Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Jaga Laju Pertumbuhan, Pelaku Usaha Pengolahan Perikanan Lakukan Terobosan

Jakarta (Samudranesia) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya menjaga geliat industri pengolahan hasil perikanan di situasi pandemi. Karenanya, kelancaran arus barang menjadi salah satu faktor kunci untuk menunjang rantai produksi. Sejak pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah daerah, Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo telah berkoordinasi kepada Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 untuk akses pengiriman logistik, input dan hasil produksi di bidang kelautan dan perikanan.

“Dan untuk pengangkutan produk perikanan melalui udara, Bapak Menteri juga sudah meminta kepada Garuda Indonesia untuk kelancaran pengangkutan produk perikanan domestik dan internasional dengan pesawat,” kata Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Nilanto Perbowo dalam Ngobrol Bareng secara daring bertajuk ‘Logistik dan Investasi Kelautan dan Perikanan Selama Pandemi Covid 19’, beberapa waktu lalu.

Nilanto memaparkan berdasarkan data BPS, pertumbuhan sektor logistik (lapangan usaha transportasi dan pergudangan) pada triwulan pertama 2020 sebesar 1,27 persen(y-on-y). Adapun sub sektor angkutan laut mengalami tingkat pertumbuhan tertinggi sebesar 5,93 persen. Sementara angkutan udara mengalami penurunan hingga -13,31 persen.

Kondisi penurunan penumpang selama pandemi membuat pelaku usaha transportasi dan logistik melakukan sejumlah terobosan seperti pengembangan logistik menggunakan transportasi udara. Bahkan beberapa maskapai penerbangan akhirnya mengubah pesawat penumpang menjadi pesawat kargo untuk rute domestik maupun internasional.

“Saat ini beberapa perusahaan penerbangan telah menggunakan pesawat khusus kargo (freighter) untuk pengangkutan komoditas perikanan di beberapa wilayah di Indonesia,” urainya.

Tak ketinggalan, terobosan juga dilakukan PT. Kereta Api Indonesia dengan mengembangkan kereta kontainer/barang untuk distribusi produk perikanan di jalur Surabaya – Jakarta – Surabaya. Banyak pelaku usaha ikan hias yang mendistribusikan barangnya dari Jawa Timur menuju Jakarta menggunakan kereta barang. Terlebih saat ini sedang dikembangkan cold chain logistik berbasis moda kereta. 

“Ini bisa menjadi pilihan pelaku usaha perikanan dalam mendistribusikan barangnya dengan lebih efisien dan tepat waktu,” terang Nilanto.

Menjaga Laju Pertumbuhan

Lebih lanjut Nilanto menyampaikan bahwa selain logistik, KKP juga terus menjaga agar iklim investasi di bidang kelautan dan perikanan tetap tumbuh di tengah pandemi. Selama triwulan I 2020, realisasi investasi kelautan dan perikanan tercatat sebesar Rp2,01 triliun, naik 38,75 persen dibanding periode yang sama tahun 2019 yang hanya mencapai angka Rp1,45 triliun.  

“Yang harus diwaspadai adalah kemungkinan  terjadinya perlambatan di TW 2 akibat pandemi Covid 19,” sambungnya.

Adapun upaya penanggulangan dampak Covid-19 terhadap investasi, khususnya di bidang pengolahan di antaranya pengembangan perizinan sektor kelautan dan perikanan berbasis online serta memperpendek waktu pengurusan Surat Ijin Usaha Pengolahan (SIUP) menjadi 3 hari. Selain itu fasilitas pph diberikan untuk penanaman modal serta pemberian tax holiday.

“Kemudian ada pembebasan bea masuk dan juga diberlakukan atas impor mesin barang dan bahan untuk keperluan produksi,” jelas Nilanto.

Sementara dukungan untuk membantu keberlangsungan  usaha kelautan dan kelautan khususnya UMKM, KKP menyiapkan berbagai upaya untuk memaksimalkan serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dikatakan Nilanto, pihaknya telah mengajak seluruh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dari kabupaten/kota hingga provinsi serta penyuluh perikanan yang tersebar di seluruh Indonesia untuk mendorong percepatan akses KUR bagi pelaku usaha.

Bahkan beberapa waktu lalu, Ditjen PDSPKP menggelar  Marine and Fisheries Business and Investment Forum (MFBIF) bertema “KUR: Akses Cepat, Bisnis Kelautan dan Perikanan Maju Pesat” dengan tujuan agar para  pemangku kepentingan bisa memaksimalkan pemanfaatan KUR.  Pada acara tersebut tiga bank BUMN (BRI, Mandiri dan BNI) siap mendukung penyaluran KUR di sektor kelautan dan perikanan.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I), Budhi Wibowo berharap investasi yang didukung pemerintah utamanya diarahkan ke bidang yang berkaitan dengan sektor hulu baik itu di sektor perikanan tangkap, perikanan budidaya dan dukungan logistik. Terlebih permasalahan utama industri pengolahan perikanan adalah kekurangan bahan baku yang mengakibatkan  rata-rata utilitasnya banyak yang dibawah 60 persen.

“Kalau ada kepastian kecukupan bahan baku, maka secara otomatis akan ada investasi dibidang pengolahan yang masuk,” tutup Budhi.

Sebagai informasi, diskusi online yang dikemas santai ini merupakan hasil kerjasama antara Ditjen PDSPKP dengan Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI). Tercatat sekitar 2.400 peserta dari unsur pengusaha perikanan, asosiasi, akademisi, penyuluh  perikanan serta stakeholder lainnya mengikuti diskusi yang sudah berlangsung tiga kali ini. Sebanyak 1.023 peserta mengikuti webinar melalui zoom meeting, sedangkan sisanya melalui live streaming di Youtube Ditjen PDSPKP. (Tyo)

 

Article Link: http://samudranesia.id/jaga-laju-pertumbuhan-pelaku-usaha-pengolahan-perikanan-lakukan-terobosan/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published