Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

KKP Bersama Warga Selamatkan Lumba-lumba Terdampar di Pantai Napae Sabu Raijua

 

Sabu Raijua - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang bersama masyarakat melakukan upaya penyelamatan terhadap seekor lumba-lumba yang terdampar di Pantai Napae Sabu Raijua, NTT.

Sebelumnya, pada Sabtu (5/9), seekor Lumba-lumba Gigi Kasar (Steno bredanensis) dilaporkan terdampar dalam kondisi kode 1 (Hidup). Dari hasil pengamatan, lumba-lumba diketahui memiliki panjang 2,15 m dengan kondisi fisik tidak mengalami luka yang serius. Hanya sedikit tergores di bagian samping tubuh dekat sirip dada dan ujung mulut.

Upaya penyelamatan segara dilakukan Tim respon cepat BKKPN Kupang bersama warga sekitar dengan berusaha mengembalikan lumba-lumba ke laut menggunakan tandu. Tetapi lumba-lumba tetap berenang kembali ke darat.

Tak menyerah, tim respon cepat kembali melakukan upaya pengembalian lumba-lumba ke tengah laut dengan bantuan kapal ketinting. Mamalia laut ini dibawa sejauh 1 km dari pantai, akan tetapi lumba- lumba tetap kembali ke darat.

Untuk kedua kali, lumba-lumba dibawa kembali menggunakan kapal ketinting sejauh 2 km dari pantai yang lokasinya dekat dengan kemunculan kawanan lumba-lumba. Tetapi mamalia laut ini tetap kembali ke darat.

Karena upaya pengembalian ke laut tidak berhasil, akhirnya tim respon cepat bersama warga memutuskan membiarkan lumba-lumba berenang di Pantai Napae dengan tetap melakukan penjagaan. Hal ini mengingat kondisi yang sudah larut malam. 

Keesokan hari (6/9) pukul 08.00 ketika Tim melakukan pengecekan kembali ke Pantai, lumba-lumba sudah tidak dijumpai lagi. Menurut informasi dari nelayan setempat diketahui bahwa lumba-lumba telah berhasil berenang ke pantai di Desa Ledeana.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (DJPRL), Aryo Hanggono saat dihubungi di Jakarta, Minggu (6/9) mengapresiasi respon cepat yang dilakukan BKKPN Kupang bersama masyarakat dalam menyelamatkan lumba-lumba yang terdampar di Pantai Napae.

“Perairan Sabu Raijua yang termasuk dalam kawasan konservasi Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawu merupakan koridor penting perlintasan mamalia laut. Oleh karena itu, sering terjadi kejadian mamalia laut terdampar,” ujar Aryo.

Aryo menjelaskan berdasarkan informasi tim di lapangan, penyebab lumba-lumba terdampar ini diduga karena disorientasi arah. Hal ini melihat perilaku lumba-lumba yang terus kembali ke daratan ketika dilepas ke tengah laut.

“Ada beberapa penyebab mamalia laut bisa terdampar yaitu antara lain karena penyakit, pencemaran laut, cuaca buruk, bycatch, tertabrak kapal, dan disorientasi,” jelasnya.

Lumba-lumba merupakan salah satu biota laut yang dilindungi oleh secara nasional dan internasional. Dalam rangka upaya pelestarian, KKP telah mengeluarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No 79 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Konservasi Mamalia Laut dan Pedoman Penanganan Mamalia Laut Tedampar di Indonesia. (Humas PRL)

 

Article Link: https://kkp.go.id/djprl/artikel/23107-kkp-bersama-warga-selamatkan-lumba-lumba-terdampar-di-pantai-napae-sabu-raijua


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published