Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Ini Kiprah Rapala, Relawan Binaan Bakamla untuk Pengawasan Laut

Pelantikan Rapala di Banyuwangi. Dok: Humas Bakamla RI

Banyuwangi (Samudranesia) – Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI melalui Direktorat Kerja Sama secara resmi mengukuhkan 50 Relawan Penjaga Laut Nusantara (Rapala), di Auditorium Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Banyuwangi, Rabu (7/10/20).

Prosesi upacara peresmian Rapala Bakamla RI di Banyuwangi ditandai dengan penyerahan bendera Rapala berkelirkan logo Bakamla yang dibalut padi. Logo ini melambangkan kesejahteraan organisasi Bakamla RI atas pembentukan Rapala. Secara simbolis, Bendera Rapala diserahkan oleh Direktur Kerja Sama Bakamla RI Laksma Bakamla Retiono Kunto H., S.E., kepada dua orang perwakilan relawan. Lebih lanjut, jaket Rapala juga dibagikan kepada seluruh peserta. Hal itu terlihat menambah bangga jiwa-jiwa Relawan Penjaga Laut Nusantara.

Laksma Bakamla Retiono Kunto dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembentukan Rapala di Kabupaten Banyuwangi ini dilatarbelakangi oleh adanya permintaan kelompok masyarakat Pengawas Benteng Samudera Kabupaten Banyuwangi dan maraknya pelanggaran tindak pidana di perairan Banyuwangi, kecelakaan di laut serta kerusakan ekosistem laut.

Sebelumnya, Rapala di Banyuwangi ini telah melalui pelatihan Basic Safety Training-Kapal Layar Motor, dan pelatihan Surat Keterangan Kecakapan (SKK) 30 Mil yang pernah dilakukan Bakamla RI pada tahun 2018 di Kecamatan Muncar.

Ditambahkannya pula, tugas Rapala Bakamla RI ini adalah membantu pelaksanaan penjagaan, pengawasan, dan pencegahan pelanggaran hukum di wilayah perairan Banyuwangi di bawah koordinasi Bakamla RI.

Selain itu dijelaskan, relawan yang sudah dibentuk juga membantu tugas Bakamla RI dalam hal menjaga keamanan dan keselamatan di laut dengan cara pertolongan terbatas pada kecelakaan laut dan memberi informasi.

“Dan tugas Rapala yang paling penting adalah menjaga nama baik Bakamla RI, menjadi inspirator dalam keamanan dan keselamatan serta membantu percepatan pencegahan penyebaran Covid-19 di masyarakat pesisir,” tandas Laksma Bakamla Retiono.

Pengukuhan Rapala oleh Direktur Kerja sama Laksma Bakamla Retiono dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyuwangi Mujiono, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Joko Setiyono, Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi Kepala Hary Cahyo Purnomo, M.Si, Wakapolresta Banyuwangi, Perwakilan BNPP, dan Forkopimda Banyuwangi.

Di hari yang sama sebelum pembentukan Rapala, Laksma Bakamla Retiono berkesempatan berkunjung ke kantor Bupati Banyuwangi. Dalam pertemuan tersebut Laksma Bakamla Retiono disambut oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyuwangi Mujiono.

Adapun maksud pertemuan tersebut adalah untuk menyampaikan rencana pembentukan Rapala Bakamla RI di Banyuwangi dan perlunya bersinergi dengan Kabupaten Banyuwangi dalam pembinaan dan pengawasan serta pengerahan Rapala Bakamla RI seperti dukungan pelatihan supaya Rapala Bakamla RI semakin besar dan maju dalam membantu pemerintah menjaga Keamanan dan Keselamatan di perairan Banyuwangi.

Melepas Tukik

Secara simbolis Direktur Kerja sama Bakamla RI Laksma Bakamla Retiono Kunto H., S.E.,  dan Relawan Penjaga Laut Nusantara (Rapala) melepas 30 anak penyu (Tukik) di pantai Ria Bomo, Banyuwangi, Kamis (8/10/20).

