Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Ini Kriteria Angkatan Laut Negara Maju Menurut Danseskoal

Danseskoal Laksda TNI Amarulla Octavian foto bersama mahasiswa Seat In dari berbagai kampus di Seskoal.

 

Jakarta (Samudranesia) – Indonesia baru saja mendapat status sebagai negara maju oleh United States Trade Representative (USTR). Hal itu menuntut seluruh komponen bangsa termasuk angkatan perangnya juga memiliki klasifikasi sebagai Angkatan perang negara maju.

Terkait hal itu Danseskoal Laksda TNI Amarulla Octavian menjabarkan maksud dari Angkatan laut negara maju di mana TNI Angkatan Laut (AL) memiliki kewajiban ke arah sana seiring dengan pencabutan status Indonesia sebagai negara berkembang.  

“Kita mengantisipasi status Indonesia sebagai negara maju tentunya di militer, di TNI, khususnya angkatan laut akan penting untuk meningkatkan kemampuan kapasitas sebagai angkatan laut negara maju,” kata Danseskoal saat ditemui di Bumi Cipulir, Seskoal, beberapa waktu lalu.

    Menurut lulusan AAL tahun 1988 itu ada beberapa kriteria kapasitas sebagai angkatan laut negara maju. Di antaranya SDM dan alutsista, yang mana keduanya akan berpengaruh dalam kemampuan operasi dan pengembangan organisasi.

    “Kriterianya angkatan laut negara maju itu pertama tentu SDM-nya. Seperti sekarang ini perwira-perwira angkatan laut harus memiliki kapasitas sesuai negara maju. Anggap kita mensetarakan dengan beberapa program angkatan laut negara maju seperti AS, China, Inggris Australia dan sebagainya. Program-program apa yang diberikan di Sesko mereka, itu coba kita adopsi di sini,” jelas Octavian.

    Tak ketinggalan, sambungnya, SDM di angkatan laut yang menyandang status negara maju yang utama adalah kemampuan berbahasa asing. Sehingga Seskoal selaku Center of Exellence on Naval and Maritime Science memiliki laboratorium bahasa internasional agar para Perwira Mahasiswa (Pasis) Seskoal bisa menguasai kemampuan bahasa asing.   

    “Kemampuan berbahasa internasional juga harus dimiliki, di antaranya kemampuan Bahasa Inggris, kemudian bahasa internasional yang lainnya seperti Prancis, Jerman, Mandarin dan Arab. Ini juga menjadi salah satu kemampuan berbahasa yang baik dari seorang tantara,” jelasnya lagi.

    Terkait alutsista, mantan Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Universitas Pertahanan (Unhan) ini menyampaikan bahwa alutsita untuk kekuatan militer di abad 21 lebih banyak ditujukan untuk peningkatan perdamaian dan masalah kemanusiaan.

    “Alutsista bisa ditunjukan oleh kemampuan letality atau kemampuan penghancuran, tapi bagaimana senjata-senjata tersebut selain untuk mempertahankan negara tapi juga siap untuk menjaga perdamaian,” tegasnya.

    “Inilah militer abad 21, bahwa militer bukan hanya siap untuk berperang, tapi juga siap untuk berdamai. Itulah yang kita lakukan juga untuk operasi-operasi perdamaian termasuk Operasi Militers Selain Perang (OMSP) seperti untuk penanggulangan bencana, kegiatan kemanusiaan dan lain sebagainya,” pungkas Octavian. (Tyo)

     

    Article Link : http://samudranesia.id/ini-kriteria-angkatan-laut-negara-maju-menurut-danseskoal/


    Older Post Newer Post


    Leave a comment

    Please note, comments must be approved before they are published