Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Kerajinan Cangkang Kerang, Seimbangkan Antara Bisnis dan Pelestarian Lingkungan

Kerajinan cangkang kerang/Net

Jakarta (Samudranesia) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) konsisten untuk terus membekali masyarakat Indonesia dengan berbagai keterampilan baik pada subsektor budidaya, penangkapan, maupun pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. Untuk itu, Kamis (23/7), melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), KKP menggelar pelatihan pengolahan industri kreatif. Kali ini, pelatihan membersihkan cangkang kerang dan membuat souvenir dari cangkang kerang.

Pelatihan ini terselenggara atas kerja sama Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Tegal bersama Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) Citra Handicraft. Pelatihan diselenggarakan secara daring dan diikuti 671 peserta dengan beragam profesi yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia.

Di lokasi berbeda, Kepala BRSDM, Sjarief Widjaja mengatakan, lautan Indonesia dengan luas lebih dari 70 persen wilayah negara menyimpan beraneka ragam kekayaan hayati. Selain berbagai jenis ikan dan rumput laut, di dalamnya juga terdapat beraneka ragam kekerangan atau mollusca.

Menurut Sjarief, secara umum kerang dikelompokkan menjadi kerang yang dapat dikonsumsi, seperti kerang darah dan kerang hijau (kupang awung), dan kerang yang tidak dapat dikonsumsi seperti lokan dan remis yang tergeletak di pasir atau dasar perairan.

Untuk kebutuhan konsumsi, kekerangan ini hanya diambil dagingnya yang lembut. Sementara cangkangnya yang keras biasanya akan dibuang. Cangkang ini akan berakhir menjadi sampah atau terurai secara alami menjadi pasir di pinggiran pantai setelah dihempas ombak.

“Padahal, dengan bentuk yang unik dan warna beragam, cangkang kerang sangat cocok diolah menjadi berbagai souvenir menarik dan bernilai jual tinggi,” ucap Sjarief.

Menurut Sjarief, usaha kerajinan kekerangan ini dapat menjadi alternatif usaha untuk membantu perekonomian keluarga, utamanya di tengah pandemi Covid-19.

“Di masa pembatasan sosial akibat Covid-19 ini banyak masyarakat merasakan dampak yang cukup besar. Ada yang kehilangan pekerjaan dan sebagainya. Untuk itu, kita harus jeli melihat berbagai peluang usaha yang dapat menjadi substitusi atau setidaknya pelengkap untuk menopang hidup. Usaha kerajinan kekerangan ini adalah salah satu contohnya,” papar Sjarief.

Untuk itulah pihaknya menggandeng P2MKP Citra Handicraft yang telah menekuni usaha kerajinan kekerangan sejak tahun 2010 lalu.

Sjarief menegaskan, melalui Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP), BRSDM akan terus memberikan berbagai jenis pelatihan bermanfaat yang dapat diikuti oleh masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Adapun Kepala Puslatluh KP, Lilly Aprilya Pregiwati saat membuka pelatihan menyebut, pelatihan membuat souvenir cangkang kerang ini sangat potensial untuk dikembangkan. Pasalnya, cangkang kerang sebagai bahan utama dapat diperoleh dengan mudah di sepanjang pinggir pantai maupun di tenda seafood atau restoran seafood sebagai limbah.

“Cangkang kerang ini mudah didapat dan tentunya tidak butuh biaya besar, yang penting kreativitas. Selain menjadi bisnis, pengolahan cangkang kerang ini juga mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan limbah kerang,” tutur Lilly.

Cangkang kerang ini dapat diolah menjadi berbagai jenis kerajinan seperti aneka souvenir, aksesoris, peralatan rumah tangga (houseware), dan lampu kerang.

“Kita hadirkan ahlinya yang menjelaskan dan mempraktikkan langsung pengolahan cangkang kerang ini. Bapak dan Ibu juga harus mempraktikkan langsung dari lokasi masing-masing,” tegas Lilly.

