Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Gandeng Pemda, KKP Kembangkan Tambak Bandeng Lewat KUR

Tambak bandeng di Gorontalo/Dok KKP

Gorontalo (Samudranesia) – Hari keempat rangkaian kunjungan kerjanya di Gorontalo, Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo mengunjungi kawasan budidaya bandeng masyarakat di Desa Wonggarasi Kecamatan Lemito, Kabupaten Pahuwato, Kamis (11/6). Di kawasan tersebut, Menteri Edhy juga melakukan panen bandeng di dampingi Gubernur Gorontalo.

Dalam keterangan singkatnya usai panen bandeng, Menteri Edhy mengungkapkan bahwa potensi perikanan di Propinsi Gorontalo sangat besar, baik perikanan tangkap maupun budidaya dan harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.

“Ini luar biasa, kerja keras para pembudidaya ini, dimana pembudidaya bisa tetap berproduksi menghasilkan 1 ton bandeng per hektar.  Hal ini tentu menambah keyakinan kita mengembangkan tambak. Bandeng juga dapat disinergikan dengan udang sehingga produksi maupun pendapatan bisa ditingkatkan,” ungkap Edhy.

“Pemda saya minta untuk memfasilitasi para pembudidaya skala kecil ini untuk akses kredit program seperti KUR dan dari BLU-LPMUKP. Itu bungannya sangat rendah, KUR hanya 6 persen per tahun, dan BLU-LPUMKP sebesar 3 persen pertahun. Dana KUR ini tersedia hingga Rp135 triliun, syaratnya masyarakat harus serius,” tutur Edhy.

Ia juga menghimbau agar aktivitas budidaya memperhatikan kelestarian lingkungan. Menteri Edhy juga memastikan semua dukungan bisa terealisasi tahun ini.

“Penting menjaga keseimbangan antara ekonomi dengan lingkungan. Saya himbau disini kalau buat pengembangan tambak tidak boleh merusak lingkungan, apalagi menebang mangrove. Tidak ada gunanya pembangunan maju tapi mengabaikan lingkungan. Kita ingin agar dua aspek lingkungan dan juga ekonomi tetap berjalan,” tegasnya.

“Bantuan escavator inshaAllah tahun ini bisa diberikan. Anggaran milik rakyat jadi harus digunakan semaksimal mungkin untuk rakyat. Ini tadi pak Gubernur dan pak Bupati sampai jemput saya dan turut hadir disini, ini tentu merupakan bentuk komitmen pemda dalan mengembangkan perikanan budidaya”, pungkasnya.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto memastikan komoditas bandeng masih menjadi fokus pengembangan sebagai komoditas unggulan untuk ketahanan pangan. Menurutnya keberadaan tambak idle bisa dioptimalkan untuk pengembangan budidaya bandeng.

“Sulawesi ini khan terkenal dengan produksi bandengnya, ini nanti yang mau kita dorong agar pengembangannya lebih produktif. Masalah utama benih yang sering dikeluhkan, untuk itu kami akan dorong UPT produksi nener berkualitas, disamping kita perbaiki sistem logistik benihnya. KKP juga sudah minta Kementerian Perhubungan dan juga BUMN untuk menurunkan biaya logistik khusus untuk sarana produksi perikanan. Kami juga akan dorong upaya diversifikasi produk guna menaikan nilai tambah,” beber Slamet.

Slamet juga menambahkan bantuan pemerintah dalam pengembangan tambak khusus di Pahuwato adalah melalui program PITAP atau Pengelolaan Irigasi Tambak Partisipatif yg telah melakukan rehabilitasi saluran sepanjang 3.500 m dengan luas layanan seluas 120-150 ha. Selain itu pada tahun 2020 ini Ditjen Perikanan Budidaya memberikan bantuan berupa percontohan bioflok dan premi asuransi perikanan bagi pembudidaya ikan kecil dengan total nilai sebesar 250,5 juta rupiah.

Sebagai informasi, kawasan budidaya bandeng rakyat ini seluas 47 hektar. Terdiri dari budidaya monokultur bandeng dan polikultur bandeng dengan udang. Masyarakat masih mengandalkan teknologi budidaya sederhana dengan produktivitas sebanyak 1 ton per ha dengan waktu budidaya 6 bulan. Luas lahan eksisting budidaya payau di Pahuwato ini mencapai 8.584 ha dengan pemanfaatan baru mencapai 57 persen saja. Khusus untuk produksi bandeng di Kabupaten Pahuwato tahun 2019 tercatat sekitar 18.850 ton.

“Khusus dari kawasan ini saja ada produksi bandeng sekitar 50 ton per siklus yang dikelola oleh 25 orang. Pangsa pasarnya menjangkau Makassar, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara. Ini memang dominan kita produksi bandeng uman size 80 atau 70-80 ekor per kg dengan harga berkisar 8-10 ribu rupiah per kg. Pasar bandeng umpan ini sangat menjanjikan, terutama cash flownya bisa cepet,” ungkap Kadis Kelautan dan Perikanan Propinsi Gorontalo, Sila Botutibe.  (Tyo)

 

Article Link: http://samudranesia.id/gandeng-pemda-kkp-kembangkan-tambak-bandeng-lewat-kur/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published