Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Dugaan Kasus Korupsi Genset di KKP Didesak Hadirkan Sejumlah Saksi

Dirjen Perikanan Budidaya KKP Dr. Ir. Slamet Soebjakto, MSi perlu dihadirkan sebagai saksi dalam kelanjutan persidangan kasus korupsi genset. (Dok. KKP)

Jakarta (Samudranesia) – Pada tahun 2015, Aliansi Nelayan Anti Korupsi (ANAK) telah melaporkan sejumlah oknum di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait dugaan tindak pidana korupsi generator set (genset) di sektor perikanan budidaya.

Hasilnya, laporan tersebut ditindaklanjuti oleh penyidik Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya yang berhasil membuka kotak pandora korupsi pengadaan genset di KKP.

Effendy Cholil dari ANAK menyebutkan kasus korupsi di tubuh KKP pada tahun 2015 itu terkait lelang proyek pengadaan 540 genset untuk petani tambak udang di 5 provinsi yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan.

“Semuanya berhasil diungkap dan sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan,” ujar Effendy kepada Samudranesia, Senin (1/6).

Saat itu, penyidik Polda Metro Jaya telah memanggil pejabat KKP yang diduga terlibat proyek tersebut. Kerugian negara ditaksir mencapai Rp 31,5 miliar akibat kasus ini, namun ada kemungkinan kerugian negara bertambah. Direktur Sarana dan Prasarana, Direktorat Jenderal Perikanan Budidya saat itu, Ir. Dwika Herdikiawan, MM sudah ditetapkan sebagai terdakwa dari kasus ini.

“Sekarang, posisi sudah beberapa kali sidang di PN Jakarta Selatan. Agenda sidang mendatang perlu menghadirkan saksi-saksi kunci atas dugaan korupsi tersebut,” ungkapnya.

Menurut Effendy, saksi-saksi tersebut ialah KPA proyek Dr. Ir. Slamet Soebjakto, MSi, Andy Artha D. O, ST sebagai Staf Direktorat yang berperan sangat dekat dengan Almarhum Ketua Panitia Tender, Ir. Tri Wahyono, MM sebagai pejabat penandatangan SPM dan Ade Rachmawati sebagai Bendahara Pengeluaran Satker.

“Segera Jaksa Penuntut Umum (JPU) harus hadirkan saksi-saksi itu, supaya jangan terlanjur persidangan sudah memasuki babak lain. Itu supaya keterangan lebih jelas bisa didapat oleh Pengadilan Tipikor Jakarta Selatan,” imbuhnya.

“Dalam persidangan berikutnya, JPU juga harus memanggil dan memeriksa pejabat terkait sebagai saksi karena unsur kerugian negara sudah terpenuhi dari hasil penyidikan,” tambah dia.

Dari beberapa temuan, spesifikasi genset yang tertera di proposal pembelian tidak sesuai dengan yang ditemukan di lapangan. Kenyataannya, genset yang diberikan sebagai bantuan pemerintah kepada kelompok tani tambak itu berkualitas rendah.

“Genset tersebut juga tidak bisa beroperasi dengan maksimal. Para petani tambak juga mengaku tidak diberikan pelatihan menggunakan genset itu dan suku cadangnya sulit ditemukan di pasaran,” pungkasnya.

Berdasarkan info yang diperoleh redaksi, total kerugian negara dari proyek ini diduga mencapai ratusan milyar. (Tyo)

 

Article Link: http://samudranesia.id/dugaan-kasus-korupsi-genset-di-kkp-perlu-ditindaklanjuti-dengan-menghadirkan-sejumlah-saksi/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published