Sri Sulastri, pelatih yang merupakan pengurus P2MKP Citra Handicraft menuturkan, pada dasarnya hampir semua jenis cangkang kerang dapat digunakan untuk kerajinan tangan. Namun, perempuan yang akrab disapa Cici ini menyebut, sebelum mengolah cangkang kerang, peserta terlebih dahulu harus memahami karakteristik cangkang kerang. Hal ini diperlukan untuk memberikan perlakuan yang tepat sesuai dengan jenisnya.

Cici memaparkan, cangkang kerang dapat dikelompokkan berdasarkan beberapa kriteria, yaitu yaitu cangkang yang dapat dilunakkan, cangkang yang dapat disisir atau dipotong, dan cangkang yang cukup hanya dengan dibersihkan.

“Masing-masing kelompok cangkang ini membutuhkan treatment yang berbeda,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, perempuan yang akrab disapa Cici ini mempraktikkan cara membuat souvenir cangkang kerang berupa bunga hias dengan beraneka warna yang cantik.  Produknya berupa bunga vas meja maupun bunga mini yang dapat digunakan sebagai souvenir pernikahan dan sebagainya.

Menurut Cici, aneka kerajinan kekerangan yang mereka produksi diterima dengan baik di pasar domestik. Bahkan tak jarang Citra Handicraft menerima pesanan untuk pasar luar negeri, meskipun mereka belum melakukan kegiatan ekspor sendiri. Cici pun aktif mengikuti berbagai kegiatan pameran kerajinan kreatif baik di dalam maupun luar negeri.

“Intinya jika ingin menekuni usaha kreatif harus jeli melihat peluang, barang-barang seperti apa yang sedang banyak digandrungi masyarakat. Terus berlatih, jangan batasi kreativitas. Berkat kreativitas, Citra Handicraft telah menghasilkan lebih dari 500 jenis barang olahan dari cangkang kerang,” bebernya.

Pelatihan membersihkan cangkang kerang dan membuat souvenir cangkang kerang ini merupakan seri pelatihan daring kesembilan yang diselenggarakan BPPP Tegal. Kepala BPPP Tegal, Moh. Muchlisin menilai, metode pelatihan daring learning by doing yang mengharuskan peserta melakukan praktik langsung ini merupakan solusi pelatihan yang sangat efektif di tengah pandemi. Terlebih, metode ini juga memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara  pelatih dan peserta tanpa terkendala jarak.

Pelatihan ini berhasil meraih antusias para peserta. Yanti, pelaku usaha Mahkota Kreatif dari Sorong, Papua Barat mengaku sangat senang dengan adanya penyelenggaraan pelatihan ini. Menurutnya, pelatihan yang diberikan sangat bermanfaat bagi ibu-ibu, terutama bagi dirinya yang memang menekuni usaha kreatif.

“Ke depan, selain souvenir bunga saya berharap diadakan pelatihan lagi dengan sesuatu yang berbeda lagi, misalnya seperti yang tadi disebutkan Ibu Cici ada kotak tisu. Saya juga senang selama pelatihan diperlihatkan aneka hasil kerajinan tangan yang telah diproduksi Ibu Cici yang dapat menjadi inspirasi bagi saya untuk lebih kreatif lagi,” ucapnya.

Itha Agustha peserta dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pahuwato, Provinsi Gorontalo mengungkapkan bahwa dirinya mengikuti pelatihan bersama para penyuluh perikanan di sana. Ia berharap agar kegiatan pelatihan seperti ini dilakukan secara rutin.

“Supaya kita bisa mengajak ibu-ibu rumah tangga agar di masa pandemi ini lebih kreatif, tidak diam di dalam rumah saja. Ada anak-anak SMK atau yang baru lulus juga bisa diajak sekalian,” tandasnya. (Rei)

 

 

Article Link: http://samudranesia.id/kerajinan-cangkang-kerang-seimbangkan-antara-bisnis-dan-pelestarian-lingkungan/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published