Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Jika Pelaut Kesulitan Berjuang Sendiri, Maka Berserikatlah!

Ilustrasi: PPI nyatakan sikap tolak Omnibus Law Cipta lapangan Kerja.

Jakarta (Samudranesia) – Banyak pelaut yang menemui permasalahan kerja dengan pihak perusahaan dan pemerintah berjuang secara individu. Prosesnya tentu sangat berat dan hasilnya bisa dibilang tidak sesuai harapan.

Oleh karena itu, Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) tak henti-hentinya mennyosialisasikan kepada seluruh pelaut di Indonesia untuk pentingnya berserikat.

“untuk para kru (pelaut) Jika berat berjuang sendiri, berjuanglah secara kolektif. Jika kolektif pun masih berat, maka berserikatlah agar perjuanganmu menggunakan sebuah wadah. Mari sadarlah berserikat, sebelum hak-hak ketenagakerjaan anda disikat,” ujar Ketua Adkumham PPI Imam Syafi’i dalam keterangannya, Senin (13/4).

Menurut dia, sampai kapan para pelaut selalu memperoleh ketidakadilan dalam dunia kerjanya. Dengan kata lain, pelaut selalu menjadi pihak yang diinjak oleh kolaborasi antara pengusaha dengan pemerintah.

“Ketidakadilan ketenagakerjaan di sektor kepelautan tidak cukup hanya dengan berkeluh kesah di facebook dengan meminta sesama penggunanya untuk memviralkan sebuah postingan yang justru dapat berakibat adanya tuntutan balik dari pihak pengusaha dengan dalih telah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik terhadap perusahaan,” ucap Imam.

Imam menyebut persoalan-persoalan pelaut dapat diatasi dengan jalur musyawarah dengan perusahaan. Apabila jalur musyawarah telah dilakukan tetapi tidak menghasilkan kesepakatan, maka perselisihan dapat dilanjutkan dengan melibatkan instansi pemerintah yang bertanggungjawab di bidang ketenagakerjaan baik pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota.

“Jika hal-hal tersebut pun telah dilakukan tetapi tetap saja belum menemukan penyelesaian, maka gugatlah ke pengadilan hubungan industrial pada pengadilan negeri setempat untuk mendapatkan kepastian hukum. Dengan berserikat tentu lebih mudah berjuang sampai ke tahap itu,” jelasnya.

Masih kata Imam, tujuan pendidikan dan pelatihan (diklat) kepelautan adalah untuk mempertahankan atau meningkatkan skill yang muaranya tentu agar dapat menghasilkan penghasilan yang layak buat kesejahteraannya. Tetapi, kadang-kadang pelaut dengan kesibukan itu melupakan satu hal yang sepertinya sepele namun sebenarnya sangat berarti, yaitu berserikat.

“Setinggi apapun jabatanmu di atas kapal dan sehebat apapun skill-mu, ketika kamu sedang mengalami perselisihan hubungan kerja, berjuang sendiri itu tidak enak, tidak gampang, dan tidak asyik. Bersama serikat, kamu bisa berjuang lebih enak, lebih gampang, dan lebih asyik,” selorohnya.

“Jika pelaut menganggap serikat pelaut yang sudah ada belum sesuai dengan harapan kamu, maka sudah saatnya ah bagi kamu dan teman-teman kamu untuk berinisiatif membentuk serikat pelaut sendiri, karena berserikat merupakan kebebasan yang telah dijamin oleh konstitusi dan apabila sudah terbentuk serikatmu, mungkin saja kita dapat berjumpa di rel yang sama di level selanjutnya entah itu Federasi atau Konfederasi,” pungkas Imam. (Tyo)

 

Article Link : http://samudranesia.id/jika-pelaut-kesulitan-berjuang-sendiri-maka-berserikatlah/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published