Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

KKP Komitmen Jaga Kelestarian Penyu di Indonesia

Timor Tengah Selatan (Samudranesia) – Konsisten menjaga kelestarian penyu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali melepasliarkan 205 tukik ke habitatnya. Ratusan tukik berjenis penyu lekang tersebut merupakan hasil penetasan relokasi telur penyu di Demplot Penyu Tuafanu.

Pelepasliaran dilakukan oleh Unit Pengelola Teknis (UPT) Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang bersama dengan Kelompok Pengawas dan Pelestarian Penyu Tefaun di pantai Desa Tuafanu, Timor Tengah Selatan, NTT (18/7).

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL), Aryo Hanggono saat memberikan keterangan di Jakarta (20/7) mengungkapkan kegiatan pelepasliaran tukik merupakan bagian dari implementasi Rencana Aksi Nasional (RAN) Konservasi Penyu dan upaya pemerintah dalam menjamin kelestarian penyu di Indonesia.

“Penyu merupakan salah satu biota laut yang terancam punah dan statusnya telah dilindungi secara nasional dan internasional. Penyu termasuk dalam apendiks I CITES dan daftar merah Badan Konservasi Dunia (The International Union for Conservation of Nature Red List/IUCN Red List),” ungkap Aryo.

Selain sebagai upaya pelestarian, Aryo mengharapkan kegiatan pelepasliaran tukik ini dapat menjadi sarana edukasi kepada masyarakat umum tentang pentingnya melestarikan penyu. “Semoga kegiatan ini juga dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan biota laut dilindungi ini,” pesannya.

Di tempat terpisah, Kepala BKKPN Kupang, Ikram M. Sangadji menuturkan bahwa pelestarian penyu di Desa Tuafanu akan dikembangkan menjadi pelestarian yang berkelanjutan dengan memanfaatkan demplot penyu tidak hanya sebagai sarana pelestarian dengan melepasliarkan tukik penyu, namun juga sebagai sarana wisata edukasi tentang jenis penyu.

“Upaya pelestarian dengan memanfaatkan demplot penyu di Desa Tuafanu hingga saat ini sudah berjalan dengan baik, namun pengelolaannya belum dapat memberikan outcome atau penghasilan untuk kelompok maupun masyarakat di Desa Tuafanu,” tutur Ikram di Kupang (18/7).

Ikram menjelaskan pengembangan demplot sebagai wisata edukasi ke depannya perlu dilakukan agar pengelolaan demplot dapat dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan. Menurutnya, pengembangan ini dinilai potensial karena demplot berada di dekat obyek wisata yang cukup dikenal di Provinsi NTT yaitu Pantai Oetune dengan gumuk pasir indah sebagai salah satu daya tariknya.

 

 

Article Link: http://samudranesia.id/kkp-komitmen-jaga-kelestarian-penyu-di-indonesia/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published