Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Gerakan Nasi Ikan KKP Makin Menggeliat di Bulan Ramadhan Masa Pandemi

Dok Foto: KKP

Jakarta (Samudranesia) – “Gerakan Bagi Nasi Ikan” hari kedua tetap dilakukan secara serentak dilakukan di kantor pusat maupun 15 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) Kementerian Keluatan dan Perikanan (KKP) setiap hari menjelang berbuka puasa selama 20 hari kedepan di bulan Ramadhan. Nasi ikan yang dibagikan setiap UPT berjumlah 100 bungkus setiap harinya  dan kantor pusat DJPB sendiri ditargetkan 3.200 bungkus, sehingga total nasi bungkus yang akan dibagikan oleh DJPB kurang lebih sebanyak 33.200 bungkus selama 20 hari di bulan Ramadhan 1441 H  ini.

“Gerakan Nasi Ikan kepada masyarakat umum dan pembudidaya ikan skala kecil dengan menu utamanya ikan, ini merupakan gerakan yang luar biasa sekali. Karena telah kita ketahui bersama, banyak kandungan nutrisi dalam ikan, seperti halnya protein yang baik dan sangat dibutuhkan untuk sistem kekebalan tubuh dalam menangkal paparan virus COVID-19 ini,” ujar Dirjen Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto dalam keterangannya Jum’at  di hari kedua gerakan ini (1/5).

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo pada tgl 13 April 2020 lalu menyampaikan bahwa mengonsumsi ikan dapat meningkatkan imunitas tubuh demi mencegah Covid-19. Gerakan “Nasi Ikan” ini diinisiasi langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo sebagai wujud solidaritas sesame manusia di tengah ancaman pandemi Covid-19, selain itu dalam rangka mengajak masyarakat agar rajin mengonsumsi ikan untuk asupan protein sekaligus upaya menangkal virus Covid-19.

Slamet menjelaskan bahwa dana gerakan membagikan nasi ikan ini merupakan hasil pengumpulan donasi para pegawai baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non ASN DJPB dan seluruh UPT DJPB yang menyisihkan gajinya, tidak menggunakan dana APBN. Nasi ikan yang dikemas secara higienis ini diproduksi oleh warung-warung makan sederhana, dengan harapan dapat membantu warung yang penghasilannya berkurang akibat wabah Covid-19 ini sehingga dapur warung mereka bisa terus mengebul.

“Melalui gerakan “Nasi Ikan” ini kita dapat membantu UMKM Indonesia, selain itu secara tidak langsung akan meningkatkan pembelian ikan hasil budidaya di masyarakat sehingga ikan yang dihasilkan pembudidaya dapat tetap terjual dan usaha budidaya ikan tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19 ini,” ujar Slamet.

Nasi ini selain menu utamanya ikan, ditambah juga protein nabati lainnya seperti tahu dan tempe serta lalapan sayur segar atau tumis sayur. Pembagian nasi ikan dilakukan juga dengan berkeliling mendistribusikan kepada masyarakat umum yang terdampak wabah Covid-19 ini.

Penerima nasi ikan ini diutamakan adalah masyarakat pekerja informal yang harus keluar rumah untuk mencari penghasilan agar keluarganya bisa tetap makan seperti pedagang asongan, ojek daring, tukang becak dan supir angkutan umum. Selain itu pembagian nasi ikan ini juga dibagikan kepada pembudidaya ikan skala kecil untuk berbuka puasa.

“Asam lemak tidak jenuh esensial seperti EPA dan DHA yang terkandung dalam ikan dapat meningkatkan daya tahan tubuh karena berfungsi sebagai antioksidan untuk mencegah stres. Selain itu EPA dan DHA juga sangat dibutuhkan tubuh guna menjaga pembuluh darah agar tidak terjadi kerusakan akibat virus Covid-19 ini karena perlu diketahui bahwa virus ini dapat menyerang sel darah,” tambah Slamet.

“Gerakan nasi ikan” ini disambut baik oleh masyarakat terdampak pandemi Covid-19 ini, yang tetap harus keluar rumah mencari penghasilan. “Alhamdulillah, kami terbantu sekali untuk berbuka puasa dengan lauk ikan yang saya suka, terima kasih sekali kepada Kementerian Keluatan dan Perikanan,” ujar Rosid Gumilang dari ojek daring di Kota Sukabumi.

Hal senada juga disampaikan pembudidaya skala kecil rumput laut lawi-lawi di Kabupaten Takalar, “terima kasih nasi ikan nya untuk berbuka puasa nanti, kita semua harus sering mengonsumsi ikan karena bagus untuk tubuh kita sehingga kita bisa menangkal virus corona ini,” ujar Daeng Bella.

Untuk diketahui, selama pandemi Covid-19 ini selain bantuan nasi ikan, seluruh UPT DJPB juga telah memberikan bantuan kepada masyarakat sekitar kantor UPT berupa ikan segar hasil budidaya, masker, vitamin, hand sanitizer, sabun pencuci tangan dan penyemprotan disinfektan secara rutin di lingkungan rumah warga sekitar. Disamping itu, bantuan kepada pembudidaya berupa benih ikan, calon induk ikan, pakan ikan, bibit rumput laut serta bantuan lainnya. (Tyo)

 

Article Link: http://samudranesia.id/gerakan-nasi-ikan-kkp-makin-menggeliat-di-bulan-ramadhan-masa-pandemi/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published