Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Ekspor Perikanan Terus Digenjot, Pemerintah Jangan Abaikan Insentif untuk Pelaku Usaha

Foto: Istimewa

Jakarta (Samudranesia) – Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo telah bekerja keras untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat nelayan, salah satunya melalui peningkatan ekspor ikan.

Bagi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), terjadinya pandemi Covid-19 tentu sangat mempengaruhi ekonomi masyarakat nelayan dan para pelaku usaha di sektor kelautan perikanan. Apalagi ditambah pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang kian melemah beberapa pekan terakhir.

Terus menggeliatkan ekonomi melalui kinerja ekspor hasil perikanan, Edhy Prabowo juga ingin kembalikan outlook ekonomi nasional sedikit bertahan di tengah transmisi dari masalah kemanusiaan dan ekonomi. Walaupun kontribusi ekonomi kelautan dan perikanan prosentasenya tidak besar, namun suntikan ekspor hasil perikanan bisa sedikit memulihkan keadaan.

Justru di tengah wabah Covid-19 ini, sebanyak 32.000 ton hasil perikanan Indonesia berhasil diekspor ke 13 Negara yakni Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Mauritus, Reunion, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat, Vietnam dan Lithuania. Ekspor terdiri dari 28 komoditas perikanan senilai Rp 194,6 miliar yang berasal dari 36 perusahaan yang dikemas dalam 115unit kontainer.

Giat ekspor hasil KKP itu ditandai dengan cukupnya sebaran cold storage untuk menampung produk-produk perikanan, baik yang dimiliki oleh pemerintah, BUMN maupun swasta. Yang pasti, ekspor ikan dan hasil laut lainnya itu memastikan distribusi pangan di tengah penyebaran virus Corona masih tergolong aman.

“Karena hasil laut seperti ikan, lobster, cumi-cumi, kepiting, siput, kerang, rumput laut dan lainnya menjadi penting sekali untuk memasok nutrisi protein ke dalam tubuh. Mudah-mudahan setelah Covid-19, Indonesia jadi negara paling siap menyediakan pangan khususnya di sektor perikanan. Apalagi, rentang waktu 3 bulan mendatang potensi panen udang berkisar 110.000 ton hingga 140.000 ton dari April, Mei dan Juni,” ungkap Ketua Front Nelayan Indonesia (FNI) Rusdianto Samawa dalam keterangannya yang diterima redaksi, Minggu (5/4).

Sepanjang tahun ini, pemerintah menargetkan ekspor hasil perikanan laut mencapai 6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 84,5 triliun. Target tersebut lebih besar dibandingkan tahun lalu sebesar 5,5 miliar dolar AS atau Rp 77,5 triliun. Rusdianto menyebut kinerja ekspor perikanan masih menunjukkan hasil yang baik di tengah pandemi Covid-19.

Menurutnya, peningkatan produksi juga harus dibarengi kepastian hukum dan regulasi insentif untuk menekan fiskal. Covid-19 diakui sangat berpengaruh pada struktur usaha industri sektor kelautan dan perikanan sehingga fiskal mengalami defisit.

“Tentu saja ini membutuhkan jaminan pasar, supaya row material bisa ditekan. Untuk meningkatkan ekspor, penting untuk melakukan penyederhanaan prosedur ekspor, sesuai kebijakan fiskal,” ucapnya.

Saat ini yang dibutuhkan, sambung dia, manajemen fiskal untuk menjaga kinerja ekspor bisa berjalan efisien. Industri kelautan dan perikanan harus mengacu pada pengelolaan pajak, distribusi dan produksi untuk memperbaiki target ekspor sesuai perencanaan dan prosedur yang berkaitan dengan ketersediaan sumber bahan baku.

“Tentu adanya kebijakan insentif pada sektor usaha industri kelautan dan perikanan akan berpengaruh pada berkurangnya potensi penerimaan bukan pajak. Karena ke depan sudah pasti adanya pengurangan tarif pajak. Dengan adanya kebijakan insentif perpajakan dapat lebih terkoordinasi, efisien dan efektif, serta dapat dievaluasi secara berkesinambungan,” jelasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, KKP sudah menyiapkan berbagai strategi percepatan peningkatan produksi dalam peta jalan industrialisasi hingga 5 (lima) tahun mendatang. Hal ini untuk memastikan ketersediaan bahan baku dengan kualitas yang terus terjaga baik untuk ekspor maupun memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Sehingga upaya ini ikut berkontribusi memecahkan persoalan wabah Covid-19 di mana masyarakat juga butuh ketersediaan pangan yang baik dan kontribusi perekonomian nasional dari sektor kelautan dan perikanan bisa terus naik,” pungkas Rusdianto. (Tyo)

 

Article Link : http://samudranesia.id/ekspor-perikanan-terus-digenjot-pemerintah-jangan-abaikan-insentif-untuk-pelaku-usaha/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published