Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Ekspor dan Pemasaran Ikan Secara Online Jadi Fokus Pemerintah Genjot Industri Perikanan

Pekerja mengangkut ikan tengiri di Tempat Pelelangan Ikan, Karangsong, Jawa Barat, Selasa (11/2). Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan mendorong investasi di sektor perikanan sehingga mampu menyerap tenaga kerja di sektor tersebut. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/ss/Spt/14.

Jakarta (Samudranesia) – Wabah corona virus (Covid-19) yang melanda Indonesia sejak awal Maret 2020. Hal itu telah memberikan dampak signifikan terhadap subsektor industri perikanan tangkap nasional.

Pandemi Covid-19 membuat permintaan dari luar negeri menurun sekitar 40 persen dan menyebabkan gudang penyimpanan penuh sehingga membuat perusahaan mengurangi persediaan bahan baku. Selain itu, pembatasan transportasi dan pekerja di pabrik mengurangi kapasitas penyerapan ikan dari nelayan dan juga pengurangan output produksi sekitar 10 persen.

Meski dihadapkan pada suasana tidak menentu, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Safri Burhanuddin mengaku optimis industri perikanan Indonesia bisa segera bangkit dengan menyasar pasar online.

“Kita salah satu negara dengan potensi perikanan yang luar biasa. Memang saat ini kondisi pasar turun, tapi kalau kita memanfaatkan tekonologi, seharusnya tidak masalah. Pasar online luas, kita melihat potensi dari perikanan. Ini peluang yang besar untuk kita manfaatkan bersama,” kata Safri dalam Dialog Indonesia Bicara bertema Produksi Perikanan Nasional di Tengah Pandemi, beberapa waktu lalu. 

Selain mengincar pasar online, pemerintah juga terus berupaya membuka pasar ekspor. Deputi Safri mengatakan, pemerintah telah melakukan ekspor ikan ke sejumlah negara meski masih dalam masa pandemi.

“Ekspor ikan kemarin sempat terhenti, sekarang sudah jalan lagi. Ekspor ikan kita selama 2 minggu sampai 3 minggu ini sudah mulai terbuka lagi, karena beberapa negara sudah mulai membuka. Sekitar 40 sampai 60 persen kita sudah mulai ekspor,” terangnya.

Karena itu, Deputi Safri mengatakan pemerintah sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak agar roda ekonomi nelayan tetap berputar. Pemerintah, lanjut Deputi Safri, juga terus berupaya membuka akses pasar domestik maupun luar negeri agar hasil tangkapan nelayan bisa terserap.

“Tugas pemerintah menjamin kelancaran produk mereka sampai ke pembeli. Jika restoran mulai dibuka awal Juli, kemampuan menyerap pasar itu akan kami beritahukan. Jangan sampai ada ikan yang tidak termanfaatkan atau terbuang,” pungkasnya. (Tyo)

 

Article Link: http://samudranesia.id/ekspor-dan-pemasaran-ikan-secara-online-jadi-fokus-pemerintah-genjot-industri-perikanan/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published