Komunitas Maritim Indonesia
Komunitas Maritim Indonesia

Dua Menteri Terpapar Covid-19, Kawasan Pesisir Jadi Klaster Penularan?

Menteri Perikanan dan Kelautan Edhy Prabowo dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Dok RMOL.id

Jakarta (Samudranesia) – Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar dengan 2/3 wilayahnya berupa lautan menjadi catatan kritis bagi penanganan Covid-19. Benarkah laut dan kawasan pesisir menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19?

Pertanyaan itu mengemuka ketika dua menteri Kabinet Joko Widodo-Ma’ruf Amin yakni Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dikabarkan positif terpapar Covid-19.

Kendati banyak Kementerian dan Lembaga lain yang mengurusi laut, tapi kedua instansi ini (Kemenhub dan KKP) boleh dibilang menjadi tulang punggung negara di sektor kelautan. Dua kementerian inilah yang selalu berjibaku dalam menjalankan visi Presiden pada 2014 untuk mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Menhub Budi Karya Sumadi terpapar Covid-19 pada pertengahan bulan Maret 2020 lalu. Sebelumnya, BKS biasa disapa begitu aktif melakukan sederet aktivitas agenda rapat dan kunjungan kerja.

Di antaranya dia melakukan pertemuan dengan Menteri Infrastruktur dan Manajemen Air Belanda, Cora Van Nieuwenhuize, di kantor Pelindo II, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama kedua negara di sektor transportasi.

Hingga turut menyambut kedatangan ABK Indonesia yang direpatriasi setelah bekerja di kapal asing. Setelah dinyatakan positif Covid-19, BKS langsung menjalani perawatan secara intensif di RSPAD Gatot Subroto. Tugas sehari-harinya dilimpahkan kepada Menko Maritim dan Investasi Luhut B Pandjaitan.

BKS sendiri sempat dikabarkan terkena Covid-19 lagi pada awal Mei 2020. Namun hal itu dibantahnya.

Baru-baru ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dikabarkan terkena Covid-19 usai melakukan rangkaian kunjungan kerjanya ke berbagai daerah di kawasan pesisir.

Kendati belum ada kabar resmi dari Edhy Prabowo sendiri maupun pihak Istana, namun kabar burung itu sudah dibenarkan oleh sejumlah orang dekat Edhy Prabowo.

Antara lain oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR Daniel Johan dan salah seorang pejabat KKP.

Kepada Samudranesia, pejabat KKP yang tak mau disebutkan namanya ini membenarkan jik pimpinannya tersebut tertular Covid-19. Indikasi Menteri Edhy tertular Covid-19 menurut sumber tersebut sudah ada sejak kunjungan dari Ambon.

Sebelumnya Menteri Edhy memang aktif melakukan kunjungan lapangan ke berbagaikawasan pesisir. Antara lain ke Jawa Timur, NTT, Maluku dan Kalimantan Timur. Dalam setiap kunjungan itu, Edhy selalu berdialog dengan nelayan dan banyak orang.

Di Ambon, politisi Partai Gerindra ini mengunjungi sentra nelayan, pembudidaya ikan, dan pelaku usaha serta Taruna Poltek Kelautan dan Perikanan di Provinsi Maluku pada 31 Agustus hingga 1 September 2020.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Edhy Prabowo menyempatkan diri untuk berkeliling di Teluk Ambon. Ia ingin melihat langsung keindahan panorama Teluk Ambon bersama Gubernur Maluku, Murad Ismail.

Sebelumnya, Staf Khusus Edhy Prabowo, TB Ardi Januar dikabarkan telah terjangkit Covid-19. Ia langsung menjalani perawatan yang intensif di Wisma Atlet Kemayoran selama dua minggu dan kini dikabarkan telah sembuh.

Menteri Edhy sendiri sempat mengonfirmasi kepada awak media melalui pesan singkat bahwa dirinya hanya kelelahan dan butuh istirahat. Namun tidak secara tegas menyatakan bahwa dirinya tertular Covid-19 atau tidak.

Sampai berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi dari pejabat KKP, baik pejabat Eselon-1 maupun Humasnya. Beberapa kali awak media mempertanyakan kabar tersebut kanal melalui WA Group Media KKP namun belum ada satupun pegawai Humas KKP yang menanggapi.

Beberapa awak media pun sempat mengkonfirmasi kabar Menteri Edhy tertular ini hingga ke Istana Negara. Namun pihak istana pun diam tak memberikan jawaban.

Soal Laut

Laut yang menjadi prioritas kebijakan pemerintah Jokowi di periode pertama, kini muncul pertanyaan benarkah laut menjadi tempat yang cepat menyebarnya Covid-19?

Pengamat maritim Siswanto Rusdi beberapa waktu lalu telah mengingatkan betapa rentannya penyebaran Covid-19 di laut terutama di daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan (3TP).

Walaupun pemerintah sudah menerapkan protokol kesehatan yang baik di pelabuhan, kapal angkut dan penumpang, namun terkadang kehidupan di daerah pesisir masih jauh dari standar yang ditetapkan.

“Kapal-kapal Pelni itu beroperasi hingga sampai ke pelosok negeri yang kita kenal dengan istilah 3TP. Sayangnya, kemampuan pemerintah, fasilitas kesehatan dan peralatan pemantauan wabah penyakit di wilayah seperti itu amat terbatas. Ini yang menjadi kekhawatiran kami,” ucap Direktur Eksekutif Namarin, Siswanto Rusdi dalam pesan elektroniknya kepada Samudranesia, Jumat (17/4) lalu.

Menurut Direktur National Maritime Institute (Namarin) itu, pemerintah harus betul-betul mewaspadai penyebaran Covid-19 melalui dan di atas moda transportasi laut, terutama di daerah 3TP yang minim fasilitas kesehatan. Sudah tentu pencegahan Covid-19 di daerah tersebut tidak se-masif di kota-kota besar atau daerah maju lainnya.

“Dan, cara terbaik untuk itu adalah dengan menghentikan sementara operasi kapal-kapal penumpang Pelni, baik kapal reguler maupun perintis. Hal ini juga berlaku untuk armada kapal penumpang atau kapal barang yang dipakai untuk mengangkut penumpang milik operator lain,” tandasnya.

Namun hal itu seakan tidak mungkin untuk menutup pelayaran sepenuhnya mengingat hilir mudik kapal merupakan urat nadi dalam pergeseran barang dan jasa di negara kepulauan seperti Indonesia.

Di sisi lain, Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksdya TNI Aan Kurnia sudah me-launching Buku “Panduan Menghadapi Pandemi Covid-19 di Laut” beberapa waktu lalu.

Buku yang sudah terdistribusikan ke seluruh stake holder di laut dan kawasan pesisir itu berisikan langkah-langkah antisipatif untuk menghalau penyebaran Covid-19 di laut dan kawasan pesisir. Namun virus memang bagai tamu tak diundang yang datang tiba-tiba dan tak disangka-sangka. Virus ini tetap menyerang sejumlah pejabat serta masyarakat kita.

Setidaknya harus ada paradigma bahwa laut dan kawasan pesisir merupakan tempat yang aman dari penyebaran Covid-19. Sehingga laut bisa terjamin sebagai tempat perputaran ekonomi yang utama di negeri ini. (Tyo)

 

 

Article Link: http://samudranesia.id/dua-menteri-terpapar-covid-19-ada-apa-dengan-laut-kawasan-pesisir-jadi-klaster-penularan/


Older Post Newer Post


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published