Laksma Retiono mengatakan, fungsi Bakamla RI selain menjaga keamanan dan keselamatan di laut juga turut menjaga kelestarian lingkungan hidup. “Mendukung pelepasan tukik ke laut adalah salah satu upaya tersebut,” ucap Laksma Bakamla Retiono.

Dikatakannya pula, pelepasan tukik ini merupakan salah satu contoh kegiatan yang mulia karena kita secara bersama-sama menjaga keberlangsungan hidup satwa langka dan dilindungi.

Di sela-sela kegiatan ketua Rapala Banyuwangi Aan Toib mengatakan, sejumlah 30 tukik jenis lekang yang dilepas tersebut merupakan hasil konservasi telur penyu yang berhasil diselamatkan oleh nelayan yang tergabung dalam Rapala Bakamla RI dari ancaman manusia yang tidak bertanggung jawab di sepanjang bibir pantai Ria Bomo.

“Sedangkan sejumlah 80 tukik lainnya akan dilepas setelah berusia 3 bulan karena rata-rata masih berusia 2 bulan,” jelas Aan Toib.

Pelepasan tukik oleh Direktur Kerja sama Laksma Bakamla Retiono di ikuti Perwakilan dari Lanal, Dinas Perikanan Banyuwangi, Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi dan Polairud.

Selanjutnya, kegiatan Rapala Banyuwangi dilanjutkan dengan pemungutan sampah organik maupun non organik sepanjang pantai Ria Bomo dan telah terkumpul 10 m3 sampah organik dan 5 m3 sampah non organik. Hal tersebut nantinya akan dilaporkan kepada Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi.

Sebelumnya, Kasubdit Pengembangan Potensi Keamanan dan Keselamatan Laut (P2K2L) Bakamla RI Kolonel Bakamla Jarwadi, S.E., mewakili Direktur Kerja sama Bakamla RI Laksma Bakamla  Retiono Kunto H., S.E., membuka latihan Relawan Penjaga Laut Nusantara (Rapala) di Auditorium Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Banyuwangi, Selasa (6/10/20).

Latihan Rapala ini merupakan salah satu tupoksi Bakamla yang diamanatkan dalam Undang-Undang 32 tahun 2014 tentang Kelautan dan Peraturan Kepala Bakamla RI No. 2 Tahun 2020 tentang Relawan Penjaga Laut Nusantara, yang mana merupakan upaya memperkuat peran serta masyarakat dalam meningkatkan Keamanan, keselamatan dan perlindungan lingkungan laut.

Dalam sambutannya Kolonel Bakamla Jarwadi mengatakan bahwa sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Relawan Penjaga Laut Nusantara (Rapala) yang dalam hal ini dibawah pembinaan Bakamla RI dibentuk karena kebutuhan mengingat situasi dan kondisi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 2/3 wilayah Indonesia adalah kepulauan dan memiliki garis panjang Pantai ke-2 dari seluruh dunia setelah Kanada.

Kemudian, melihat situasi tersebut dengan kekuatan yang dimiliki Indonesia dalam hal ini aparatnya baik itu Bakamla RI, TNI AL, Polairud dan lainnya belumlah mencukupi baik SDM maupun sarana. Oleh karena itu dibutuhkan tenaga-tenaga manusia yang mampu menyumbang dan mampu memberikan Informasi kepada kami aparat negara yang bertugas dalam hal tersebut.

“Bakamla RI memandang penting sehingga Rapala ini dibentuk dan perlu diketahui bahwa Rapala yang akan dibentuk di Banyuwangi ini adalah yang ketiga setelah Lampung Selatan dan Sambas,” pungkas Kolonel Bakamla Jarwadi.

Selama ini kegiatan-kegiatan nelayan Banyuwangi sudah terdengar sampai di Mabes Bakamla RI, buktinya adalah beberapa hari yang lalu calon Rapala binaan Bakamla RI berhasil menyelamatkan dua korban tenggelam di perairan Beach Klatak Banyuwangi. Berita tersebut sudah sampai di Mabes Bakamla RI dan tersebar dimedia online, sosial media maupun media cetak.

