Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Kolaborasi yang Indah di Desa Wisata Bahari Tasola

Pantai di Desa Wisata Bahari Tasola. Foto: www.tasolalombok.com

Lombok (Samudranesia ) – Terletak di Lombok Utara, desa wisata “Tasola” (Tanah Song Lauk), yang berada di Dusun Jenggala, Tanah Song Lauk, Kec. Jenggala, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan destinasi wisata bahari yang mengagumkan.

Mulai dikembangkan kembali pasca gempa pada tahun 2018 lalu dan menyambut event Sail Indonesia Moyo Tambora 2018 dan event Pertemuan Tahunan IMF-WB di Bali, desa ini menjelma menjadi destinasi wisata bahari yang mendunia. 

Tanak Song Lauk yang berarti tanah kosong di sisi utara desa menjadi desa binaan wisata bahari. Tasola Beach Village dikembangkan dalam rangka melakukan revitalisasi ekonomi masyarakat pasca gempa yang merupakan hasil kerja sama antara pemerintah (pusat dan daerah) serta masyarakat.

Tentunya di tengah pandemi Covid-19 yang turut meluluhlantahkan perekonomian rakyat khususnya di sektor pariwisata, keberadaan Desa Wisata Bahari Tasola menjadi penting sebagai parameter kebangkitan ekonomi. Memasuki era new normal ini, Tasola dihadapkan kembali dengan suatu misi untuk menyerap para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Potensi unggulan Tasola yaitu pantai yang indah, ketangguhan terhadap bencana, industri kelautan yang berkembang serta keramahtamahan dan sifat gotong royong masyarakat yang dilambangkan dengan empat buah daun warna warni. Dilansir dari tasolalombok.com, desa ini memiliki kearifan lokal yang luhur.

Para wisatawan sangat dimanjakan dengan keindahan pantainya serta hidangan khas Lombok Utara yang terbuat dari bahan dasar ikan serta bahan-bahan lainnya. Selain itu, di desa ini juga ada wahana outbond yang sangat cocok untuk acara keluarga serta pertemuan-pertemuan penting yang melibatkan banyak orang.

Melalui program pengembangan Desa Wisata Bahari (Dewi Bahari), KKP berencana mendukung pengembangan Dewi Bahari yang sudah diinisiasi oleh masyarakat untuk dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Sementara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dengan bantuan program pemulihan ekonomi telah membangun berbagai sarana dan perbaikan rumah yang dipadukan dengan homestay.

Dengan adanya potensi wisata bahari, dan dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara yang mengizinkan tanahnya untuk dibangun, KADIN bersama dengan masyarakat mengembangkan potensi wisata bahari yang dimiliki. Sehingga perpaduan antara ekonomi, kearifan lokal dan keindahan alamnya menjadi kolaborasi yang indah di Desa Wisata Bahari Tasola.

Peran KKP dan KADIN

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Aryo Hanggono menyampaikan melalui Program Pengembangan Desa Wisata Bahari, KKP berencana men-support pengembangan Dewi Bahari yang sudah diinisiasi oleh masyarakat untuk dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Butuh kerja sama berbagai pihak untuk membangkitkan kembali wisata bahari yang terdampak akibat gempa Lombok, termasuk melibatkan swasta dan perguruan tinggi,” pungkas Aryo di Jakarta (29/8) lalu.

Sementara itu, Direktur Jasa Kelautan, Miftahul Huda menyampaikan masyarakat Dusun Jenggala yang sebagian besar penduduknya, 80 persen bermata pencarian sebagai nelayan, sangat berharap ada pendapatan lain selain sebagai nelayan di masa paceklik. Menurutnya, dengan melimpahnya produk perikanan, masyarakat berharap adanya olahan hasil ikan dan juga wisata kuliner yang dapat dikembangkan.

“Program Desa Wisata Bahari atau Dewi Bahari, yang dikembangkan oleh KKP dilakukan melalui tahap perencanaan di tingkat desa,” ujar Huda di sela-sela diskusi wisata bahari di Lombok, Selasa (25/8).

Huda menyampaikan banyak potensi yang dapat dikembangkan seperti kuliner dari hasil kebun dan hasil perikanan, potensi wisata bahari pantai, dan banyak hal lain yang bisa digali.

“Melalui perencanaan yang didiskusikan bersama dengan masyarakat, keterlibatan desa, dan stakeholder lainnya, wisata Tasola diharapkan benar-benar menjadi harapan masyarakat desa, sehingga masyarakat merasa memiliki dan mempunyai semangat untuk mengembangkan potensinya untuk dapat meningkatkan pendapatan mereka,” jelasnya.

Mengawali Program Dewi Bahari konsep wisata kuliner akan menjadi bagian dari Perencanaan Pengembangan Dewi Bahari. Pada tahun 2020, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut akan memberikan bantuan fasilitas wisata kuliner, sebagai kelanjutan dari pelatihan kuliner yang telah dilakukan KKP pada tahun sebelumnya dengan melibatkan akademisi dari Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram, NTB.

Dengan mengganadeng KADIN, program tersebut semakin teralisasi dan memiliki nilai ekonomi yang meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat. Daerah itu kemudian juga cocok menjadi sentra pertumbuhan ekonomi di Lombok Utara khususnya dan Provinsi NTB pada umumnya.

Diskusi itu yang digelar KKP dan KADIN itu dihadiri oleh Kades Desa Tanah Song, Perwakilan Dinas Perikanan Kabupaten Lombok Utara, tokoh masyarakat, PKK, dan Karang Taruna. Diskusi menghasilkan beberapa masukan yang ditindaklanjuti melalui pengaturan regulasi dalam menggunakan/penyewaan fasilitas yang ada untuk dapat dirasakan manfaat ekonominya secara bersama-sama. (Tyo)

 

 

Article Link: http://samudranesia.id/kolaborasi-yang-indah-di-desa-wisata-bahari-tasola/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published