun ada,” jelasnya.

Merujuk pada data KKP, ia menyebut on farm yang dimiliki oleh garam rakyat sekitar 25 ribu hektare, jika produksi per hektare 100 ton, maka di musim panen sudah memiliki 2,5 juta ton garam. Sementara PT Garam sendiri memiliki 5 ribu hektare lahan.

“Yang tidak kalah pentingnya teknis pergaraman kita, terutama di PT Garam ini perlu penyamaan data agar bisa dikonsolidir untuk membenahi tata niaga garam kita,” imbuhnya.

Salah satu solusi yang dikemukakan olehnya ialah ekspansi lahan tambak garam. PT Garam sendiri sudah hadir di NTT bekerja sama dengan ulayat seluas 300 hektare dan sudah menghasilkan garam walaupun belum maksimal.

“PT Garam juga sudah bekerja sama dengan PT Pertamina Patra Niaga dan PLN untuk desalinasi dan Alhamdulillah Nacl-nya sudah lebih dari 95 persen dan bisa untuk dijadikan bahan baku industri kita,” ungkapnya.

Terkait peran milenial, Budi menantang para generasi milenial untuk ikut terlibat dalam usaha pergaraman nasional. Ia melihat potensi Indonesia yang begitu besar untuk bisa swasembada garam.

“Nanti saya kasih satu dapur untuk generasi muda bisa berikan saran dan masukan. Bayangan kita garam itu bukan hanya barang konsumsi yang jualannya kumpul abu dan arang di bawah. Ini tantangan milenial untuk bisa melakukan digitalisasi dalam era 4.0. Lalu GM (General Manager) kita 95 persen juga generasi milenial, paling tidak kita bisa berdaulat garam di negeri kita sendiri,” pungkasnya.

Seminar yang dimoderatori oleh Dhaneswara dari PPI Dunia itu menghadirkan para pembicara lainnya, di antaranya Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Dr. Ir. Safri Burhanuddin, DEA; Direktur Industri Kimia Hulu, Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian, Fridy Juwono; Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Dr. Ir. Aryo Hanggono, DEA dan Ketua Komite Kebijakan Publik Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Doni Wibisono. (Tyo)

 

Article Link: http://samudranesia.id/libatkan-milenial-pt-garam-targetkan-tidak-ada-impor-di-tahun-2021/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published