Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Kini Komoditas Unggulan Sulteng bisa Langsung Diekspor Melalui Pantoloan

Dok Foto: Pelindo IV

Palu (Samudranesia) – Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) yang beribukota di Palu memiliki kekayaan alam yang melimpah. Baik hasil perkebunan, kelautan maupun pertambangannya menjadi komoditas unggulan dari provinsi yang pernah dilanda bencana tsunami dan likuifaksi tersebut.

Kabar gembira datang dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Persero dalam rangka mendukung ekspor komoditas asli Sulteng tersebut. Dalam memenuhi kebutuhan dunia internasional, PT Pelindo IV menerapkan direct call ke beberapa negara di Asia.

Alhasil, upata tersebut sangat berdampak pada perputaran ekonomi masyarakat. Perusahaan jasa pelabuhan pelat merah yang dinakhodai oleh Prasetyadi itu terus menggenjot potensi direct export di beberapa pelabuhan Pelindo IV di timur Indonesia.

Dirut PT Pelindo IV Prasetyadi menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan pelayanan terbaik guna mendongkrak perekonomian masyarakat khususnya di tengah pandemi Covid-19 ini.

Dia pun menyatakan Pelabuhan Pantoloan, Sulteng telah me-launching direct export perdana sebanyak 12 petikemas berisi kelapa biji dan kayu olahan untuk dikirim ke beberapa negara di benua Asia.

GM PT Pelindo IV Cabang Pantoloan, Nengah Suryana Jendra mengatakan direct export merupakan sinergi yang baik dari seluruh stakeholder seperti Pelindo IV selaku operator pelabuhan, Pemprov Sulteng, eksportir dan perusahaan pelayaran asal Korea Selatan, Sinokor Merchant Marine Co, Ltd.

Menurut Nengah, sudah lama komoditas asal Sulteng merambah pasar global seperti cokelat, rotan, jagung, arang, kayu olahan dan kelapa biji.

Hanya saja selama ini diketahui bahwa komoditas tersebut berasal dari Surabaya dan Jakarta karena dikirim ke luar negeri melalui pelabuhan Tanjung Perak dan Tanjung Priok, Jakarta.

“Tidak ada data ekspor tercatat oleh Pemprov Sulteng karena semuanya terdata di Surabaya dan Jakarta, padahal komoditasnya dari Sulteng,” ungkap Nengah.

Sebelumnya, pada Maret tahun 2020, manajemen PT Pelindo IV telah bekerja sama dengan SeaLand milik Maersk Line Group melakukan direct call atau pelayaran langsung ke luar negeri melalui Terminal Peti Kemas Makassar (TPM).

Adapun komoditas yang di ekspor, antara lain produk perikanan seperti ikan beku, udang, gurita, cumi dan rumput laut (banyak terdapat di wilayah Sulawesi Selatan) dan diangkut menggunakan kapal Maersk Wolgast milik SeaLand.

Keunggulan Pelabuhan Pantoloan itu juga ditopan oleh letaknya yang strategi di tepi Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II Selat Makassar. Dengan demikian, besar harapannya pelabuhan ini menjadi tempat singgah dari kapal-kapal niaga internasional berukuran besar.

Kemudian di Kaltim Kariangau Terminal (KKT) Balikpapan, data Pelindo IV mencatat kegiatan ekspor impor mencapai 783 boks petikemas per bulan dengan komoditas berupa plywood, rumput laut, bungkil, spare part dan oli bekas (negara Jepang, Korea, Shanghai, serta China).

Untuk diketahui, seluruh kegiatan ekspor impor di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dipastikan bakal melalui Terminal Peti Kemas (TPK) Kariangau sebagai Hub Port.

Article Link: http://samudranesia.id/kini-komoditas-unggulan-sulteng-bisa-langsung-diekspor-melalui-pantoloan/

Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published