Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Komit Kelola Terumbu Karang, KKP Himpun Data di Wilayah Kalimantan

 

Berita PRL, Pontianak - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (DJPRL) tengah menghimpun data dan informasi terumbu karang di wilayah Kalimantan guna memperkuat pengelolaan terumbu karang. Hal ini sejalan dengan hasil resolusi International Coral Reef Initiative (ICRI) dan Rencana Aksi Nasional (RAN) Konservasi Karang di Indonesia 2017-2021.

Plt. Sekretaris Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Sesditjen PRL), Agus Dermawan menegaskan Indonesia bersama Monako dan Australia selaku Ketua Bersama ICRI berkomitmen untuk melindungi dan mengelola terumbu karang dari dampak buruk perubahan iklim dan membangun ketahanan terumbu karang.

“ICRI mendorong 200 negara anggotanya untuk meningkatkan monitoring karang dan pelaporan di tingkat nasional dan regional. ICRI juga mendorong anggota dan mitranya untuk berkontribusi dalam pengamatan pemutihan karang termasuk data dan informasi lain yang relevan,” ujar Agus saat dihubungi di Jakarta (17/9).

Sementara itu, Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut (KKHL) Andi Rusandi saat membuka Webinar Jejaring Terumbu Karang Wilayah Kalimantan Kamis lalu (10/9) menyampaikan perairan Indonesia mempunyai daya lenting 41% dibandingkan negara lainnya yang berkisar 10%, maka dari itu terumbu karang merupakan suatu kekuatan bagi Indonesia yang harus dikelola.

“Dari 2,5 juta hektar luas terumbu karang di Indonesia, sebanyak 1 juta hektar telah dilindungi melalui pembentukan kawasan konservasi perairan,” kata Andi di Jakarta.

Menurut Andi, saat ini data mengenai terumbu karang masih kurang dan tidak berkelanjutan. Untuk itu, kerja sama pemerintah, NGO, perguruan tinggi dan mitra lainnya di seluruh Indonesia sangat diperlukan dalam penyusunan database karang Indonesia.

“Perlu dibentuk jejaring pemantauan terumbu karang untuk mengatasi kompleksitas masalah pengelolaan terumbu karang, terutama untuk mengatasi permasalahan keterbatasan penelitian dan survei, data yang tersebar di banyak instansi, dan kejadian pemutihan karang massal di Indonesia,” pungkas Andi.

Senada dengan Direktur KKHL, Kepala BPSPL Pontianak Getreda M. Hehanussa mengatakan upaya konservasi terumbu karang di Kalimantan perlu dilakukan secara bersama-sama. Untuk itu, BPSPL Pontianak bersama stakeholder di Kalimantan tengah menghimpun data-data dan informasi terumbu karang di Kalimantan untuk dijadikan database terumbu karang Kalimantan.

“Buku database ini diharapkan dapat berguna bagi tingkat regional dan internasional,” imbuh Getreda di Pontianak.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Program Kelautan dan Perikanan WWF Indonesia Imam Musthofa Zainudin menyampaikan WWF terus berupaya mendukung program pemerintah untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan kesehatan ekosistem pesisir dan kelautan yang tujuannya untuk kesejahtraan dan kehidupan manusia.

“Dalam lima tahun kedepan, WWF ingin terus berkontribusi mendukung pemerintah dalam penetapan dan meningkatkan efektifitas pengelolaan kawasan konservasi perairan di 5 juta hektar,” tandasnya.

 

 

Article Link: https://kkp.go.id/djprl/artikel/23336-komit-kelola-terumbu-karang-kkp-himpun-data-di-wilayah-kalimantan


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published