Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

KKP dan Aspeksindo Tak Ingin Pembangunan Sektor Kelautan hanya Sebatas Jargon

Menteri KP Edhy Prabowo bersama Ketua Aspeksindo Abdul Gafur Mas'ud/Samudranesia.

Jakarta (Samudranesia) – Visi Poros Maritim Dunia yang berjalan sejak 2014, hingga kini belum tampak nyata hasilnya dalam pembangunan masyarakat daerah pesisir dan kepulauan. Sehingga visi luhur tersebut seakan hanya menjadi jargon belaka.

Maka dari itu, Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) saat memperingati hari jadinya yang ketiga di Gedung Mina Bahari III, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Jakarta, Senin (10/8), bertekad untuk mewujudkan visi itu dengan merancang pengelolaan daerah pesisir secara terpadu.

Gayung bersambut kata terjawab. KKP juga memandang bahwa Aspeksindo merupakan mitra terbaiknya dalam mengelola sektor kelautan.

“Saya lihat ada semangat di sektor ini. Lebih dari setengah kabupaten (di Indonesia) adalah anggota Aspeksindo. Tentu ini mitra yang sangat strategis bagi KKP. Kami meminta Aspeksindo untuk terus bahu-membahu dan saling percaya dalam mengelola sektor kelautan,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di sela-sela peringatan itu.

Ia menambahkan pihaknya akan terus terbuka terhadap segala potensi dan kemampuan yang dimilikinya dengan Aspeksindo. Terutama dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, di mana perekonomian juga menurun, maka peran Aspeksindo sangat diharapkan.

“Dalam kondisi yang sulit ini, pembangunan di sektor kelautan bisa semakin nyata, tidak sekadar jargon. Fakta, bahwa sektor kelautan perikanan menjadi sektor yang bisa menyerap lapangan kerja di saat yang mendesak ini dan menghasilkan devisa untuk pertumbuhan ekonomi negara,” jelasnya.

Edhy juga meminta semua pihak, utamanya Aspeksindo untuk tidak mempertentangkan antara sustainability (keberlanjutan) dan prosperity (kesejahteraan). Keduanya harus berjalan bersamaan dan tidak boleh ada yang ditinggalkan.

“Ini harus berjalan keduanya. Kita terus menjaga keberlanjutan tapi juga harus memperhatikan ekonomi. Dua-duanya harus dijalankan, dua-duanya tidak boleh ditinggalkan. Saya percaya dengan Aspeksindo serta kepala-kepala daerah yang ada di dalamnya untuk bahu-membahu agar keduanya bisa terus kita kawal,” tegasnya.

Edhy mengakui bahwa saat ini anggaran untuk mengelola sektor kelautan sangat terbatas di APBN. Namun dirinya mengajak semua pihak termasuk kepala daerah pesisir untuk tidak putus asa. Menurutnya, banyak cara yang bisa di-create menjadi strategi dalam memperoleh anggaran.

“Ada KUR (Kredit Usaha Rakyat-red) yang disiapkan negara. Jumlahnya ada Rp 195 miliar, ini menjadi peluang kita dalam kondisi Covid saat ini dalam mengelola sektor kelautan,” pungkasnya. (Tyo)

 

 

Article Link: http://samudranesia.id/kkp-dan-aspeksindo-tak-ingin-pembangunan-sektor-kelautan-hanya-sebatas-jargon/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published