“Jadi, kami sungguh bangga dengan semangat yang ditunjukkan nelayan binaan Bakamla RI ini. Kami dengar pula bahwa calon Rapala Bakamla RI ini sudah memiliki aset pendukung seperti mobil ambulance, speedboat dan Pos Rapala. Ini adalah bukti komitmen Rapala Bakamla RI membantu negara dalam keamanan dan keselamatan laut Indonesia,” tandas Kolonel Jarwadi.

“Selain sebagai Relawan Bakamla RI yang memberikan Informasi tentang Keamanan dan Keselamatan laut, Rapala juga harus menjadi contoh bagaimana menjalankan kehidupan baru dengan Protokol kesehatan,” tutur Kolonel Jarwadi menutup sambutannya.

Latihan Rapala Bakamla RI akan berlangsung selama tiga hari 6-8 Oktober 2020. Pelatihan ini diisi oleh narasumber dari Kasi Binmasair dan Potdriga Polairud Banyuwangi Kompol Jeni  Al Jauza, S.H., M.H., dengan materi tentang Pelanggaran-pelanggaran serta Penegakan Hukum bagi Nelayan di Banyuwangi, Kasubdit Sosialisasi dan Penyuluhan Hukum Bakamla Kolonel Bakamla Faisol, SH., dengan materi tentang Peran Masyarakat dalam Menjaga Keamanan dan Keselamatan di Laut, Kasubdit P2K2L Bakamla Kolonel Bakamla Jarwadi, S.E., dengan materi tentang Wawasan Kemaritiman dan Bela Negara, Kasi Pengelolaan Pertukaran Informasi Bakamla Mayor Bakamla Ardiansyah dengan materi tentang Sistem Penyajian Informasi Maritim, Kasi Potkamla Mayor Bakamla Riandi Yudha Gunawan, S.IP., M.Han., dengan materi tentang Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 di laut dan  Serma Bakamla Sape’i dengan materi tentang Pengetahuan Dasar SAR, Survival di laut dan Teknik Berenang.

Penyelamatan Orang Tenggelam

Aksi heroik sebelumnya juga dilakukan oleh dua nelayan Calon Relawan Penjaga Laut Nusantara (Rapala) Bakamla RI berhasil menyelamatkan dua nelayan yang tenggelam akibat cuaca buruk di perairan Beach Klatak Banyuwangi, minggu (4/10/20).

Korban atas nama Salim (50) dan Rofi (38) berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah terapung apung ditengah laut selama satu hari. Korban ditemukan sekira pukul 22.00 WIB pada koordinat 8°10’29.38″S – 114°24’43.00″T.

Awal kejadian, pada hari jumat (2/10) pukul 14.00 WIB dua korban dengan menggunakan kapal berjenis fiber mengangkut galvalum berangkat dari perairan Beach Klatak menuju ke pelabuhan Gilimanuk Bali. Diperkirakan kapal sampai pukul 17.00 WIB, namun tidak kunjung tiba dan komunikasi terputus. Hingga malam hari tidak ada kabar, anak korban bernama Andri beserta keluarga mencari kedua korban dari perairan Beach Klatak hingga perairan Gilimanuk Bali sampai pukul 22.00 WIB dengan hasil nihil.

Kemudian, proses pencarian berawal dari laporan anak korban Andri kepada Calon Rapala Bakamla RI pada pukul 17.15 WIB (3/10). Dari hasil laporan tersebut dua nelayan Calon Rapala dengan beberapa rekan lainnya menggunakan perahu nelayan menyisir di sekitar perairan Beach Klatak dan berhasil evakuasi korban.

Perlu diketahui, Calon Rapala Bakamla RI ini adalah nelayan binaan Bakamla RI. Dua tahun berturut-turut mereka sudah menerima pembekalan SAR, Basic Safety Training Kapal Layar Motor (BST-KLM) dan survival di laut dari Bakamla RI. (Tyo)

 

 

Article Link: http://samudranesia.id/ini-kiprah-rapala-relawan-binaan-bakamla-untuk-pengawasan-laut/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published