Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Hadapi Pandemi Covid-19, Stok Ikan Nasional Masih Aman Sampai Juni

Stok Ikan Indonesia.

Jakarta (Samudranesia) – Terkait adanya pandemi Covid-19 yang melanda dunia membuat kelangkaan yang mengarah kepada krisis pangan menjadi ancaman di banyak negara.

Indonesia sebagai negara yang juga tengah berjuang menghadapi pandemi Covid-19 ini, krisis pangan turut menghantui kehidupan masyarakat kita beberapa bulan ke depan.

Guna membahas mengenai strategi kebijakan dalam menyiapkan ketahanan pangan Indonesia, Kopi Pahit dan Monitortoday.com menyelenggaran diskusi via virtual zoom bertajuk ‘Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19’, Minggu (19/4).

Turut hadir sebagai narasumber di antaranya Dirjen Perikanan Tangkap KKP (Zulficar Mochtar), Rektor Institut Pertanian Bogor (Prof Dr, Arif Satria) Pimpinan Umum Media Samudranesia (Nelly Marinda S), Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM (N. Riza Damanik, PhD), Ketua Dewan Nasional Konsorsium Pembaruan Agraria (Iwan Nurdin), Ketua Harian KNTI (Dani Setiawan), Komisaris Jamkrindo ( Muchlas Rowi), dan Chief Economist & Strategy – Indeks Komoditas Indonesia (Dr. Harry Patria).

Dirjen Perikanan Tangkap KKP Zulficar Mochtar dalam paparannya menyampaikan bahwa wabah Covid-19 ini memiliki dampak yang luar biasa terhadap semua jenis usaha. Namun untuk usaha di bidang pangan, seperti perikanan misalnya, ia optimis masih berjalan dengan baik.

“Untuk makanan, semua orang butuh makan. industri di bidang ini sangat signifikan. Kemudian untuk protein, 30-50 persen kebutuhan protein kita dari ikan, sejauh ini aktivitas nelayan kita masih relatif normal, cold storage penuh, produksi stabil dan potensi tangkapannya masih unggul,” ungkap Zulficar.

Sehingga ia optimis stok ikan nasional untuk bulan Juni 2020 bisa terbilang masih aman. Hanya saja sejumlah nelayan dan dunia perikanan Indonesia saat ini menghadapi persoalan terkait stabilitas harga dan sistem logistik.

‘Untuk triwulan ke depan kita masih berpotensi produksi 1,6 juta ton. Insya Allah sampai Juni ini stok ikan kita masih aman. Setelah berdiskusi dengan nelayan, kepala dinas dan stakeholder, mereka minta sistem logistik ini dirapihkan,” jelas Zulficar.

Dalam menghadapi persoalan-persoalan tersebut, pemerintah sudah memberikan relaksasi untuk memudahkan para pelaku usaha perikanan. Di antaranya mempermudah sistem perizinan usaha, kesyahbandaran, pengeluaran Surat Persetujuan Berlayat (SPB) hingga kemudahan ekspor.

“Usulan stimulus ini supaya jangan sampai menangkap ikan tak bisa terjual, jangan sampai ikan tangkapan nelayan terbuang. Kami mendorong sistem beli ikan dengan sistem resi gudang. Ini untuk menampung ikan-kan dari nelayan yang kemudian kita salurkan buat ke masyarakat dan ekspor,” bebernya.

Segal acara akan dilakukan oleh KKP guna mengupayakan agar nelayan tetap bisa berproduksi selama pandemi ini. Hal itu ditegaskan oleh Zulficar dengan tujuan agar nelayan bisa sejahtera dan stok ikan nasional untuk menciptakan ketahanan pangan serta protein masyarakat terpenuhi.

“Kita KKP siap menerima input, masukan dan gagasan dari semuanya untuk bisa lebih baik lagi. Yang pasti kita berupaya agar nelayan tetap bisa berproduksi,” pungkasnya. (Tyo)

 

Article Link : http://samudranesia.id/hadapi-pandemi-covid-19-stok-ikan-nasional-masih-aman-sampai-juni/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published